Menu

Ketiga Jenis Cacing Ini Dapat Menginfeksi Manusia

Wednesday, May 15, 2019

Berbagai penyakit yang terjadi pada manusia biasanya disebabkan oleh infeksi virus, kuman, bakteri dan juga parasit. Beberapa penyakit yang disebabkan oleh parasit, contohnya cacing, dapat dialami oleh semua orang dan berbagai usia khususnya pada anak-anak.
infeksi cacing,infeksi cacing pita,infeksi cacing gelang,infeksi cacing pada anak,infeksi cacing kremi,infeksi cacing kulit,infeksi cacing pada anak pdf,infeksi cacing pada kulit,infeksi cacing pdf,infeksi cacing tambang pdf,infeksi cacing hati,infeksi cacing gelang pada manusia,infeksi cacing adalah,infeksi cacing ascaris lumbricoides,infeksi cacing ancylostoma braziliense,infeksi cacing ancylostoma duodenale,infeksi cacing ascaris,infeksi cacing anak,anemia infeksi cacing,anamnesis infeksi cacing,infeksi akibat cacing kremi,cara infeksi cacing ascaris lumbricoides,cara infeksi cacing ancylostoma duodenale,infeksi cacing tambang adalah,pengobatan infeksi cacing ascaris lumbricoides,infeksi cacing menyebabkan anemia,obat infeksi cacing ancylostoma braziliense,infeksi cacingan pada anak,infeksi cacing kremi pada anak,infeksi cacing tambang penyebab anemia,bentuk infeksi cacing pita,bagaimana infeksi cacing,infeksi cacing pada balita
Ilustrasi.

Teradapat tiga jenis cacing berlainan yang dapat masuk ke tubuh manusia dan menyebabkan infeksi, yakni cacing kremi (Enterobius vermicularis), cacing gelang (Ascaris lumbricouides) dan cacing tambang (Ancylosstoma duodenale, Necator americanus). Dari ketiga jenis cacing tersebut dapat menginfeksi manusia dengan cara masuk ke dalam tubuh sejak berbentuk telur atau larva.

Infeksi cacing kremi (Enterobius vermicularis)

Telur cacing kremi atau Enterobius vermicularis dapat kita temukan di mana saja: di tanah, di permukaan sprei atau karpet di rumah, di pakaian, atau di dalam udara yang Anda hirup sekalipun. Jika ttelur tersebut tertelan atau terhirup dan masuk ke dalam tubuh, telur cacing ini dapat tumbuh dan menyebabkan gejala infeksi cacingan khususnya pada anak-anak.

Telur cacing kremi yang tertelan atau terhirup masuk ke tubuh dapat tumbuh hingga menjadi cacing dewasa dan berkembang biak di dalam usus manusia. Cacing kremi betina akan mengeluarkan telur-telurnya pada anus, peletakkanya biasanya pada malam hari.

Infeksi cacing gelang (Ascaris lumbricouides)

Spesies cacing gelang Ascaris lumbricouides ini dapat menimbulkan gejala infeksi pada usus halus manusia. Menurut data dan penelitian Badan Kesehatan Dunia WHO, 10% dari total populasi dunia pernah mengalami infeksi cacing gelang yang disebut askariasis ini. Kasus cacingan yang disebabkan oleh ascaris ini umumnya banyak terjadi di negara-negara berkembang, di mana tingkat sanitasi dan kebersihan lingkungan masih rendah dan belum memadai.

Jika tertelan masuk kedalam tubuh dapat menginfeksi usus, penderita askariasis akan merasakan gejala seperti mual, muntah, diare, nyeri perut, dan kehilangan nafsu makan. Pada kasus yang lebih berat, infeksi Ascaris lumbricouides juga dapat menyebabkan turunnya berat badan hingga malnutrisi pada anak.

Infeksi cacing tambang (Ancylosstoma duodenale, Necator americanus)

Dua spesies cacing tambang yang paling sering ditemukan dalam menginfeksi manusia,  yaitu Ancylosstoma duodenale dan Necator americanus, masuk ke tubuh manusia dalam bentuk larva yang dapat menembus kulit.

Infeksi cacing ini mula-mula masuk melalui kulit Anda atau si kecil ketika bersentuhan dengan tanah yang terkontaminasi larva cacing tambang. Jika cacing ini berhasil menembus kulit, ia akan menyisakan tanda berupa ruam merah yang gatal. Selain itu cacing tambang dapat menginfeksi paru-paru, kulit, usus halus dan menyebabkan beragam gejala sesuai organ yang terinfeksi.

Ketiga jenis cacing yang sudah disebutkan di atas tidak hanya menjadi parasit di tubuh manusia saja. Hewan-hewan peliharaan seperti anjing, kucing, atau hewan ternak sapi dan kambing pun dapat menjadi inang dan melanjutkan perpindahan cacing ke manusia. Untuk menghindari risiko infeksi cacing, rutin periksakan diri Anda dan keluarga ke dokter setiap enam bulan sekali. 

PENTING Terimakasih sudah berkunjung ke website Kami. Untuk yang mengambil artikel dari website Kami, dimohon untuk mencantumkan sumber pada tulisan / artikel yang Anda muat. Terimakasih atas kunjungannya. Terimakasih atas kunjungannya. Kerjasama media pubhlikasi, kirim e mail ke : laboratorium.medik@gmail.com

Contact Form

Name

Email *

Message *

Info Lainnya