Pemeriksaan Crossmatch: Uji Penting Sebelum Transfusi Darah yang Wajib Diketahui

Table of Contents

INFOLABMED.COM – Pemeriksaan Crossmatch atau uji kecocokan silang adalah prosedur laboratorium penting yang dilakukan sebelum transfusi darah untuk memastikan kompatibilitas antara darah donor dan penerima.

Pemeriksaan ini membantu mencegah reaksi transfusi yang dapat mengancam jiwa akibat ketidakcocokan antigen dan antibodi.

Baca juga: AGD Tic Tac Toe: Sistem Klasifikasi Asidosis dan Alkalosis dalam Analisis Gas Darah

Apa Itu Crossmatch?

Crossmatch adalah pemeriksaan serologis yang mencampurkan serum atau plasma pasien dengan sel darah merah donor. Tujuannya adalah untuk mendeteksi adanya reaksi aglutinasi atau hemolisis, yang menunjukkan ketidakcocokan darah. Bila hasilnya negatif (tidak ada reaksi), maka darah dianggap aman untuk ditransfusikan.

Jenis Pemeriksaan Crossmatch

  • Major Crossmatch Menguji antibodi dalam serum pasien terhadap antigen pada eritrosit donor.

  • Minor Crossmatch Menguji antibodi donor terhadap eritrosit pasien. Kini jarang dilakukan karena keterbatasan deteksi antibodi klinis signifikan.

  • Immediate Spin Crossmatch Metode cepat untuk mengidentifikasi inkompatibilitas ABO.

  • Antiglobulin Crossmatch (IAT) Digunakan untuk mendeteksi antibodi non-ABO, sangat penting jika pasien memiliki riwayat transfusi atau kehamilan.

Manfaat Pemeriksaan Crossmatch

  • Menghindari reaksi hemolitik akut akibat transfusi
  • Mendeteksi adanya antibodi irreguler
  • Memberikan transfusi yang aman dan sesuai
  • Menjadi prosedur wajib dalam pelayanan bank darah dan instalasi transfusi rumah sakit

Risiko Tanpa Crossmatch

Jika pemeriksaan ini dilewati, pasien dapat mengalami:

  • Reaksi transfusi hemolitik
  • Demam, menggigil, dan nyeri punggung
  • Gagal ginjal akut
  • Syok hingga kematian

Prosedur Lengkap Pemeriksaan Crossmatch

1. Persiapan dan Identifikasi Sampel

  • Sampel pasien dan donor dikumpulkan dengan identitas lengkap.
  • Penggunaan tabung EDTA dan tanpa antikoagulan.

2. Penentuan Golongan Darah

  • Golongan ABO dan Rh diperiksa pada pasien dan donor menggunakan metode forward dan reverse typing.

3. Skrining Antibodi Irreguler

  • Dilakukan sebelum crossmatch untuk deteksi antibodi non-ABO.

4. Langkah Pemeriksaan Crossmatch

  • Immediate Spin Crossmatch
    • Campur serum pasien + sel donor → inkubasi → spin → baca aglutinasi.
  • Saline Crossmatch
    • Untuk antibodi IgM → cuci sel donor → campur serum → inkubasi → baca.
  • IAT (Antiglobulin Crossmatch
    • Campur serum pasien + sel donor → inkubasi 37°C → cuci → tambahkan AHG → spin dan baca.
5. Interpretasi
  • Negatif: Darah kompatibel
  • Positif: Terjadi reaksi imunologis → darah tidak digunakan

6. Validasi dan Pelaporan

  • Hasil diperiksa dan divalidasi oleh analis laboratorium senior atau dokter patologi klinik.
  • Hasil disampaikan ke tim medis yang menangani pasien.

Follow Media Sosial Infolabmed.com melalui chanel Telegram Link, Facebook Link, Twitter/X Link, dan Instagram Link. Berikan DONASI terbaikmu untuk perkembangan website infolabmed.com melalui Donasi via DANA Link.***

Nadya
Nadya Halo, saya Nadya Septriana seorang Ahli Tenaga Laboratorium Medik (ATLM) yang gemar menulis konten seputar laboratorium dan kesehatan. Lewat tulisan, saya ingin membantu pembaca lebih memahami topik medis dengan cara yang mudah dipahami. Hope u like it and find it helpful!

Post a Comment