Ketika Aktivitas Enzim Berbicara: Peran Krusial Kolinesterase dalam Deteksi Paparan Pestisida
Table of Contents
INFOLABMED.COM – Dalam dunia toksikologi klinis, aktivitas enzim kolinesterase menjadi penanda biologis yang sangat berharga untuk mendeteksi paparan pestisida golongan organofosfat dan karbamat.
Pemeriksaan ini tidak hanya penting untuk diagnosis keracunan akut tetapi juga untuk memantau pekerja yang terpapar pestisida secara kronis.
Baca juga : Fluorescence Immunoassay: Teknologi Canggih untuk Diagnostik Medis yang Akurat
Mengapa Aktivitas Kolinesterase Penting?
Kolinesterase adalah enzim kunci yang berperan dalam:
- Pemecahan asetilkolin (neurotransmitter penting)
- Fungsi sistem saraf yang normal
- Deteksi dini paparan pestisida penghambat enzim
2 Jenis Kolinesterase yang Diperiksa:
Asetilkolinesterase (AChE)
- Terutama di sel darah merah dan jaringan saraf
- Penanda spesifik paparan pestisida
Pseudokolinesterase (Butirilkolinesterase)
- Diproduksi di hati, ditemukan dalam plasma
- Lebih cepat bereaksi terhadap paparan
Mekanisme Keracunan Pestisida
- Pestisida organofosfat dan karbamat menghambat aktivitas kolinesterase
- Akibatnya: akumulasi asetilkolin → overstimulasi saraf → gejala keracunan
Gejala Keracunan Berdasarkan Penurunan Aktivitas Enzim:
% Penurunan Aktivitas | Gejala Klinis |
---|---|
<20% | Umumnya tanpa gejala |
20-50% | Mual, pusing, penglihatan kabur |
50-70% | Lemah otot, tremor, keringat berlebihan |
>70% | Kejang, gagal napas, koma |
Pemeriksaan Laboratorium Kolinesterase
1. Metode Spektrofotometri
- Mengukur laju hidrolisis substrat (acetylthiocholine)
- Hasil dalam 15-30 menit
2. Tes Kertas (Rapid Test)
- Untuk skrining cepat di lapangan
- Hasil kualitatif (normal/tertekan)
3. Elektrometrik
- Akurat untuk pengukuran kinetik
- Digunakan di laboratorium rujukan
Interpretasi Hasil Pemeriksaan
- Normal: 80-120% dari nilai baseline
- Paparan Ringan: 50-80%
- Paparan Berat: <50%
Catatan Penting:
- Nilai normal bervariasi antar laboratorium
- Perlu pembandingan dengan nilai baseline individu
- Pekerja pestisida sebaiknya memiliki data baseline
Manajemen Keracunan Pestisida
- Atropin: Antidot untuk gejala muskarinik
- Pralidoxime (2-PAM): Reaktivator AChE
- Terapi Suportif: Bantuan napas, kontrol kejang
Baca juga : Bahaya Cocaine: Dampak pada Tekanan Darah, Jantung, dan Tes Diagnostik
Pencegahan Paparan pada Pekerja
- Pemeriksaan rutin kolinesterase tiap 3-6 bulan
- Alat pelindung diri (APD) yang memadai
- Edukasi tentang bahaya pestisida
Follow Media Sosial Infolabmed.com melalui Telegram, Facebook, Twitter/X. Berikan DONASI terbaikmu untuk perkembangan website infolabmed.com melalui Donasi via DANA.
Post a Comment