Candida Albicans: Infeksi, Gejala, dan Cara Pencegahannya
INFOLABMED.COM – Candida Albicans adalah jenis jamur yang secara alami hidup di dalam tubuh manusia, khususnya di mulut, saluran pencernaan, kulit, dan area genital.
Dalam jumlah normal, jamur ini tidak berbahaya. Namun, ketika keseimbangan mikroorganisme tubuh terganggu, Candida Albicans dapat berkembang berlebihan dan memicu infeksi yang dikenal sebagai kandidiasis.
Baca juga: Telur Cacing Gelang: Struktur, Infeksi, dan Pencegahannya
Apa Itu Candida Albicans?
Candida Albicans merupakan jamur oportunistik yang berarti bisa hidup normal tanpa menimbulkan masalah, tetapi dapat menjadi patogen saat kondisi tubuh menurun atau keseimbangan flora normal terganggu. Infeksi jamur ini bisa terjadi di berbagai bagian tubuh, seperti:
- Mulut (oral thrush) → menyebabkan bercak putih di lidah dan rongga mulut.
- Kulit → menimbulkan ruam kemerahan, gatal, dan kadang lecet.
- Area genital → dikenal sebagai infeksi jamur vagina atau balanitis pada pria.
- Aliran darah (candidemia) → kondisi serius yang bisa terjadi pada pasien dengan imunitas sangat lemah.
Gejala Candida Albicans
Gejala yang muncul bergantung pada lokasi infeksi, di antaranya:
- Mulut dan tenggorokan: bercak putih, sakit saat menelan, rasa tidak nyaman.
- Kulit: gatal, ruam, kemerahan, atau munculnya lepuhan.
- Area genital: keputihan kental seperti susu, gatal, rasa terbakar, nyeri saat buang air kecil.
- Infeksi sistemik: demam, menggigil, dan kondisi lemah (biasanya pada pasien rawat inap dengan imunitas rendah).
Faktor Risiko Infeksi Candida Albicans
Infeksi jamur ini lebih sering terjadi pada orang dengan kondisi tertentu, seperti:
- Sistem imun lemah (HIV/AIDS, kanker, pasien transplantasi).
- Pemakaian antibiotik jangka panjang.
- Diabetes mellitus yang tidak terkontrol.
- Kehamilan, karena perubahan hormon.
- Pemakaian pakaian ketat dan lembap.
- Kebersihan tubuh yang kurang terjaga.
Cara Mendiagnosis Candida Albicans
Dokter dapat mendiagnosis infeksi Candida Albicans melalui:
- Pemeriksaan fisik pada area yang terinfeksi.
- Pemeriksaan laboratorium seperti kultur jamur dari sampel lendir, darah, atau kulit.
- Tes darah untuk infeksi sistemik.
Pencegahan Candida Albicans
Mencegah lebih baik daripada mengobati. Berikut langkah-langkah yang bisa dilakukan:
- Menjaga kebersihan tubuh, terutama area lipatan kulit dan genital.
- Mengontrol kadar gula darah bagi penderita diabetes.
- Menghindari penggunaan antibiotik tanpa resep dokter.
- Menggunakan pakaian longgar dan menyerap keringat.
- Menerapkan pola makan sehat dengan mengurangi konsumsi gula berlebihan.
Pengobatan Candida Albicans
Infeksi Candida Albicans biasanya diobati dengan obat antijamur, baik dalam bentuk krim, tablet oral, atau obat cair tergantung lokasi infeksi. Contohnya adalah fluconazole, nystatin, dan clotrimazole. Untuk kasus berat seperti candidemia, pasien memerlukan perawatan di rumah sakit dengan terapi antijamur intravena.
Post a Comment