AGD Tic Tac Toe: Sistem Klasifikasi Asidosis dan Alkalosis dalam Analisis Gas Darah

Table of Contents

INFOLABMED.COM – Dalam dunia kedokteran laboratorium dan klinis, interpretasi Analisis Gas Darah (AGD) menjadi hal krusial, terutama dalam kondisi kritis seperti gagal napas, gangguan metabolik, atau syok. 

Salah satu metode populer untuk memahami hasil AGD adalah dengan pendekatan AGD Tic Tac Toe, yaitu teknik visual sederhana untuk mengenali gangguan asam-basa tubuh.

Baca juga: Pemeriksaan Crossmatch: Uji Penting Sebelum Transfusi Darah yang Wajib Diketahui

Apa Itu AGD Tic Tac Toe?

AGD Tic Tac Toe merupakan teknik mnemonik berbentuk tabel 3x3 seperti permainan “tic tac toe” atau “SOS” yang digunakan untuk membantu identifikasi gangguan keseimbangan asam-basa tubuh dengan cepat. Teknik ini diperkenalkan untuk mempermudah petugas medis dan mahasiswa dalam membedakan berbagai kondisi Asidosis dan Alkalosis, baik yang bersifat Respiratorik maupun Metabolik.

Komponen Penting dalam AGD

Sebelum menggunakan pendekatan Tic Tac Toe, hasil AGD harus mencakup tiga parameter utama:

  • pH: menunjukkan keasaman atau kebasaan darah (normal 7,35–7,45)
  • PaCO₂: tekanan parsial karbon dioksida, berkaitan dengan komponen respiratorik (normal 35–45 mmHg)
  • HCO₃⁻: konsentrasi bikarbonat, berkaitan dengan komponen metabolik (normal 22–26 mEq/L)

Tabel Klasifikasi Nilai AGD

Parameter    Asidosis    Normal    Alkalosis
pH    < 7,35    7,35 – 7,45    > 7,45
PaCO₂    > 45 mmHg    35 – 45 mmHg    < 35 mmHg
HCO₃⁻    < 22 mEq/L    22 – 26 mEq/L    > 26 mEq/L

Format Kotak Tic Tac Toe AGD

Contoh kasus hasil AGD:

  • pH = 7,31 → Asidosis
  • PaCO₂ = 55 mmHg → Asidosis
  • HCO₃⁻ = 24 mEq/L → Normal

Dari data ini, kita tempatkan nilainya ke dalam papan Tic Tac Toe:

Asidosis    Normal    Alkalosis
pH                    
PaCO₂    
HCO₃⁻          

Interpretasi: Dua nilai (pH dan PaCO₂) berada di kolom Asidosis → Asidosis Respiratorik Tanpa Kompensasi

Jika HCO₃⁻ juga berada di Asidosis, berarti Asidosis Respiratorik dengan kompensasi metabolik.

Baca juga: Kalibrasi Centrifuge Wajib Dilakukan Berkala Demi Akurasi Hasil Laboratorium

Manfaat Metode Ini

  • Visual dan intuitif
  • Mempercepat pengambilan keputusan klinis
  • Mudah digunakan untuk edukasi mahasiswa dan dokter muda

Kelemahan dan Batasan

Meskipun membantu, metode ini bersifat dasar dan tidak menggantikan analisis lanjutan seperti anion gapkompensasi akut/kronis, atau penilaian klinis menyeluruh. Oleh karena itu, tetap perlu dilakukan interpretasi lanjutan sesuai dengan kondisi pasien.

Follow Media Sosial Infolabmed.com melalui chanel Telegram Link, Facebook Link, Twitter/X Link, dan Instagram Link. Berikan DONASI terbaikmu untuk perkembangan website infolabmed.com melalui Donasi via DANA Link.***

Nadya
Nadya Halo, saya Nadya Septriana seorang Ahli Tenaga Laboratorium Medik (ATLM) yang gemar menulis konten seputar laboratorium dan kesehatan. Lewat tulisan, saya ingin membantu pembaca lebih memahami topik medis dengan cara yang mudah dipahami. Hope u like it and find it helpful!

Post a Comment