Hot News

Total Pageviews

Check Page Rank

Uji Gamma-Glutamil Transferase (GGT) (Serum) - Seri Pemeriksaan Laboratorium Klinik

Posted by On 5:58 AM


Enzim Gamma-Glutamil Transferase (Gamma Glutamyl Transferase, GGT) ditemukan terutama dalam hati dan ginjal, sementara kuantitas yang lebih rendah ditemukan dalam limpa, kelenjar prostat, dan otot jantung. GGPT merupakan uji yang sensitif untuk mendeteksi beragam jenis penyakit parenkim hepar (hati). Kadarnya dalam serum akan meningkat lebih awal dan akan tetap meningkat selama kerusakan sel tetap berlangsung.

Kadar tinggi GGT terjadi setelah 12 sampai 24 jam bagi orang yang minum alkohol dalam jumlah banyak, dan mungkin akan tetap meningkat selama 2 sampai 3 minggu setelah asupan  alkohol dihentikan. Beberapa program rehabilitas pecandu alkohol menggunakan kadar GGTP sebagai arahan saat merencanakan asuhan dikarenakan bagi pecandu alkohol.

Uji GGPT dipandang lebih sensitif untuk menentukan disfungsi hati daripada uji alkalin fosfatase (alkaline phosphatase, ALP).

Tujuan
  • Untuk mendeteksi keberadaan gangguan hepar.
  • untuk memantau kadar enzim GGT hati selama terjadi gangguan hati dan selama pengobatan yang diberikan.
  • Untuk membandingkan kadar enzim ini dengan kadar enzim hati yang lain guna mengidentifikasi disfungsi hati

Nilai Rujukkan 0 - 45 U/l (rata - rata keseluruhan)
DEWASA: Pria: 4 - 23 IU/l, 9 - 69 U/l pada suhu 37⁰C (Satuan SI). Wanita: 3 - 13 IU/l, 4 - 33 U/l pada suhu 37⁰C (Satuan SI). Nilai rujukkan berbeda antara institusi dan antarmetode yang digunakkan.
LANSIA: Sedikit lebih tinggi dari dewasa.

Prosedur
  • Kumpulkan 3 sampai 5 ml darah vena dalam tabung bertutup merah. Cegah hemolisis.
  • Tidak ada pembatasan asupan makanan atau minuman.

Faktor yang mempengaruhi Temuan Laboratorium
  • Obat fenotin dan barbiturat dapat menyebabkan uji GGT positif palsu. 
  • Asupan alkohol yang berlebih dan dalam jangka waktu lama dapat meningkatkan kadar GGT.
Masalah Klinis
PENINGKATAN KADAR: Sirosis hati, nekrosis hati akut dan subakut, alkoholisme, hepatitis akut dan kronis, kanker (hati, pankreas, prostat, payudara, ginjal, paru - paru, otak), mononukleosis infeksius, hemokromatosis (deposit zat besi dalam hati), diabetes melitus, hiperlipoproteinemia (tipe IV), MCI akut (hari ke empat), CHF, pankreatitis akut, epilepsi, sindrom nefrotik. Pengaruh Obat: Fenotin (Dilantin), fenobarbital, aminoglikosida, warfarin (Coumadin).

IMPLIKASI KEPERAWATAN DAN RASIONAL
PENINGKATAN KADAR
  • Bandingkan kadar GGT dengan kadar ALP, leusin aminopeptidase (leucine aminopeptidase, LAP), dan kadar alanin aminotransferase (SGPT atau ALT). Uji kadar GGT cenderung lebih sensitif dalam mendeteksi disfungsi hati dibandingkan dengan uji yang lainnya.
  • Laporkan pada pemberi layanan kesehatan jika klien mengkonsumsi fenotin atau fenobarbital saat pengujian dilakukan. Pengobatan tersebut biasanya tidak dapat ditangguhkan. Catat dalam formulir laboratorium mengenai nama obat (yang dapat mempengaruhi kadar GGT) dan dosis yang dikonsumsi klien.
  • Kaji diet klien.
  • Amati untuk menemukan tanda dan gejala kerusakan hati, mis., gelisah, ikterik, kedutan, tremor seperti gerakan mengepak-ngepak, spider angioma, kecenderungan perdarahan (mimisan dan perdarahan perektal), purpura, asites, dan lain - lain.

PENYULUHAN KLIEN
  • Anjurkan klien mempertahankan diet yang seimbang (cukup protein dan karbohidrat).
  • Anjurkan klien yang memiliki masalah penggunaan alkohol untuk ikut serta dalam Alcoholic Anonymous atau program rehabilitasi.


PENTING : Terimakasih sudah berkunjung ke website Kami. Untuk yang mengambil artikel dari website Kami, dimohon untuk mencantumkan sumber pada tulisan / artikel yang Anda muat. Terimakasih atas kunjungannya.

Sumber : 
  1. LeFever Ke, Joyce. 2002. Pedoman Pemeriksaan Laboratorium & Diagnostik ; Edisi 6. Hal : 194 - 195. Cetakan 2017. EGC ; Jakarta


Next
« Prev Post
Previous
Next Post »