Lebih Dari 150 Warga Michigan Terjangkit Parasit Cyclospora: Wabah Meluas Di Tujuh Kabupaten
![]() |
| Sumber gambar : https://www.cdc.gov/dpdx/cyclosporiasis/index.html |
INFOLABMED.COM - Wabah penyakit gastrointestinal yang disebabkan oleh parasit Cyclospora cayatenensis dilaporkan meluas di tujuh kabupaten di Michigan tenggara, Amerika Serikat. Hingga kini, lebih dari 150 orang dilaporkan terjangkit penyakit ini, memicu kekhawatiran di kalangan otoritas kesehatan setempat.
Kasus pertama teridentifikasi pada tanggal 22 Juni, dan dalam delapan hari berikutnya, puluhan kasus tambahan muncul di Kabupaten Monroe, Lenawee, Washtenaw, Wayne, Livingston, Shiawassee, dan Jackson. Juru bicara Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan Michigan (MDHHS), Lynn Sutfin, menyatakan bahwa pihaknya bekerja sama dengan departemen kesehatan lokal untuk menyelidiki peningkatan kasus yang mendadak dan besar ini, serta mengidentifikasi sumber paparan yang umum.
"MDHHS sedang berkoordinasi dengan departemen kesehatan lokal di Michigan tenggara untuk menyelidiki lonjakan kasus Cyclospora yang tiba-tiba dan besar, serta mengidentifikasi sumber paparan yang umum," kata Sutfin. "Departemen ini mengoordinasikan investigasi multi-yurisdiksi, membantu dalam wawancara kasus. Hingga saat ini, sumbernya belum teridentifikasi."
Cyclosporiasis merupakan penyakit yang disebabkan oleh parasit mikroskopis Cyclospora cayatenensis. Penyakit ini menyebar ketika seseorang mengonsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi oleh tinja yang mengandung parasit tersebut.
Parasit ini menginfeksi usus kecil dan dapat menyebabkan diare berair dengan gerakan usus yang sering, terkadang disertai dengan dorongan yang kuat. Gejala lain yang dilaporkan termasuk hilangnya nafsu makan, penurunan berat badan, kram perut dan kembung, mual, demam ringan, serta muntah meskipun lebih jarang terjadi dibandingkan gejala lainnya.
Penyakit ini dapat diobati dengan antibiotik, namun jika tidak ditangani, dapat berlangsung berminggu-minggu hingga berbulan-bulan dan dapat kambuh.
Penyelidikan Intensif dan Identifikasi Sumber
MDHHS telah mengeluarkan peringatan kesehatan kepada para penyedia layanan medis mengenai wabah ini. Departemen ini juga berbagi detail investigasi dengan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat serta Departemen Pertanian dan Pembangunan Pedesaan Michigan.
Sutfin menyarankan individu yang khawatir tentang gejala penyakit gastrointestinal mendadak untuk segera menghubungi penyedia layanan kesehatan.
"Individu yang khawatir tentang penyakit gastrointestinal mendadak harus menghubungi penyedia layanan kesehatan," ujar Sutfin. "Individu yang mengalami diare atau muntah didorong untuk tetap terhidrasi, terutama selama suhu tinggi yang diperkirakan minggu ini."
Parasit Cyclospora cayatenensis umumnya ditemukan di negara-negara berkembang, namun dalam beberapa tahun terakhir, wabah juga terjadi di Amerika Serikat ketika orang mengonsumsi produk segar yang terkontaminasi, terutama selama bulan-bulan musim panas. Michigan biasanya mengidentifikasi sekitar 50 kasus Cyclosporiasis per tahun.
Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan dengan yang dilaporkan saat ini, menunjukkan adanya situasi yang tidak biasa.
Menurut Departemen Kesehatan Kabupaten Monroe, hingga Selasa, 30 Juni, mereka telah mencatat 67 kasus di wilayah mereka, dan jumlah tersebut terus bertambah. Dari 67 kasus yang diketahui di Kabupaten Monroe, 14 orang dilaporkan harus menjalani rawat inap.
Kepala kesehatan di Kabupaten Monroe, Breauna Dungey, mengonfirmasi bahwa investigasi sedang dilakukan untuk mengidentifikasi potensi sumber paparan yang sama.
Langkah Pencegahan dan Perlindungan Diri
Menghadapi situasi yang mengkhawatirkan ini, para pemimpin kesehatan di Kabupaten Monroe memberikan imbauan kepada masyarakat untuk melindungi diri dari infeksi Cyclospora. Langkah-langkah pencegahan ini sangat krusial untuk memutus rantai penularan dan mencegah penyebaran lebih lanjut.
Beberapa langkah pencegahan yang ditekankan antara lain:
Menghindari konsumsi makanan atau air yang berpotensi terkontaminasi tinja. Ini termasuk memastikan kebersihan sumber air dan menghindari makanan yang tidak diolah dengan benar. * Mencuci semua buah dan sayuran secara menyeluruh di bawah air mengalir sebelum dikonsumsi, dipotong, atau dimasak.
Kebiasaan ini sangat penting, terutama untuk produk yang dikonsumsi mentah. * Menggosok buah dan sayuran, seperti melon dan mentimun, dengan sikat produk yang bersih. Ini membantu menghilangkan kotoran atau residu yang mungkin menempel di permukaan.
Membuang bagian yang rusak atau memar pada buah dan sayuran sebelum persiapan dan konsumsi. Bagian yang rusak dapat menjadi tempat berkembang biaknya bakteri atau parasit.
Mendinginkan buah dan sayuran yang sudah dipotong, dikupas, atau dimasak sesegera mungkin, idealnya dalam waktu dua jam setelah disiapkan. Penyimpanan yang tepat di lemari es mencegah pertumbuhan mikroorganisme.
Otoritas kesehatan terus berupaya keras untuk melacak sumber pasti dari wabah ini, namun sambil menunggu hasil investigasi, tindakan pencegahan individu yang konsisten adalah garis pertahanan terpenting bagi masyarakat untuk tetap sehat dan aman dari infeksi Cyclospora.
FAQ (Tanya Jawab)
Apa itu Cyclosporiasis dan bagaimana cara penularannya? Cyclosporiasis adalah penyakit gastrointestinal yang disebabkan oleh parasit mikroskopis Cyclospora cayatenensis. Penularan terjadi ketika seseorang mengonsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi oleh tinja yang mengandung parasit ini.
Apa saja gejala umum Cyclosporiasis? Gejala utamanya adalah diare berair yang sering, kadang-kadang disertai dorongan buang air besar yang kuat. Gejala lain termasuk hilangnya nafsu makan, penurunan berat badan, kram perut, kembung, mual, dan demam ringan.
Bagaimana Cyclosporiasis diobati? Penyakit ini dapat diobati dengan antibiotik. Namun, jika tidak diobati, gejalanya bisa berlangsung berminggu-minggu hingga berbulan-bulan dan dapat kambuh.
Bagaimana cara mencegah infeksi Cyclospora? Langkah pencegahan meliputi mencuci buah dan sayuran secara menyeluruh, menghindari makanan atau air yang terkontaminasi tinja, serta menjaga kebersihan diri. Menggosok produk dengan sikat yang bersih dan membuang bagian yang rusak juga disarankan.
Apakah produk segar selalu berisiko terkontaminasi? Produk segar, terutama yang dikonsumsi mentah, bisa menjadi sumber kontaminasi jika terkontaminasi oleh tinja yang mengandung parasit Cyclospora. Penting untuk selalu mencuci dan membersihkan produk dengan benar sebelum dikonsumsi.

Post a Comment