Alternaria dalam Sampel Urin: Kontaminasi Jamur yang Sering Terabaikan

Table of Contents
Alternaria dalam Sampel Urin: Kontaminasi Jamur yang Sering Terabaikan


INFOLABMED.COM - Dalam pemeriksaan laboratorium, ditemukannya jamur Alternaria pada sampel urin seringkali dianggap sebagai kontaminan biasa. 

Namun, keberadaan jamur ini sebenarnya dapat mempengaruhi akurasi hasil tes dan mengindikasikan masalah dalam proses pengambilan sampel.

Baca juga : Urine Color: Arti Warna Urine dari Kuning hingga Merah dan Kaitannya dengan Kesehatan

Mengenal Jamur Alternaria

Alternaria adalah genus jamur dematiaceous (berpigmen gelap) yang:

  • Tersebar luas di lingkungan (tanah, tumbuhan mati, debu)
  • Bereproduksi dengan konidia yang mudah tersebar
  • Dapat tumbuh pada suhu ruang (25-30°C)

Ciri Khas Alternaria dalam Urin

  • Mikroskopis: Hifa bersekat dengan konidiofor bercabang
  • Makroskopis: Koloni berwarna abu-abu hingga hitam
  • Karakteristik: Konidia berbentuk gada dengan sekat melintang dan membujur

Penyebab Kontaminasi Alternaria pada Sampel Urin

  1. Faktor Lingkungan:
    • Penyimpanan sampel di area berdebu
    • Wadah penampung yang tidak steril
  2. Teknik Pengambilan:
    • Midstream urine yang tidak tepat
    • Kontaminasi saat transfer sampel
  3. Faktor Pasien:
    • Kebersihan genital yang kurang
    • Penggunaan kateter jangka panjang

Dampak pada Hasil Pemeriksaan

  • Hasil Palsu Positif untuk infeksi jamur
  • Gangguan Visualisasi pada sedimen urin
  • Interferensi dengan tes kimia urin

Teknik Identifikasi di Laboratorium

  1. Pemeriksaan Mikroskopis:
    • Pewarnaan KOH 10%
    • Pewarnaan Gram
  2. Kultur:
    • Media Sabouraud Dextrose Agar (SDA)
    • Inkubasi 25-30°C selama 5-7 hari
  3. Tes Molekuler (PCR) untuk konfirmasi

Pencegahan Kontaminasi

  • Pengambilan Sampel:
    • Midstream urine dengan teknik bersih
    • Wadah steril berpenutup rapat
  • Penyimpanan:
    • Simpan di suhu 4°C jika tidak langsung diperiksa
    • Batas waktu pemeriksaan <2 jam
  • Penanganan:
    • Gunakan laminar air flow untuk pemrosesan
    • Hindari kontaminasi silang

Diagnosis Banding

  • Infeksi Jamur Asli (Candiduria)
  • Kontaminan Lain (Aspergillus, Penicillium)
  • Artifak Laboratorium (serat kain, debu)

Baca juga : Ciri Makroskopis Urine yang Menandakan Penyakit Ginjal dan Pentingnya Pemeriksaan Dini

Kasus Klinis yang Perlu Diwaspadai

Pada pasien imunokompromais, Alternaria dapat menyebabkan:

  • Infeksi saluran kemih jamur
  • Sistitis fungosa
  • Infeksi sistemik (jarang terjadi)

Follow Media Sosial Infolabmed.com melalui Telegram, Facebook, Twitter/X. Dukung pengembangan website kami dengan Donasi via DANA.

Rachma Amalia Maharani
Rachma Amalia Maharani Halo saya lulusan Teknologi Laboratorium Medik yang memiliki ketertarikan besar pada dunia kesehatan dan laboratorium klinik. Berpengalaman dalam praktik laboratorium selama masa studi dan magang, terbiasa bekerja secara teliti, disiplin, dan bertanggung jawab. Saya juga aktif mengembangkan diri melalui pembelajaran mandiri. I am looking for opportunities to contribute further to the health industry to be able to apply the knowledge and interests that I have. Let's connect on Linkedin in my Portfolio https://rachma-mlt.framer.website/

Post a Comment