Jamur dalam Pemeriksaan Urin: Antara Kontaminasi dan Infeksi Serius
Table of Contents
INFOLABMED.COM – Hasil pemeriksaan urin yang menunjukkan adanya jamur seringkali menjadi dilema diagnostik.
Apakah ini sekadar kontaminasi atau pertanda infeksi saluran kemih jamur yang serius? Berikut analisis lengkapnya.
Baca juga : Uji Kultur Bakteri
Jamur yang Sering Ditemukan dalam Urin
Candida spp (85% kasus):
- C. albicans (60%)
- C. glabrata (20%)
- C. tropicalis (15%)
Jamur Lain:
- Aspergillus (pada pasien imunokompromais)
- Cryptococcus (terkait HIV)
- Trichosporon (infeksi nosokomial)
Interpretasi Hasil Pemeriksaan
| Temuan | Kemungkinan Arti Klinis |
|---|---|
| 1-4 sel jamur/LPB | Kontaminasi dari genitalia |
| >5 sel jamur/LPB | Kemungkinan infeksi aktif |
| Hifa pseudofilamen | Infeksi Candida invasif |
| Pertumbuhan kultur >10.000 CFU/mL | Signifikan secara klinis |
Teknik Pemeriksaan Laboratorium
Mikroskopis:
- Pewarnaan Gram: Sel tunas berwarna ungu
- KOH 10%: Mengidentifikasi struktur hifa
Kultur:
- Media Sabouraud Dextrose Agar (SDA)
- CHROMagar™ untuk identifikasi spesies Candida
Tes Tambahan:
- Uji germ tube (C. albicans)
- API 20C AUX untuk identifikasi biokimia
Kelompok Risiko Tinggi
- Pasien diabetes melitus
- Pengguna kateter jangka panjang
- Penerima antibiotik spektrum luas
- Pasien imunosupresi (HIV, kemoterapi)
Penanganan Kandiduria
Terapi Antijamur:
- Fluconazole 200-400 mg/hari (3-7 hari)
- Amphotericin B irigasi kandung kemih untuk kasus resisten
Manajemen Non-Farmakologis:
- Penggantian kateter rutin
- Kontrol gula darah pada diabetesi
- Probiotik untuk keseimbangan flora
Baca juga : Collection of Specimens: Panduan Lengkap Pengambilan Sampel untuk Diagnosis Medis
Pencegahan Kontaminasi Sampel
- Teknik midstream urine yang benar
- Penggunaan wadah steril
- Pemeriksaan dalam 1 jam setelah pengambilan
Follow Media Sosial Infolabmed.com melalui Telegram, Facebook, Twitter/X. Dukung pengembangan konten ilmiah kami via Donasi DANA.

Post a Comment