-->
Menu

Paederus sp. (Tomcat) | Klasifikasi, Morfologi, Gejala klinis, dan Habitat

Friday, July 10, 2020

 Paederus sp. (Tomcat) | Klasifikasi, Morfologi, Gejala klinis, dan Habitat. Paederus adalah genus kumbang kecil dari keluarga Staphylinidae ("rove beetles"). Di Indonesia kumbang ini dikenal dengan nama semut semai, sedangkan di Malaysia disebut Charlee (semut kayap).

Paederus sp. (Tomcat) Klasifikasi, Morfologi, Gejala klinis, dan Habitat

Kumbang Paederus sp. disebut juga TOMCAT karena bentuk badannya mirip pesawat tempur Tomcat (F-14). Paederus sp. juga disebut Rove Beetle atau kumbang penjelajah/pengelana karena aktif berjalan-jalan. Disetiap wilayah di Indonesia, kumbang Paederus sp. ini memiliki lokal tersendiri.

Klasikiasi taksonomi Paederus sp. (Tomcat)
  • Phylum : Arthropoda
  • Kelas    : Hexapoda
  • Ordo     : Coleoptera (kumbang)
  • Famili   : Staphylinidae
  • Genus   : Paederus
  • Spesies : Paederus littoralus, Paederus

Morfologi Paederus sp. (Tomcat) 


Sumber : Pensoft Publisher

  • Berukuran panjang antara 7-10 mm dan lebar antara 0.5 sampai 1 mm
  • Tubuh berbentuk memenjang, terbagi menjadi tiga bagian kepala, toraks berwarna orange, dan 3 ruas abdomen berwarna orange. Badan berwana dasar coklat muda sampai hitam
  • Kakinya terdiri atas 3 pasang dan tidak berkuku
  • Bersayap tidak sempurna dan berwarna gelap, terdiri dari dua pasang, tetapi tidak menutupi seluruh abdomen. Sayap depan mengeras disebut elitera, dan berfungsi sebagai perisai, sedangkan sayap yang kedua membranus atau bening digunakan untuk terbang (bila kondisi tertentu)

  • Bila terancam akan menaikkan bagian perut sehingga nampak seperti kalajengking
  • Berkaki panjang, tipe serangga pejalan cepat
  • Keberadaannya umum tersebar diberbagai belahan dunia, khususnya banyak ditemukan di daerah tropis. Kumbang Paederus sp. pernah dilaporkan menimbulkan wabah dermatitis di Australia, Malaysia, Srilangka, Nigeria, Kenya, Iran, Afrika Tengah, Uganda, Argentina, Brazil, Perancis, Venezuela, Ecuador dan India
  • Kumbang ini sesungguhnya tergolong serangga berguna karena berperan sebagai predator aktif pada beberapa serangga pengganggu tanaman padi, seperti wereng batang coklat, wereng punggung putih, wereng zigzag, wereng hijau dan hama kedelai

Habitat dan Perilaku Paederus sp.
  • Berkembang biak di habitat yang lembab seperti daun busuk basah dan tanah
  • Daur hidup dari telur - imago selama 18 hari. Stadium telur = 4 hari, larva = 9,2 hari, prepupa = 1 hari, dan pupa = 3,8 hari. Lama hidup serangga betina adalah 113,8 hari dan serangga jantan adalah 109,2 hari
  • Kemampuan bertelur 106 butir per betina. Masa inkubasi telur selama 4 hari
  • Populasi kumbang meningkat pesat pada akhir bulan musim hujan (bulan Maret dan April) dan kemudian dengan cepat berkurang dengan timbulnya cuaca kering pada bulan-bulan berikutnya dan bersifat nokturnal (malam hari)

