Dasar Teori Pewarnaan Spora untuk Identifikasi Bakteri Secara Akurat
INFOLABMED.COM – Pewarnaan spora merupakan teknik penting dalam mikrobiologi untuk mendeteksi keberadaan endospora, yaitu struktur pertahanan yang dibentuk oleh beberapa jenis bakteri saat kondisi lingkungan menjadi tidak menguntungkan.
Dasar teori pewarnaan spora didasarkan pada sifat kimia dan fisik dari dinding spora yang resisten terhadap pewarna biasa, sehingga membutuhkan perlakuan khusus agar dapat terlihat jelas di bawah mikroskop.
Baca juga: Wuchereria Bancrofti Penyebab Kaki Gajah yang Harus Diwaspadai Masyarakat Tropis
Pengertian Spora dan Endospora
Endospora adalah bentuk dorman dari bakteri yang sangat resisten terhadap panas, radiasi, desinfektan, dan kondisi lingkungan ekstrem. Beberapa genus bakteri yang diketahui menghasilkan endospora antara lain Bacillus dan Clostridium (Prescott et al., 2005).
Dasar Teori Pewarnaan Spora
Struktur kimia dari dinding spora menyebabkan pewarna biasa sulit masuk. Oleh karena itu, metode pewarnaan seperti Schaeffer-Fulton menggunakan pewarna utama malachite green yang diaplikasikan dengan pemanasan. Pemanasan memungkinkan penetrasi pewarna ke dalam spora. Setelah pendinginan dan pencucian dengan air, hanya spora yang tetap berwarna hijau sedangkan bagian sel vegetatif diberi kontras dengan pewarna safranin sehingga tampak merah muda.
Langkah-langkah utama teknik Schaeffer-Fulton meliputi:
- Preparat difiksasi panas.
- Malachite green diteteskan dan dipanaskan di atas uap air selama ±5 menit.
- Dibilas dengan air mengalir.
- Diwarnai dengan safranin selama 1 menit.
- Dibilas kembali dan dikeringkan.
Dengan teknik ini, endospora tampak hijau, sedangkan sel vegetatif tampak merah muda. Identifikasi endospora sangat penting dalam diagnosis laboratorium klinis, terutama untuk infeksi akibat Clostridium difficile atau Bacillus anthracis.
Baca juga: Mengapa Kesalahan Pre Analitik Menjadi Masalah Besar dalam Pemeriksaan Laboratorium
Aplikasi Klinis dan Pentingnya Pewarnaan Spora
Pewarnaan spora membantu laboratorium dalam mengenali patogen potensial yang membentuk endospora. Ini menjadi bagian dari pemeriksaan rutin dalam diagnostik mikrobiologi klinik, keamanan pangan, dan riset bioteknologi.
Post a Comment