Deteksi Gardnerella vaginalis dan Jamur pada Swab Vagina: Pendekatan Mikroskopis dan Klinis
INFOLABMED.COM - Pemeriksaan swab vagina merupakan salah satu prosedur penting dalam laboratorium mikrobiologi klinik untuk mendeteksi penyebab infeksi pada saluran reproduksi wanita.
Dua penyebab yang paling sering ditemukan adalah bakteri Gardnerella vaginalis dan jamur, terutama Candida spp.
Baca Juga: Metode Pelaporan Gram-Stained Vaginal Smears untuk Mendiagnosis Bacterial Vaginosis dan Vaginitis
Pendekatan mikroskopis yang tepat, dikombinasikan dengan interpretasi klinis, sangat membantu dalam menegakkan diagnosis seperti bacterial vaginosis dan kandidiasis vaginalis.
Apa Itu Gardnerella vaginalis dan Jamur Vagina?
Gardnerella vaginalis
Gardnerella vaginalis adalah bakteri anaerob fakultatif yang berperan dalam terjadinya bacterial vaginosis (BV), yaitu kondisi ketidakseimbangan flora normal vagina.
Jamur (Candida spp.)
Jamur yang paling umum ditemukan adalah Candida albicans, penyebab utama kandidiasis vaginalis, infeksi yang ditandai dengan keputihan kental dan rasa gatal.
Prinsip Pemeriksaan Swab Vagina
Pemeriksaan dilakukan berdasarkan identifikasi mikroorganisme melalui:
- Pemeriksaan mikroskopis langsung
- Pengecatan Gram
- Pemeriksaan KOH (Kalium Hidroksida)
Tujuannya adalah untuk melihat morfologi mikroorganisme serta perubahan sel epitel.
Metode Deteksi Mikroskopis
1. Pengecatan Gram
Metode ini digunakan untuk:
- Mengidentifikasi bakteri gram positif dan gram negatif
- Menilai keseimbangan flora normal
Ciri khas Gardnerella vaginalis:
- Bakteri gram variabel
- Ditemukan pada permukaan sel epitel
Clue Cell
Clue cell adalah sel epitel vagina yang permukaannya tertutup bakteri sehingga tampak berbintik atau kasar di bawah mikroskop.
Clue cell merupakan indikator utama bacterial vaginosis.
2. Pemeriksaan KOH 10%
Digunakan untuk mendeteksi jamur:
- KOH melarutkan sel epitel sehingga struktur jamur terlihat jelas
- Terlihat hifa atau pseudohifa serta spora
Ciri khas:
- Hifa panjang
- Blastospora (spora kecil)
3. Pemeriksaan Wet Mount
- Menggunakan larutan NaCl fisiologis
Dapat melihat:
- Trichomonas vaginalis
- Sel epitel
- Leukosit
Prosedur Pemeriksaan Swab Vagina
Tahap Pra-Analitik
- Edukasi pasien
- Pengambilan sampel menggunakan swab steril
- Hindari kontaminasi
Tahap Analitik
- Preparasi slide
- Pengecatan Gram atau KOH
- Pengamatan mikroskopis
Tahap Pasca-Analitik
- Interpretasi hasil
- Pelaporan kepada klinisi
Interpretasi Hasil
Gardnerella vaginalis (Bacterial Vaginosis)
- Clue cell positif
- Penurunan lactobacillus
- Peningkatan bakteri anaerob
Kandidiasis Vaginalis
- Ditemukan hifa atau spora jamur
- Banyak leukosit
Pendekatan Klinis
Gejala Bacterial Vaginosis:
- Keputihan berwarna abu-abu
- Bau amis (fishy odor)
Gejala Kandidiasis:
- Keputihan putih kental seperti susu
- Gatal hebat
- Iritasi vagina
Faktor Risiko Infeksi
- Kebersihan area genital
- Penggunaan antibiotik jangka panjang
- Perubahan hormon
- Aktivitas seksual
Pentingnya Diagnosis Laboratorium
Pemeriksaan laboratorium membantu:
- Menentukan penyebab infeksi secara pasti
- Membedakan infeksi bakteri dan jamur
- Menentukan terapi yang tepat
- Mencegah komplikasi
Baca Juga: HPV Adalah: Kenali Gejala dan Pencegahan Kanker Serviks
Deteksi Gardnerella vaginalis dan jamur pada swab vagina memerlukan pendekatan mikroskopis yang teliti serta interpretasi klinis yang tepat.
Dengan kombinasi pemeriksaan Gram, KOH, dan evaluasi gejala pasien, diagnosis infeksi vagina dapat ditegakkan secara akurat dan cepat.
Follow Media Sosial Infolabmed.com melalui chanel Telegram Klik di sini, Facebook Klik di sini, Twitter/X Klik di sini. Berikan DONASI terbaikmu untuk perkembangan website infolabmed.com melalui Donasi via DANA Klik untuk Donasi.

Post a Comment