Spesimen Hemolisis, Lipemik, dan Ikterik: Ganggu Hasil Lab, Ini Solusi Analis!

Table of Contents

 

Spesimen Hemolisis, Lipemik, dan Ikterik: Ganggu Hasil Lab, Ini Solusi Analis!

INFOLABMED.COM - Dalam dunia laboratorium medis, kualitas spesimen darah adalah kunci hasil pemeriksaan yang akurat. 

Di antara tantangan terbesar analis kesehatan adalah menangani spesimen hemolisis lipemik ikterik

Baca Juga: Jenis-Jenis Spesimen Urin: Panduan Lengkap untuk Pemeriksaan Kesehatan

Ketiga kondisi ini merupakan gangguan pra-analitik yang sering menyebabkan penolakan sampel dan penundaan pelaporan hasil, yang pada akhirnya dapat memengaruhi keputusan klinis.

Memahami “Triad Gangguan” Spesimen

  1. Spesimen Hemolisis: Terjadi ketika sel darah merah (eritrosit) pecah, mengeluarkan isinya (seperti hemoglobin, kalium, LDH) ke dalam plasma atau serum. Plasma/serum akan berwarna merah muda hingga merah tua. Hemolisis sering disebabkan oleh teknik pengambilan darah yang kurang tepat (seperti venipuncture sulit, penggunaan jarum terlalu kecil, atau vakum yang terlalu kuat), pengocukan tabung yang terlalu keras, atau penyimpanan yang tidak sesuai.

  2. Spesimen Lipemik: Ditandai dengan plasma/serum yang keruh seperti susu akibat tingginya kadar lemak (trigliserida) dalam darah. Kondisi ini bisa terjadi pada pasien yang tidak puasa dengan benar atau dengan gangguan metabolisme lipid. Kekeruhan ini dapat mengganggu pembacaan alat analizer secara fotometri.

  3. Spesimen Ikterik: Memiliki plasma/serum berwarna kuning tua hingga kecoklatan akibat peningkatan kadar bilirubin. Ini adalah indikator klinis penting untuk fungsi hati dan empedu, namun kadar bilirubin yang sangat tinggi dapat menyebabkan interferensi (gangguan) dalam beberapa metode pemeriksaan kimia klinis.

Dampak dan Bahaya pada Hasil Pemeriksaan

Ketiga kondisi ini menyebabkan interferensi yang merusak keakuratan hasil:

  • Hemolisis secara artifakial meningkatkan nilai kalium, fosfat, LDH, AST, dan zat lain yang banyak terdapat dalam sel darah merah.
  • Lipemia dapat menyebabkan hasil pemeriksaan tertentu (seperti kadar hemoglobin, bilirubin, atau elektrolit) menjadi lebih rendah (pseudohipo) atau lebih tinggi (pseudohiper) dari yang sebenarnya karena hamburan cahaya.
  • Ikterus (bilirubin tinggi) dapat mengganggu reaksi warna pada pemeriksaan yang menggunakan metode spektrofotometri, seperti kreatinin dan glukosa.

Strategi Pencegahan dan Penanganan

Pencegahan adalah langkah terpenting dan melibatkan semua pihak:

  • Petugas Pengambil Darah: Menerapkan teknik venipuncture yang benar, menggunakan alat yang tepat, memilih tabung yang sesuai, dan melakukan pengocukan lembut sesuai rekomendasi.
  • Pasien: Patuh pada instruksi puasa jika diperlukan untuk mencegah lipemia.
  • Analis di Laboratorium: Memiliki prosedur yang jelas untuk memeriksa dan menolak spesimen yang tidak memenuhi syarat. Teknologi alat analizer modern biasanya sudah dilengkapi dengan sistem deteksi indeks hemolisis, lipemik, dan ikterik (HLI Index) yang secara otomatis memberi peringatan. Untuk spesimen lipemik, teknik ultracentrifugation bisa menjadi solusi sebelum dianalisis.

Baca Juga: Pengendalian Mutu Laboratorium Klinik

Dengan memahami karakteristik, penyebab, dan dampak dari spesimen hemolisis lipemik ikterik, diharapkan tingkat penolakan spesimen dapat dikurangi. 

Kolaborasi yang baik antara bagian pengambilan sampel, pasien, dan laboratorium sangat penting untuk memastikan kualitas spesimen, yang berujung pada kualitas hasil pemeriksaan dan pelayanan kesehatan secara keseluruhan.


Ikuti perkembangan informasi terkini seputar dunia laboratorium kesehatan dengan Follow Media Sosial Infolabmed.com melalui chanel Telegram di sini, Facebook di sini, dan Twitter/X di sini. Dukung perkembangan website infolabmed.com untuk menyajikan lebih banyak artikel edukatif dengan memberikan Donasi terbaikmu melalui Donasi via DANA ini.


Fitri Aisyah
Fitri Aisyah Selamat datang di my blog! Blog ini membahas dunia laboratorium medik dengan cara yang mudah dipahami. Dari teknik pemeriksaan, interpretasi hasil laboratorium, hingga tips seputar kesehatan, semuanya dikemas simpel, jelas, dan berbasis bukti ilmiah. Yuk, eksplorasi ilmu laboratorium bersama! 🔬🚀

Post a Comment