Mengenal Amorf Pada Urine: Arti, Penyebab, dan Pentingnya Pemeriksaan Laboratorium
INFOLABMED.COM – Hasil pemeriksaan urine seringkali menunjukkan adanya sedimen berupa amorf pada urine.
Istilah ini merujuk pada endapan yang tidak memiliki bentuk kristal yang jelas, sehingga terlihat sebagai butiran halus di bawah mikroskop.
Baca juga: Selain Kecacingan, Penyakit Lain Yang Berbahaya Pada Anak dan Harus Diwaspadai
Temuan ini bisa bersifat normal maupun menandakan adanya gangguan kesehatan tertentu, tergantung pada jumlah dan kondisi pasien.
Apa Itu Amorf Pada Urine?
Amorf adalah sedimen atau endapan granular tanpa bentuk kristal yang spesifik. Dalam pemeriksaan urine, amorf dapat berupa:
- Amorf Urat → biasanya berwarna merah bata, sering muncul pada urine yang bersifat asam.
- Amorf Fosfat → biasanya berwarna putih, sering muncul pada urine yang bersifat basa.
Penyebab Amorf Pada Urine
Beberapa faktor yang dapat menyebabkan munculnya amorf dalam urine antara lain:
- Kondisi pH urine (asam atau basa).
- Asupan makanan tinggi purin, misalnya daging merah atau jeroan.
- Dehidrasi sehingga urine menjadi pekat.
- Penggunaan obat-obatan tertentu.
- Gangguan metabolik atau masalah pada ginjal.
Apakah Amorf Selalu Berbahaya?
Tidak selalu. Kehadiran amorf pada urine dalam jumlah kecil umumnya tidak berbahaya. Namun, bila jumlahnya banyak dan disertai gejala seperti nyeri pinggang, urine keruh, atau keluhan kesehatan lain, pemeriksaan lebih lanjut perlu dilakukan untuk menyingkirkan kemungkinan batu ginjal atau infeksi saluran kemih.
Pentingnya Pemeriksaan Laboratorium
Analisis sedimen urine merupakan bagian penting dalam pemeriksaan rutin laboratorium. Hasil pemeriksaan tidak bisa dilihat hanya dari satu temuan saja, melainkan harus dikombinasikan dengan data klinis pasien, hasil uji kimia urine, serta riwayat kesehatan.
Post a Comment