-->
Menu

Batu Empedu Bisa Ditembak dan Mitos Seputar Batu Empedu Lainnya

Saturday, April 4, 2020

Tingkat kesadaran masyarakat terhadap penyakit batu empedu ini masih sangat rendah. Tidak sedikit masyarakat beranggapan kelainan yang muncul akibat batu empedu sebagai sakit maag biasa karena gejalanya memang mirip. Baru setelah general check up masalah ini terungkap. 


Mitos : Batu empedu bisa dihilangkan dengan bantuan pengobatanalternatif atau bantuan paranormal.

Fakta : pernyataan itu sama sekali tidak benar. Tidak mungkin dapat dikeluarkan hanya dengan tindakan yang dilakukan paranormal. Banyak pasien yang datang ke dokter, mengaku sudah dilakukan pengambilan batu oleh dukun. Ternyata saat dilakukan USG ulang batu masih tetap berada dalam kantung empedu. Walaupun pasien mengatakan melihat batu saat dikeluarkan dukun dan melihat proses yang berdarah.

Mitos : obat-obatan diet untuk menguruskan berat badan dapat menyebabkan terjadinya batu empedu
Fakta : diet keras untuk menurunkan berat badan dengan cepat dapat meningkatkan kekentalan cairan empedu, sehingga lebih rentan mengalami batu empedu.

Mitos : terapi herbal seperti kumis kucing, jus apel, alang-alang, sambiloto bisa mengeluarkan batu empedu.

Fakta : belum ada penelitian yang menjelaskan bahwa obat-obat tersebut bisa mengeluarkan batu empedu. Biasanya terapi ini digunakan berdasarkan pengalaman dari seseorang yang sudah pernah mencoba. Pengobatan mengatasi batu dengan obat hanya bisa dilakukan pada batu jenis kolesterol. 

Mitos : penderita batu empedu, keluhan akan timbl bila mengonsumsi banyak lemak

Fakta : makan banyak mengandung lemak, akan banyak menyebabkan kantong empedu berkontraksi sehingga batu empedu dapat terlepas dari kantong empedu dan menyebabkan kolik atau rasa sakit yang hebat.

Mitos : batu empedu bisa dihilangkan dengan cara ditembak/diobati seperti sinar laser, sebagaimana batu ginjal atau saluran kemih

Fakta : ada yang menganggap batu empedu bisa dihilangkan dengan cara ditembak/diobati seperti sinar laser, sebagaimana batu ginjal atau saluran kemih. Diluar negeri hal itu bisa dilakukan dengan teknis yang dikenal dengan ESWL (extracorporeal shock wave lithotripsy) atau penembakan batu empedu seperti yang dilakukan pada batu ginjal.  Tindakan itu hanya dilakukan batu batu tunggal dan berukuran kecil, yang diketahui sudah menyankut, terfiksasi di ujung saluran. Karena risikonya yang besar, maka tindakan itu tidak dianjurkan. Melakukannya tidaklah mudah, sebab saluran empedu berukuran kecil, beda dengan saluran ureter pada ginjal. Apalagi batu empedu relative lebih mobile (mudah berpindah) sehingga sulit ditembak. Salah melakukan tindakan, malah bisa berakibat fatal. 

TIPS MENGHINDARI BATU EMPEDU

Ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk menghindari terjadinya batu empedu.  Diantaranya ;
  • Waspada terhadap infeksi saluran cerna, diketahui bahwa di Indonesia, penyebab paling sering terjadinya batu adalah infeksi. Bila terdapat infeksi di saluran cerna, misalnya ada diaere, disentri, tifus dan kalau ada radang di usus besar, radang usus buntu atau liver, harus ditanganni dengan tuntas. Seringkali pendertia merasa nyaman jika gejala suda hilangm dan tidak meneruskan pengobatan, padahal bisa jadi kuman masih ada, hanya berdiam diri. Kondisi ini misalnya terjadi pada penyakit tifus. 
  • Gaya hidup juga harus diubah, dengan mengurangi konsumsi lemak, santan, atau goring-gorengan. Perbanyak makan buah, sayuran dengan kandungan serat tinggi yang snagat dibutuhkan oleh tubuh. 
  • Mempertahankan berat badan ideal juga merupakan salah satu strategi. Caranya dengan diet dan berolahraga teratur. 
  • Hindari “crash diet”. Mengurangi asupan makanan secara drastic. Jikaingin menurunkan berat badan, cobalah secara bertahap dan sistematis. 


Sumber : 
  1. Majalah Kesehatan Keluarga Dokter Kita 
PENTING : Terimakasih sudah berkunjung ke website infolabmed.com. Jika Anda mengutip dan atau mengambil keseluruhan artikel dalam websit ini, mohon untuk selalu mencantumkan sumber pada tulisan / artikel yang telah Anda buat. Kerjasama/media partner : laboratorium.medik@gmail.com.
DONASI INFOLABMED Bantu berikan donasi jika artikelnya dirasa bermanfaat. Donasi akan digunakan untuk memperpanjang domain www.infolabmed.com. Terima kasih.

Contact Form

Name

Email *

Message *