Bingung dengan Hasil Tes Sifilis? RPR Reaktif Tapi TPHA Non-Reaktif, Kenapa Bisa?

Table of Contents

 

Bingung dengan Hasil Tes Sifilis? RPR Reaktif Tapi TPHA Non-Reaktif, Kenapa Bisa?


INFOLABMED.COM - Dalam diagnosis sifilis (raja singa), kombinasi tes RPR (Rapid Plasma Reagin) dan TPHA (Treponema Pallidum Hemagglutination Assay) adalah standar baku. 

Namun, tak jarang muncul hasil yang tampak kontradiktif: RPR reaktif tapi TPHA non-reaktif. Situasi ini kerap membuat pasien cemas dan bingung. 

Baca Juga: Update Diagnosis Sifilis Kongenital: Pendekatan Terbaru untuk Deteksi Dini pada Bayi

Artikel ini akan mengupas tuntas alasan di balik hasil tersebut dan apa yang harus dilakukan selanjutnya.

Memahami Dua Jenis Tes yang Berbeda

Pertama, penting untuk mengetahui perbedaan mendasar antara kedua tes ini:

  1. Tes Nontreponemal (RPR/VDRL): Tes ini tidak mendeteksi bakteri penyebab sifilis (Treponema pallidum) secara langsung. Ia mendeteksi antibodi reagin yang diproduksi tubuh sebagai respons terhadap kerusakan sel akibat infeksi. RPR reaktif menandakan adanya antibodi ini dalam darah.
  2. Tes Treponemal (TPHA/FTA-ABS): Tes ini spesifik mendeteksi antibodi yang langsung ditujukan melawan bakteri Treponema pallidum itu sendiri. TPHA non-reaktif berarti antibodi spesifik terhadap bakteri sifilis tidak terdeteksi.

Lalu, Kenapa Bisa RPR Reaktif Tapi TPHA Non-Reaktif?

Ketika RPR reaktif tapi TPHA non-reaktif, kemungkinan besar hasil RPR adalah positif palsu (false positive)

Artinya, ada kondisi lain di dalam tubuh yang menyebabkan produksi antibodi reagin, bukan karena infeksi sifilis.

Penyebab Umum Hasil RPR Positif Palsu (False Positive):

  1. Infeksi Virus atau Bakteri Lain: Seperti HIV, hepatitis, malaria, cacar air, campak, atau pneumonia mycoplasma.
  2. Penyakit Autoimun: Systemic Lupus Erythematosus (SLE) adalah penyebab klasik hasil RPR positif palsu.
  3. Kondisi Medis Kronis: Penyakit hati (liver), penyakit ginjal stadium akhir, tuberkulosis (TBC).
  4. Kehamilan. Pada beberapa ibu hamil, bisa terjadi peningkatan reagin tanpa infeksi sifilis.
  5. Penyalahgunaan Narkoba Intravena.
  6. Vaksinasi (terutama vaksin virus hidup).
  7. Usia Lanjut. Terkadang terjadi peningkatan reagin secara idiopatik.

Interpretasi dan Langkah Selanjutnya

Hasil RPR reaktif tapi TPHA non-reaktif umumnya tidak mengindikasikan infeksi sifilis aktif. TPHA sebagai tes treponemal spesifik memiliki nilai penyingkir (rule out) yang tinggi. Namun, ini bukan akhir dari pemeriksaan. Langkah yang biasanya diambil adalah:

  1. Konsultasi dengan Dokter: Beritahukan riwayat kesehatan Anda secara lengkap (penyakit yang pernah diderita, obat-obatan, kehamilan, dll.) kepada dokter.
  2. Pemeriksaan Ulang atau Tes Lain: Dokter mungkin menyarankan:
    • Mengulang kedua tes setelah beberapa minggu untuk melihat dinamika hasil.
    • Melakukan tes treponemal spesifik lain yang lebih sensitif, seperti FTA-ABS (Fluorescent Treponemal Antibody Absorption), untuk konfirmasi akhir.
    • Memeriksa titer (angka) RPR. Pada false positive, titer RPR biasanya rendah (misal 1:1 atau 1:2) dan stabil, tidak seperti pada sifilis aktif yang titernya cenderung tinggi dan meningkat.
  3. Skrining Kondisi Lain: Dokter mungkin akan menyelidiki penyebab false positive, seperti mengecek adanya penyakit autoimun atau infeksi lainnya.

Hasil RPR reaktif tapi TPHA non-reaktif lebih sering menunjukkan reaksi positif palsu pada RPR daripada infeksi sifilis sejati. 

Jangan panik.

 Hasil ini merupakan permintaan bagi dokter dan pasien untuk mencari penyebab medis lain di balik peningkatan reagin tubuh. 

Baca Juga: Tes Serologi Sifilis (VDRL, RPR, FTA-ABS): Pemeriksaan Penting untuk Diagnosis Infeksi

Diagnosis sifilis membutuhkan konfirmasi dengan tes treponemal spesifik seperti TPHA atau FTA-ABS. 

Diskusikan hasil Anda secara mendalam dengan dokter untuk mendapatkan penjelasan dan tata laksana yang tepat sesuai kondisi kesehatan Anda.


Follow Media Sosial Infolabmed.com melalui chanel Telegram [Link: https://t.me/infolabmedcom], Facebook [Link: https://www.facebook.com/infolabmed/], Twitter/X [Link: https://x.com/infolabmed]. Berikan DONASI terbaikmu untuk perkembangan website infolabmed.com melalui Donasi via DANA [Link: https://link.dana.id/minta?full_url=https://qr.dana.id/v1/281012012020092524655592].



Fitri Aisyah
Fitri Aisyah Selamat datang di my blog! Blog ini membahas dunia laboratorium medik dengan cara yang mudah dipahami. Dari teknik pemeriksaan, interpretasi hasil laboratorium, hingga tips seputar kesehatan, semuanya dikemas simpel, jelas, dan berbasis bukti ilmiah. Yuk, eksplorasi ilmu laboratorium bersama! 🔬🚀

Post a Comment