External Quality Assessment (EQA) Rutin: Kunci Akurasi Hasil Laboratorium yang Tak Tergantikan

Table of Contents

 

External Quality Assessment (EQA) Rutin: Kunci Akurasi Hasil Laboratorium yang Tak Tergantikan

INFOLABMED.COM - Dalam dunia laboratorium klinis yang semakin ketat persyaratannya, pelaksanaan External Quality Assessment (EQA) rutin telah menjadi kebutuhan pokok untuk memastikan keandalan hasil pemeriksaan. 

Artikel ini akan mengupas tuntas pentingnya program EQA berkala untuk laboratorium Anda.

Baca juga : Quality Assessment di Laboratorium

Apa Itu External Quality Assessment (EQA)?

EQA adalah sistem evaluasi kinerja laboratorium dengan cara: 

  1. Menguji sampel dari penyedia program EQA 
  2. Membandingkan hasil dengan laboratorium lain 
  3. Menganalisis penyimpangan yang terjadi 
  4. Melakukan perbaikan berkelanjutan

Mengapa EQA Harus Dilakukan Secara Rutin?

  1. Persyaratan Akreditasi Wajib

    • Standar ISO 15189 mensyaratkan partisipasi EQA
    • Minimum 2 kali per tahun untuk setiap parameter
  2. Deteksi Dini Masalah

    • Mengidentifikasi kesalahan sistematis
    • Memantau performa alat dan reagen
  3. Peningkatan Berkelanjutan

    • Benchmarking dengan laboratorium lain
    • Analisis tren kinerja jangka panjang
  4. Dokumen Bukti Kompetensi

    • Bahan evaluasi internal
    • Persyaratan perizinan laboratorium

Jenis-Jenis Program EQA

Tipe EQAFrekuensiKeunggulan
Skema Berbasis Sampel3-4x/tahunEvaluasi proses lengkap
Peer ComparisonBulananReal-time monitoring
Proficiency Testing              2x/tahun              Standar internasional

5 Langkah Implementasi EQA Rutin yang Efektif

  1. Pemilihan Penyedia EQA Terakreditasi

    • Pastikan sesuai dengan tes yang dilakukan lab Anda
    • Contoh: RCPAQAP, Bio-Rad, EQALM
  2. Penjadwalan yang Terstruktur

    • Buat kalender EQA tahunan
    • Sinkronkan dengan jadwal maintenance alat
  3. Prosedur Pelaksanaan yang Baku

    • Perlakukan sampel EQA seperti sampel pasien
    • Gunakan metode rutin yang sama
  4. Analisis Hasil Mendalam

    • Hitung skor deviasi (SDI, %bias)
    • Lakukan root cause analysis untuk hasil diluar target
  5. Tindakan Korektif

    • Dokumentasi perbaikan
    • Monitoring efektivitas perbaikan

Baca juga : Quality Control in Biochemistry: Pentingnya Pengendalian Mutu di Laboratorium Klinis

Tantangan dalam Pelaksanaan EQA Rutin

  • Biaya: Investasi untuk partisipasi program
  • SDM: Kebutuhan pelatihan khusus
  • Waktu: Proses yang memakan waktu

Solusi:

  • Anggarkan khusus untuk EQA dalam rencana tahunan
  • Tetapkan tim khusus penanggung jawab EQA
  • Integrasikan dengan sistem manajemen mutu laboratorium

Follow Media Sosial Infolabmed.com melalui TelegramFacebook, dan Twitter/X. Dukung pengembangan konten kami dengan Donasi via DANA.

Rachma Amalia Maharani
Rachma Amalia Maharani Halo saya lulusan Teknologi Laboratorium Medik yang memiliki ketertarikan besar pada dunia kesehatan dan laboratorium klinik. Berpengalaman dalam praktik laboratorium selama masa studi dan magang, terbiasa bekerja secara teliti, disiplin, dan bertanggung jawab. Saya juga aktif mengembangkan diri melalui pembelajaran mandiri. I am looking for opportunities to contribute further to the health industry to be able to apply the knowledge and interests that I have. Let's connect on Linkedin in my Portfolio https://rachma-mlt.framer.website/

Post a Comment