PATELKI Kepulauan Seribu: Webinar Nasional Penting Untuk Profesional Laboratorium Medis
INFOLABMED.COM - Dalam lanskap kesehatan yang terus berkembang, pembaruan pengetahuan dan keterampilan menjadi sebuah keniscayaan, terutama bagi para profesional di bidang laboratorium medis. Menyadari hal ini, Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Persatuan Ahli Teknologi Laboratorium Medis Indonesia (PATELKI) Kepulauan Seribu, berkolaborasi apik dengan Lembaga Pendidikan Profesi dan Pelatihan (LPPP) Laboratorium Medik Utama, sukses menggelar sebuah Webinar Nasional yang tak hanya informatif, tetapi juga sangat krusial.
Acara ini secara khusus didedikasikan untuk menggali lebih dalam mengenai salah satu ancaman kesehatan yang semakin relevan, yakni "Emerging Hantavirus Disease". Webinar ini hadir dengan tujuan mulia untuk membekali para tenaga kesehatan, khususnya para ahli teknologi laboratorium medis, dengan pemahaman terkini seputar epidemiologi, metode diagnosis klinis yang akurat, hingga teknologi pemeriksaan laboratorium berbasis molekuler yang canggih.
Sebagai bukti keseriusan dan kualitasnya, acara ini telah resmi mendapatkan pengakuan berupa Akreditasi Madya dengan nomor Surat Keputusan Akreditasi: 51604/F.V/REG-KT.03.02/2026, menegaskan bahwa setiap materi yang disajikan telah melalui tinjauan ketat oleh badan profesional yang berwenang.
Memahami Hantavirus: Ancaman yang Perlu Diwaspadai
Hantavirus, sebuah genus virus dari famili Hantaviridae, telah lama menjadi perhatian para ilmuwan dan praktisi kesehatan global. Penyakit yang disebabkan oleh infeksi hantavirus, yang dikenal sebagai Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) di Amerika dan Hemorrhagic Fever with Renal Syndrome (HFRS) di Asia dan Eropa, dapat bermanifestasi dalam berbagai bentuk yang serius, bahkan mengancam jiwa.
Penularan virus ini umumnya terjadi melalui paparan terhadap urin, feses, atau air liur hewan pengerat yang terinfeksi, seperti tikus dan mencit. Meskipun Indonesia secara geografis berada di wilayah yang berbeda dengan hotspot tradisional Hantavirus, laporan mengenai kasus yang teridentifikasi dan potensi penularannya tidak dapat diabaikan begitu saja.
Oleh karena itu, pemahaman mendalam mengenai epidemiologi hantavirus, termasuk bagaimana virus ini menyebar, populasi mana yang paling berisiko, dan faktor-faktor lingkungan yang memengaruhinya, menjadi sangat esensial. Webinar yang diselenggarakan oleh PATELKI Kepulauan Seribu ini secara spesifik mengupas tuntas aspek-aspek ini, memberikan gambaran komprehensif tentang bagaimana ancaman hantavirus dapat muncul dan berkembang di berbagai wilayah, termasuk potensi kemunculannya di Indonesia.
Diskusi yang dipandu oleh para pakar terkemuka ini diharapkan dapat meningkatkan kewaspadaan dini dan kesiapan tenaga kesehatan dalam menghadapi kemungkinan munculnya kasus hantavirus di tanah air. Memahami pola penyebaran geografis, reservoir hewan, serta rute transmisi adalah kunci pertama dalam strategi pencegahan dan pengendalian penyakit ini.
Diagnosis Klinis dan Pemeriksaan Laboratorium Berbasis Molekuler: Kunci Akurasi Diagnosis PATELKI Kepulauan Seribu
Salah satu pilar utama dalam penanggulangan penyakit infeksi adalah kemampuan untuk mendiagnosisnya secara cepat dan akurat. Hantavirus, dengan manifestasi klinisnya yang terkadang mirip dengan penyakit lain, menuntut pendekatan diagnosis yang cermat.
Webinar ini secara mendalam membahas karakteristik dan manifestasi klinis hantavirus, membantu para peserta mengenali gejala-gejala awal yang mungkin muncul. Lebih dari itu, webinar ini memperkenalkan dan mengulas secara ekstensif metode pemeriksaan laboratorium yang mutakhir, khususnya yang berbasis molekuler.
Teknologi molekuler, seperti Polymerase Chain Reaction (PCR), telah merevolusi diagnosis penyakit infeksi. Kemampuannya untuk mendeteksi materi genetik virus bahkan dalam jumlah yang sangat kecil menjadikan metode ini sebagai standar emas untuk diagnosis hantavirus yang sensitif dan spesifik.
Pemateri ahli, Subangkit, M.Biomed, akan membagikan pengetahuannya mengenai bagaimana pemeriksaan laboratorium berbasis molekuler dilakukan untuk mendeteksi hantavirus, mulai dari tahap pra-analitik, analitik, hingga pasca-analitik. Hal ini sangat penting bagi para teknolog laboratorium medis agar dapat menerapkan prosedur standar, memastikan keakuratan hasil, dan menginterpretasikan temuan dengan benar.
