Kalium Dalam Darah: Fungsi, Gangguan, dan Pentingnya Pemeriksaan Laboratorium
INFOLABMED.COM - Kalium dalam darah merupakan salah satu elektrolit penting yang berperan besar dalam menjaga fungsi tubuh.
Mineral ini berfungsi mengatur keseimbangan cairan, kontraksi otot, transmisi impuls saraf, hingga kestabilan irama jantung.
Baca juga: Selain Kecacingan, Penyakit Lain Yang Berbahaya Pada Anak dan Harus Diwaspadai
Oleh karena itu, gangguan kadar kalium dalam darah dapat menimbulkan dampak serius bagi kesehatan.
Fungsi Kalium Dalam Darah
Kalium (K⁺) adalah mineral elektrolit utama di dalam sel tubuh. Beberapa fungsi vitalnya antara lain:
- Menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit.
- Mengatur kontraksi otot, termasuk otot jantung.
- Mendukung transmisi impuls saraf agar sistem saraf bekerja optimal.
- Membantu metabolisme energi dan sintesis protein.
Kadar Normal Kalium Dalam Darah
Nilai rujukan normal kalium dalam darah orang dewasa biasanya berkisar antara 3,5 – 5,0 mmol/L.
- Jika kadar kalium terlalu rendah → disebut hipokalemia.
- Jika kadar kalium terlalu tinggi → disebut hiperkalemia.
Kedua kondisi ini perlu diwaspadai karena dapat mengganggu fungsi jantung dan organ vital lainnya.
Gangguan Kalium: Hipokalemia dan Hiperkalemia
Hipokalemia (Kalium Rendah)
- Penyebab: diare, muntah berkepanjangan, penggunaan obat diuretik, kekurangan asupan kalium.
- Gejala: lemah otot, kram, sembelit, detak jantung tidak teratur.
- Risiko: bila berat dapat menyebabkan gagal napas atau henti jantung.
Hiperkalemia (Kalium Tinggi)
- Penyebab: gagal ginjal, konsumsi obat tertentu (misalnya ACE inhibitor), trauma jaringan, asupan kalium berlebihan.
- Gejala: kesemutan, kelemahan otot, gangguan irama jantung, bahkan henti jantung mendadak.
- Risiko: kondisi gawat darurat medis yang membutuhkan penanganan segera.
Pemeriksaan Kalium Dalam Darah
Tes kalium biasanya dilakukan melalui pemeriksaan darah rutin di laboratorium. Pemeriksaan ini sering menjadi bagian dari panel elektrolit atau tes fungsi ginjal, karena gangguan ginjal sangat memengaruhi kadar kalium.
Hasil pemeriksaan membantu dokter menentukan apakah pasien mengalami gangguan elektrolit, serta merencanakan pengobatan yang sesuai.
Baca juga: eGFR: Panduan Lengkap Memahami Fungsi, Nilai Normal, dan Pemeriksaan Ginjal
Pencegahan dan Pengelolaan
- Pola makan seimbang: konsumsi buah dan sayuran kaya kalium seperti pisang, alpukat, bayam, atau kentang, namun tetap sesuai kebutuhan.
- Pemantauan rutin bagi penderita penyakit ginjal atau pasien yang mengonsumsi obat tertentu.
- Konsultasi medis jika muncul gejala gangguan otot atau jantung yang diduga terkait kadar kalium.
Post a Comment