Sampel Ditolak? Ini 7 Kesalahan Pra-Analitik yang Sering Dilakukan ATLM (dan Cara Menghindarinya!)
INFOLABMED.COM - Dalam dunia laboratorium medik, tahap pra-analitik merupakan fase paling krusial yang menentukan kualitas hasil pemeriksaan. Ironisnya, sebagian besar kesalahan justru terjadi pada tahap ini.
Dampaknya tidak main-main—mulai dari hasil yang tidak akurat hingga penolakan sampel yang berujung pada pengambilan ulang spesimen.
Baca Juga: Kesalahan Pra-Analitik pada Pemeriksaan Campak yang Harus Dihindari Agar Hasil Tidak Menyesatkan
Bagi Ahli Teknologi Laboratorium Medik (ATLM), memahami kesalahan pra-analitik bukan hanya soal teori, tapi juga praktik yang berdampak langsung pada keselamatan pasien.
Berikut 7 kesalahan pra-analitik yang paling sering terjadi—dan cara cerdas untuk menghindarinya.
1. Identifikasi Pasien yang Tidak Tepat
Kesalahan identifikasi masih menjadi penyebab utama sampel ditolak.
Misalnya, label tidak sesuai dengan identitas pasien atau bahkan tertukar.
Cara Menghindari: Selalu lakukan identifikasi dengan minimal dua parameter (nama lengkap dan tanggal lahir/nomor rekam medis). Jangan pernah melabeli tabung sebelum pengambilan sampel.
2. Teknik Flebotomi yang Tidak Sesuai
Teknik pengambilan darah yang salah dapat menyebabkan hemolisis, kontaminasi, atau volume sampel yang tidak adekuat.
Cara Menghindari: Gunakan teknik flebotomi yang benar, pilih ukuran jarum yang sesuai, dan hindari penarikan plunger terlalu cepat.
3. Urutan Tabung yang Salah (Order of Draw)
Kesalahan urutan pengambilan tabung dapat menyebabkan kontaminasi aditif antar tabung.
Cara Menghindari: Pahami dan terapkan urutan tabung sesuai standar (misalnya CLSI guideline) untuk menjaga integritas sampel.
4. Volume Sampel Tidak Sesuai
Volume yang kurang atau berlebih dapat memengaruhi rasio antikoagulan dan spesimen, sehingga hasil menjadi tidak valid.
Cara Menghindari: Pastikan volume darah sesuai dengan tanda batas pada tabung, terutama untuk pemeriksaan koagulasi.
5. Penanganan Sampel yang Tidak Tepat
Sampel yang tidak segera diproses atau disimpan pada suhu yang salah dapat mengalami degradasi.
Cara Menghindari: Ikuti prosedur penyimpanan dan transportasi sampel sesuai jenis pemeriksaan, seperti menjaga suhu dan waktu pengiriman.
6. Hemolisis Akibat Kesalahan Teknis
Hemolisis sering terjadi akibat teknik yang buruk, seperti penggunaan jarum terlalu kecil atau pengocokan tabung yang terlalu kuat.
Cara Menghindari: Gunakan jarum dengan ukuran tepat dan lakukan inversi tabung secara perlahan, bukan dikocok.
7. Waktu Pengambilan yang Tidak Tepat
Beberapa parameter laboratorium dipengaruhi oleh waktu pengambilan, seperti hormon atau kadar glukosa.
Cara Menghindari: Perhatikan waktu pengambilan sesuai indikasi klinis dan instruksi pemeriksaan (misalnya puasa atau waktu tertentu).
Kenapa Pra-Analitik Itu Sangat Penting?
Tahap pra-analitik menyumbang hingga 60–70% kesalahan dalam proses laboratorium.
Artinya, kualitas hasil bukan hanya ditentukan oleh alat canggih, tetapi juga oleh ketelitian dan kompetensi ATLM dalam menangani sampel sejak awal.
Kesalahan kecil bisa berdampak besar—mulai dari diagnosis yang salah hingga terapi yang tidak tepat.
Menjadi ATLM bukan sekadar menjalankan prosedur, tetapi juga memastikan setiap langkah dilakukan dengan presisi tinggi.
Baca Juga: Akar Masalah Hasil Lab: Mengenal dan Mencegah Kesalahan Pra Analitik di Laboratorium Kesehatan
Dengan memahami dan menghindari 7 kesalahan pra-analitik ini, kualitas layanan laboratorium dapat meningkat secara signifikan.
Ingat, sampel yang baik adalah kunci dari hasil yang akurat.
Follow Media Sosial Infolabmed.com melalui chanel Telegram Klik di sini, Facebook Kunjungi halaman, Twitter/X Follow sekarang. Berikan DONASI terbaikmu untuk perkembangan website infolabmed.com melalui Donasi via DANA Dukung di sini.

Post a Comment