Dengan menguasai teknik-teknik molekuler terkini, para profesional laboratorium medis dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam diagnosis dini, yang berujung pada penanganan pasien yang lebih efektif dan pengendalian penyebaran penyakit yang lebih baik. Diskusi ini juga menekankan pentingnya pemahaman mendalam mengenai sensitivitas dan spesifisitas metode yang digunakan, serta interpretasi hasil dalam konteks klinis.
Memastikan Kualitas dan Keamanan: Pemantapan Mutu dan Biosafety PATELKI Kepulauan Seribu
Keakuratan hasil laboratorium tidak hanya bergantung pada kecanggihan teknologi, tetapi juga pada sistem pemantapan mutu (quality assurance) dan penerapan standar keselamatan kerja yang ketat. Dalam konteks pemeriksaan penyakit hantavirus yang berpotensi berbahaya, aspek ini menjadi sangat krusial.
Webinar ini secara khusus mengalokasikan sesi untuk membahas pemantapan mutu laboratorium pada pemeriksaan penyakit hantavirus berbasis molekuler. Para peserta akan diajak memahami berbagai parameter mutu yang perlu dipantau, mulai dari validasi metode, kontrol kualitas internal dan eksternal, hingga manajemen risiko.
Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa setiap hasil pemeriksaan yang dikeluarkan oleh laboratorium memiliki tingkat reliabilitas dan validitas yang tinggi, sehingga dapat diandalkan oleh klinisi dalam pengambilan keputusan medis. Selain itu, isu biosafety dan biosecurity laboratorium juga menjadi sorotan penting.
Dr. Nike Susanti, S.Si., akan memaparkan prinsip-prinsip dasar dan praktik terbaik dalam penerapan biosafety (perlindungan terhadap personel laboratorium dan lingkungan dari paparan agen biologis berbahaya) dan biosecurity (perlindungan terhadap agen biologis dari penyalahgunaan atau pelepasan yang tidak disengaja).
Pemahaman dan penerapan standar ini sangat vital untuk mencegah insiden yang tidak diinginkan, baik yang bersifat accidental maupun intentional, yang dapat membahayakan keselamatan pekerja laboratorium, masyarakat, dan lingkungan. PATELKI Kepulauan Seribu melalui webinar ini menunjukkan komitmennya untuk tidak hanya meningkatkan kompetensi teknis, tetapi juga untuk membangun budaya keselamatan dan kualitas yang kuat di setiap fasilitas laboratorium medis.
Mengatasi Tantangan dan Mengembangkan Kapasitas Bersama PATELKI Kepulauan Seribu
Webinar Nasional yang digagas oleh PATELKI Kepulauan Seribu ini tidak hanya berhenti pada penyampaian materi, tetapi juga membuka ruang diskusi interaktif yang berharga. Acara yang dijadwalkan pada Minggu, 12 Juli 2026, mulai pukul 08:00 hingga 14:00 WIB, diselenggarakan secara daring melalui platform Zoom dan Youtube, memudahkan partisipasi dari berbagai lokasi.
Dengan biaya investasi yang terjangkau, mulai dari Rp 25.001,- untuk mahasiswa, Rp 35.001,- untuk Tenaga TLM/NAKES lainnya, hingga Rp 75.001,- untuk dokter dan dokter spesialis, acara ini sangat aksesibel. Pembayaran dapat dilakukan melalui transfer ke Bank BNI nomor rekening 1816793176 atas nama DPW PATELKI DKI Jakarta.
Penting bagi peserta untuk memiliki akun SATU SEHAT SDMK atau PLATARAN SEHAT untuk keperluan validasi Satuan Kredit Poin (SKP), yang merupakan salah satu keunggulan webinar ini karena telah terakreditasi Madya. Mengingat kuota yang terbatas hanya untuk 300 peserta, disarankan untuk segera melakukan pendaftaran melalui barcode registrasi yang tersedia atau tautan https://bit.ly/WebinarHantavirus.
Validasi SKP juga akan difasilitasi melalui QR Validasi SKP. Untuk informasi lebih lanjut, jangan ragu menghubungi Indri di 085781495837, melalui Instagram @patelkidpc_kep1000, atau email patelkidpcpulau1000@gmail.com.
Dengan mengikuti webinar ini, para profesional laboratorium medis di Kepulauan Seribu dan sekitarnya, serta seluruh Indonesia, berkesempatan emas untuk meningkatkan wawasan, memperdalam keterampilan diagnostik, dan memperkuat komitmen terhadap standar kualitas dan keselamatan dalam praktik sehari-hari. PATELKI Kepulauan Seribu terus berupaya menjadi garda terdepan dalam pengembangan sumber daya manusia di bidang laboratorium medis.

Post a Comment