Laporan kejadian Dermatitis Akibat Kumbang Paederus sp.
  • Tahun 2004 
Kejadian Luar Biasa (KLB) penderita gatal-gatal akibat serangga Paederus sp. di Tulungagung, penderita 260 orang, dan di Kecamatan Besuki penderita 60 orang
  • Tahun 2008
Kota Gresik terjadi di Rumah Susun dengan ± 50 Orang
  • Tahun 2009 dan 2010
Kejadian di kenjeran Surabaya dengan penderita 20 Orang
  • Tahun 2011
Rusunawa di Bekasi melaporkan ada 45 kasus
  • Tahun 2012 terjadi di :
Jawa Timur, Mataram-NTB, Umbulharjo-DIY, Bekasi Timur, Tangerang Selatan, Palu-Sulteng, Darut-Jabar dan Duri Kosambi DKI Jakarta
Pada dasarnya kumbang ini dapat saja ditemukan diberbagai tempat di Indonesia dan juga negara-negara lainnya.

Gejala Klinis Akibat Paederus sp. (Tomcat)
Kulit yang terkena (biasanya daerah kulit yang terbuka) dalam waktu singkat akan terasa panas. Setelah 24-48 jam akan muncul gelembung pada kulit dengan sekitar berwarna merah (erythemato-bullous lession) yang meneyrupai lesi akibat terkena air panas atau luka bakar.

Racum Tomcat 15 kali lebih berbahaya daripada bisa Kobra
Meskipun Kumbang tomcat tidak menggigit atau menyengat, namun cairan yang dikeluarkannya bila terkena kulit akan menyebabkan gejala memerah dan melepuh seperti terbakar (dermatitis). Oleh karena itu gelaha ini populer disebut Paederus dermatitis. Gejala ini muncul akibat cairan tubuh kumbang tadi mengandung zat pederin yang bersifat racun


Upaya yang harus dilakukan apabila seseorang terinfeksi Paederus sp.
  1.  Segera cuci tangan dengan air mengalir dan sabun pada kulit yang bersentuhan dengan serangga tersebut
  2. Berikan pengobatan sebagaimana penanganan pada kasus dermatitis contact iritant, Contohnya pemberian krim kortikosteroid.
  3. Apabila sudah timbul lesi seperti luka bakar, segera kompres kulit dengan cairan antiseptik dingin
  4. Apabila lesi sudah pecah, dapat diberi krim antibiotik dengan kombinasi steroid ringan
  5. Ingatkan kepada pasien agar jangan menggaruk luka
  6. Jangan taburi luka dengan balsem atau bedak
  7. Beri antihistamin dan analgesik oral untuk simptomatis

Uapaya pengendalian Populasi Paederus sp. di Permukiman
  • Jika populasi Paederus sp. sedikit, maka lakukan penyemprotan langsung pada target serangga dengan insektisida rumah tangga
  • Jika populasi Paederus sp. padat pada pemukiman, maka lakukan penyemprotan residual, dengan tetap mengedepankan pamakaian insektisida nabati
Sumber
  • Anonym. Paederus. 2018. Tersedia : https://en.wikipedia.org/wiki/Paederus
  • Supenah. P. Buku Ajar Parasiologi III. 2017. Akademi Analis Kesehatan An Nasher Cirebon

PENTING : Terimakasih sudah berkunjung ke website infolabmed.com. Jika Anda mengutip dan atau mengambil keseluruhan artikel dalam websit ini, mohon untuk selalu mencantumkan sumber pada tulisan / artikel yang telah Anda buat. Kerjasama/media partner : laboratorium.medik@gmail.com.
Baca juga :
  1. Identifikasi Jamur Penyebab Mikosis Superfisial
  2. Kenali Manfaat dan Gejala Jamur Enokitake Yang Diduga Mengandung Bakteri Listeria.
  3. Pemeriksaan Vibrio cholera | Penuntun Praktikum
  4. Patogenitas dan Gejala Klinis Pediculus Humanus Capitis
  5. Ketiga Jenis Cacing Ini Dapat Menginfeksi Manusia
DONASI INFOLABMED Bantu berikan donasi jika artikelnya dirasa bermanfaat. Donasi akan digunakan untuk memperpanjang domain www.infolabmed.com. Terima kasih.

Contact Form

Name

Email *

Message *