Mpox Masih Mengancam! Ini Peran Penting Laboratorium dalam Diagnosis Dini yang Wajib Diketahui
INFOLABMED.COM - Penyakit Mpox (sebelumnya dikenal sebagai monkeypox) masih menjadi perhatian global karena potensi penyebarannya yang cepat dan gejalanya yang sering menyerupai penyakit lain.
Dalam kondisi ini, diagnosis dini menjadi kunci utama untuk mencegah penularan lebih luas.
Baca Juga: Mpox: Informasi Lengkap dari Public Health Agency of Sweden
Peran laboratorium menjadi sangat krusial dalam memastikan apakah seseorang benar-benar terinfeksi Mpox atau tidak.
Tanpa konfirmasi laboratorium, diagnosis hanya bersifat dugaan dan berisiko menyebabkan keterlambatan penanganan.
Apa Itu Mpox dan Mengapa Masih Mengancam?
Mpox adalah penyakit infeksi virus yang disebabkan oleh virus dari genus Orthopoxvirus. Penyakit ini ditandai dengan:
- Demam
- Pembengkakan kelenjar getah bening
- Ruam atau lesi kulit yang khas
Namun, gejala Mpox sering kali mirip dengan penyakit lain seperti cacar air atau infeksi kulit lainnya, sehingga diagnosis klinis saja tidak cukup.
Pentingnya Diagnosis Dini Mpox
Diagnosis dini memiliki peran penting dalam:
- Mencegah penularan antar individu
- Mempercepat isolasi pasien
- Mendukung pengendalian wabah
- Menentukan terapi yang tepat
Di sinilah laboratorium berperan sebagai “penentu kepastian” diagnosis.
Metode Pemeriksaan Laboratorium Mpox
1. RT-PCR (Metode Utama)
RT-PCR merupakan metode gold standard dalam diagnosis Mpox karena mampu mendeteksi DNA virus secara langsung.
Spesimen yang digunakan:
- Swab lesi kulit
- Cairan vesikel/pustula
- Keropeng (crust)
Keunggulan:
- Sensitivitas tinggi
- Spesifisitas tinggi
- Deteksi cepat dan akurat
2. Pemeriksaan Tambahan
Meskipun RT-PCR menjadi metode utama, beberapa pemeriksaan lain dapat mendukung diagnosis:
- Serologi: untuk melihat respons antibodi (terbatas penggunaannya)
- Histopatologi: untuk analisis jaringan lesi
- Elektron mikroskopi: untuk identifikasi morfologi virus (jarang digunakan)
Alur Diagnosis Mpox di Laboratorium
1. Pra-Analitik
- Pengambilan spesimen dari lesi aktif
- Penggunaan APD lengkap
- Transport spesimen sesuai standar biosafety
2. Analitik
- Ekstraksi DNA virus
- Amplifikasi menggunakan RT-PCR
- Validasi hasil
3. Pasca-Analitik
- Interpretasi hasil
- Pelaporan ke klinisi dan otoritas kesehatan
Tantangan dalam Diagnosis Mpox
Beberapa tantangan yang sering dihadapi di laboratorium antara lain:
- Kesalahan pengambilan spesimen
- Keterbatasan fasilitas molekuler
- Risiko paparan bagi tenaga laboratorium
- Kemiripan gejala dengan penyakit lain
Oleh karena itu, kompetensi tenaga laboratorium menjadi faktor penentu keberhasilan diagnosis.
Peran Strategis ATLM dalam Deteksi Mpox
Ahli Teknologi Laboratorium Medik (ATLM) memiliki peran vital dalam:
- Menjamin kualitas spesimen
- Melakukan pemeriksaan dengan standar biosafety tinggi
- Menghasilkan data yang akurat
- Mendukung surveilans penyakit menular
Ketelitian dan kepatuhan terhadap prosedur menjadi kunci utama dalam menangani kasus Mpox.
Mpox masih menjadi ancaman nyata yang membutuhkan kewaspadaan tinggi.
Diagnosis dini melalui laboratorium adalah langkah krusial untuk mencegah penyebaran lebih luas.
Baca Juga: Rekomendasi Perjalanan: Waspada Mpox (Cacar Monyet) dari Badan Kesehatan Masyarakat Swedia
- RT-PCR menjadi metode utama dalam diagnosis Mpox
- Pemeriksaan tambahan dapat mendukung diagnosis
- Peran ATLM sangat penting dalam setiap tahap pemeriksaan
Dengan sistem laboratorium yang kuat, deteksi dini Mpox dapat dilakukan secara efektif dan tepat.
Follow Media Sosial Infolabmed.com melalui chanel Telegram Telegram, Facebook Facebook, Twitter/X Twitter/X. Berikan DONASI terbaikmu untuk perkembangan website infolabmed.com melalui Donasi via DANA Klik di sini.

Post a Comment