Mengapa Kesalahan Pre Analitik Menjadi Masalah Besar dalam Pemeriksaan Laboratorium

Table of Contents

INFOLABMED.COM – Dalam dunia laboratorium medik, tahapan pre analitik merupakan fase krusial yang sering kali menjadi sumber utama kesalahan dalam pemeriksaan. 

Bahkan, menurut Clinical and Laboratory Standards Institute (CLSI), lebih dari 60% kesalahan laboratorium terjadi pada fase pre analitik, yakni sebelum sampel dianalisis di alat laboratorium.

Baca juga: Dasar Teori Pewarnaan Spora untuk Identifikasi Bakteri Secara Akurat

Apa Itu Tahapan Preanalitik?

Tahapan preanalitik mencakup semua proses sejak permintaan pemeriksaan dibuat oleh dokter hingga sampel siap dianalisis. Ini termasuk:

  • Persiapan pasien
  • Pengambilan sampel
  • Penandaan dan pelabelan
  • Penyimpanan dan transportasi spesimen

Setiap langkah ini rentan terhadap kesalahan manusia maupun teknis.

Kenapa Kesalahan Pre Analitik Lebih Banyak Terjadi?

1. Kurangnya Standarisasi Prosedur

Banyak laboratorium belum menerapkan standar operasional prosedur (SOP) yang ketat dan konsisten. Ini menyebabkan variasi dalam cara pengambilan, penanganan, dan pengiriman sampel.

2. Pelatihan Tenaga Medis yang Tidak Merata

Tenaga medis seperti phlebotomist atau analis laboratorium sering kali memiliki tingkat pelatihan yang berbeda-beda, yang menyebabkan ketidaksesuaian prosedur dan potensi kesalahan.

3. Labeling dan Identifikasi Pasien

Kesalahan dalam pelabelan tabung atau identifikasi pasien masih menjadi masalah serius. Salah identifikasi bisa berujung pada salah diagnosis dan terapi.

4. Waktu Transportasi yang Terlalu Lama

Transportasi spesimen yang tidak tepat, terutama untuk spesimen sensitif seperti darah atau cairan tubuh lainnya, dapat memengaruhi hasil pemeriksaan. Misalnya, pemeriksaan gas darah harus dianalisis dalam waktu kurang dari 30 menit setelah pengambilan.

5. Kondisi Penyimpanan yang Tidak Sesuai

Suhu penyimpanan yang tidak sesuai standar (misal untuk spesimen urin atau darah EDTA) dapat menyebabkan hemolisis atau pertumbuhan mikroorganisme yang mengganggu hasil analisis.

Implikasi Kesalahan Preanalitik

Kesalahan preanalitik bukan hanya soal hasil pemeriksaan yang tidak akurat. Akibat yang ditimbulkan bisa sangat serius, seperti:

  • Kesalahan diagnosis
  • Pengobatan yang tidak tepat
  • Penundaan terapi
  • Biaya tambahan bagi pasien dan fasilitas kesehatan

Menurut riset EFLM Working Group for Preanalytical Phase, kesalahan ini dapat dicegah dengan pelatihan rutin, implementasi kontrol mutu internal, serta otomasi proses preanalitik.

Baca juga: Kalibrasi Centrifuge Wajib Dilakukan Berkala Demi Akurasi Hasil Laboratorium

Solusi dan Pencegahan

Beberapa pendekatan untuk menurunkan tingkat kesalahan preanalitik antara lain: 

  • Audit internal rutin terhadap proses preanalitik
  • Pelatihan berkelanjutan bagi petugas pengambil sampel 
  • Sistem barcode untuk identifikasi pasien dan sampel 
  • SOP berbasis standar internasional (CLSI, ISO 15189)

Follow Media Sosial Infolabmed.com melalui chanel Telegram Link, Facebook Link, Twitter/X Link, dan Instagram Link. Berikan DONASI terbaikmu untuk perkembangan website infolabmed.com melalui Donasi via DANA Link.***

Nadya
Nadya Halo, saya Nadya Septriana seorang Ahli Tenaga Laboratorium Medik (ATLM) yang gemar menulis konten seputar laboratorium dan kesehatan. Lewat tulisan, saya ingin membantu pembaca lebih memahami topik medis dengan cara yang mudah dipahami. Hope u like it and find it helpful!

Post a Comment