Crossmatch Pada Transfusi Darah ; Metode Gel test, Prinsip, Cara Kerja dan Interpretasi Hasil

Table of Contents
Crossmatch Pada Transfusi Darah ; Metode Gel test, Prinsip, Cara Kerja dan Interpretasi Hasil. Dalam transfusi medis, cross-matching atau crossmatching adalah prosedur yang dilakukan sebelum transfusi darah untuk menentukan apakah darah donor sesuai (atau tidak kompatibel) dengan darah penerima. Kompatibilitas ditentukan melalui pencocokan sistem golongan darah yang berbeda, yang paling penting adalah sistem ABO dan Rh, dan / atau dengan langsung menguji keberadaan antibodi terhadap sampel darah donor atau jaringan lain.
Crossmatch Pada Transfusi Darah 

Crossmatch merupakan suatu pemeriksaan uji cocok serasi antara darah donor dan darah pasien. Pemeriksaan crossmatch dilakukan untuk mencegah adanya reaksi transfusi dan untuk mengetahui reaksi darah donor dengan darah pasien di BDRS (Bank Darah Rumah Sakit). 

Prosedur Pemeriksaan Crossmatch (Pre Analitik, Analitik dan Post Analitik)

Metode : gel test (aglutinasi)
Prinsip: antibodi yang terdapat dalam serum/plasma, bila direaksikan dengan antigen pada sel darah merah, dan diinkubasi pada suhu 30 oC selama 15 menitdan dengan penambahan anti monoglobulin akan terjdi reaksi aglutinasi.

Tujuan: Untuk mendeteksi kecocokan darah pasien dan darah donor.

Alat dan Bahan
  • Mikropipet
  • Gunting
  • Rak tabung 
  • Sentrifuge
  • Incubator
  • Tabung reaksi
  • Saline 
  • Gel test

Prosedur :
1. Membuat suspensi sel pasien dan donor:
  • Memasukan 0,5 ml Dil/saline kedalam tabung
  • Ambil 5 µl PRC atau WB, massukan kedalam tabung.
  • Campur dan homogenkan suspensi.

2. Ambil liss/Coombs Card
  • Mayor: 50 µl Suspensi Sel  Donor + 25 µl serum pasien
  • Minor : 50 µl suspensi sel pasien + 25 µl serum donor
  • Autokontrol: 50 µl suspensi sel pasien + 25 µl serum pasien.
  • Homogenkan dengan menggunakan jari.
  • Memasukan kedalam inkubator 37 oC selama 15 menit.
  • Memasukan kedalam sentrifuge, selama 10 menit
  • Baca reaksi aglutinasi yang terdapat dalam sampel.
3. Pemeriksaan DCT (direct coombs test)
  • Membuat suspensi sel pasien
  • Ambil liss/coombs card, tandai dengan identitas pasien
  • Masukan 50 µlsuspensi sel pasien
  • Masukan kedalam sentrifuge 
  • Baca reaksi yang terjadi.

Interpretasi Hasil :

Interpretasi hasil crossmatch transfusi bank darah 
Keterangan :
1. Crossmatch Mayor, Minor, Dan Ac = Negatif
  • Darah pasien cocok dengan darah donor
  • Darah dapat diberikan kepada pasien
2. Crossmatch Mayor = Positif, Minor = Negatif, AC = Negatif
     Periksa kembali golongan darah Os dan donor
  • Kemudian periksa DCT pada donor bila hasil positif maka darah donor tersebut harus disingkirkan karena akan selalu positif pada crossmatch mayor.
  • Apabila golongan darah sudah sama dan DCT donor negatif maka kemungkinan ada antibodi irreguler pada darah OS.
  • Ganti darah donor lakukan crossmacth lagi sampai didapat hasil crossmatch negatif.
  • Apabila tidak ditemukan hasil cossmatch yang compatible meskipun darah donor telah diganti maka harus dilakukan screening dan identifikasi antibodi pada serum  OS, dalam hal ini sampel darah dikirim ke UTD pembina terdekat.
3. Crossmatch Mayor = Negatif, Minor = Positif, Ac= Negatif
  • Terdapat antibodi irreguler pada serum atau plasma donor
  • Solusinya berikan PRC atau ganti dengan darah donor lain, bila yang diperlukan adalah plasma, trombosit, WB kemudian lakukan crossmatch lagi.
4. Crossmacth Mayor= Negatif, Minor = Positif, AC = Positif
  • Dilakukan combs test pada OS
  • Apabila DCT = Positif, hasil positif pada crossmacth minor dan AC berasal dari autoantibodi.
  • Apabila derajat positif pada minor sama atau lebih kecil dibandingan derajat positif pada AC atau DCT, berikan PRC. 
  • Apabila derajat positif pada minor lebih besar dibandingkan derajat positif pada AC atau DCT, darah tidak boleh dikeluarkan. Ganti darah donor, lakukan crossmatch lagi sampai ditemukan positif pada minor sama atau lebih kecil dibandin AC atau DCT.
5. Crossmacth Mayor, Minor, dan AC = Positif.
  • Periksa ulang golongan darah OS maupun Donor baik dengan cell grouphing maupun back typing, pastikan tidak ada kesalahan golongan darah.
  • Positif pada minor kemungkinan berasal dari autoantibodi pada OS.
  • Sedangakan positif pada mayor dapat disebabkan oleh irreguler antibodi pada serum OS.
  • Jika memungkinkan lanjutkan pemeriksaan dengan screening dan identifikasi antibodi.
Dapatkan buku "Pedoman Teknik Pemeriksaan Laboratorium Klinik Untuk Mahasiswa Ahli Teknologi Laboratorium Medik". Disusun oleh Gilang Nugraha, S.Si., M.Si, dkk. Pembelian Buku / Order via WA https://wa.me/6285862486502. Info selengkapnya tentang buku bisa dilihat disini : JUAL BUKU "Pedoman Teknik Pemeriksaan Laboratorium Klinik Untuk Mahasiswa Ahli Teknologi Laboratorium Medik" torium Medik"
PENTING : Terimakasih sudah berkunjung ke website infolabmed.com. Jika Anda mengutip dan atau mengambil keseluruhan artikel dalam websit ini, mohon untuk selalu mencantumkan sumber pada tulisan / artikel yang telah Anda buat. Kerjasama/media partner : laboratorium.medik@gmail.com.


Infolabmed
Infolabmed infolabmed.com merupakan kanal informasi tentang Teknologi Laboratorium Medik meliputi Materi Kuliah D3 dan D4, Informasi Seminar ATLM, Lowongan Kerja. Untuk dukung website infolabmed tetap aktif silahkan ikut berdonasi melalui DANA = 085862486502.