Pemeriksaan Vitamin D (Serum dan Plasma)

Table of Contents

Pemeriksaan Vitamin D dari Serum dan Plasma. Vitamin D adalah vitamin larut lemak, terbentuk dari pajanan sinar ultraviolet yang berasal dari matahari, dan diabsorpsi oleh tubuh jika terdapat cairan empedu dan disimpan di dalam hati. 


Pemeriksaan Vitamin D Serum Dan Plasma


Hampir semua susu dan produk susu sudah diperkaya dengan vitamin D. Vitamin D diperlukan untuk absorpsi kalsium dari usus serta reabsorpsi dari tulang. 

Penurunan kadar vitamin D3 dalam plasma terjadi pada lansia dan kehamilan. Rakhitis pada anak dan osteomalasia pada dewasa disebabkan oleh devisiensi vitmain D. 

Makanan yang tinggi kandungan vitamin D-nya, antara lain susu yang diperkaya dengan vitamin D, kuning telur, ikan, hati, dan mentega. 

Kelebihan asupan vitamin D dapat menyebabkan toksisitas vitamin D. Hiperkalsemia dapat terjadi pada konsumsi vitamin D jumlah besar. 

Biasanya kadar kalsium serum diperiksa bersama dengan kadar vitamin D. 


Tujuan Pemeriksaan Vitamin D

  • Untuk mendeteksi terjadinya defisiensi vitamin D
  • Untuk mengetahui terjadinya toksisitas vitamin D jika klien mengsumsi sulpemen. 


Nilai Rujukan Pemeriksaan Vitamin Vitamin D3


Dua Vitamin D3S yang berbeda : Pemberi layanan kesehatan harus memspesifikasi jenis vitamin, apakah termasuk; 1,25 dihidroksi (ginjal) atau 25-hidroksi (hati). 


1,25 DIHIDROKSI : 20-76 pg/ml (serum). (Paling kuat. Menstimulasi absorpsi kalsium di usus halus dan tulang panjang [bersama PTH], serta meningkatkan reabsorpsi kalsium oleh ginjal.)

25-DIHIDROSKI : 10-55 ng/ml (plasma). 


Nilai rujukkan biasanya lebih tinggi pada masa pertengahan-akhir musim panas. 


Masalah Klinis Pada Peningkatan dan Penurunan Kadar Vitamin D


PENURUNAN KADAR Vitamin D3  : Malabsorpsi, sirosis hati, rakhitis, osteomalasia, steatorea, hipoparatiroidisme, penyakit seliaka, penyakit inflamasi usus, Pengaruh Obat: Antikonvulsan, isoniazod, minyak mineral, glikokortikoid, alumunium hidroksida, kolestiramin, kolestipol. 


PENINGKATAN KADAR Vitamin D3 : Asupan suplemen vitamin D yang berlebih, pajanan matahari yang berlebih. 


Prosedur Pengambilan Darah Pemeriksaan Vitamin D

  • Puasa selama 8 sampai 12 jam sebelum uji dilakukan. Jika puasa tidak diharuskan atau jika klien tidak berpuasa, kondisi ini harus dicatat dalam formulir laboratorium. 
  • Kumpulkan 3 sampai 5 ml darah vena dalam tabung bertutup mera (serum) atau hijau (plasma)

Artikel terkait Pengambilan Darah Vena Dengan Tabung Vakum


Faktor Yang Mempengaruhi Hasil Pemeriksaan Vitamin D

  • Obat tertentu dapat menurunkan kadar Vitamin D. 
  • Asupan fosforus yang tidak adekuat didalam diet dapat menyebabkan penurunan kadar Vitamin D. 
  • Kurangnya pajanan terhadap sinar matahari dapat menurunkan kadar vitamin D. 


Jika telah dilakukan pemeriksaan terkadang pasien meminta penjelasan terkait hasil pemeriksaan Vitamin D. Jelaskan kepada pasien untuk mengkonsumsi susu yang diperkaya dengan Vitamin D dan atau mengkonsumsi suplemen Vitamin D jika dari hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan penurunan kadar Vitamin D. 

Pasien harus diberitahu, bahwa dosis vitamin D yang berlebihan dapat bersifat toksik karena vitamin D ini merupakan golongan vitamin yang larut dalam lemak sehingga dapat terakumulasi di dalam tubuh. 


Sumber : LeFever Kee, J. 2007. Pedoman Pemeriksaan Laboratorium & Diagnostik. EGC : Jakarta.


PENTING : Terimakasih sudah berkunjung ke website infolabmed.com. Jika Anda mengutip dan atau mengambil keseluruhan artikel dalam websit ini, mohon untuk selalu mencantumkan sumber pada tulisan / artikel yang telah Anda buat. Kerjasama/media partner : laboratorium.medik@gmail.com.

Infolabmed
Infolabmed infolabmed.com merupakan kanal informasi tentang Teknologi Laboratorium Medik meliputi Materi Kuliah D3 dan D4, Informasi Seminar ATLM, Lowongan Kerja. Untuk dukung website infolabmed tetap aktif silahkan ikut berdonasi melalui DANA = 085862486502.

Post a Comment