Update Diagnosis Sifilis Kongenital: Pendekatan Terbaru untuk Deteksi Dini pada Bayi

Table of Contents

Update Diagnosis Sifilis Kongenital: Pendekatan Terbaru untuk Deteksi Dini pada Bayi


INFOLABMED.COM - Sifilis kongenital tetap menjadi masalah kesehatan global yang serius, dengan potensi menyebabkan komplikasi fatal pada bayi baru lahir. 

Update diagnosis sifilis kongenital terus berkembang seiring pemahaman yang lebih baik tentang patogenesis dan kemajuan teknologi diagnostik. Artikel ini akan membahas pendekatan terkini dalam mendiagnosis sifilis kongenital untuk memastikan deteksi dini dan penanganan yang tepat.

Baca juga : Memahami Titer Sifilis 1:64 di Indonesia: Apa Artinya dan Bagaimana Penanganannya

Apa Itu Sifilis Kongenital?

Sifilis kongenital adalah infeksi Treponema pallidum yang ditularkan dari ibu ke janin selama kehamilan melalui plasenta. Tanpa penanganan yang adequate, infeksi ini dapat menyebabkan keguguran, lahir mati, kelahiran prematur, atau manifestasi klinis pada bayi yang dapat muncul segera setelah lahir maupun di kemudian hari.

Klasifikasi dan Kriteria Diagnosis Terkini

Update diagnosis sifilis kongenital terbaru mengklasifikasikan kasus menjadi:

1. Sifilis Kongenital Dini (Terbuktikan atau Sangat Mungkin)

Bayi dengan bukti laboratorium infeksi aktif ditambah salah satu dari:

  • Bukti klinis penyakit (hepatosplenomegali, ruam, hidung pesek)
  • Bukti radiologis (osteokondritis, periostitis)
  • CSF abnormal (VDRL reaktif atau pleositosis)
  • Tes treponemal positif dengan titer ≥4x lipat titer ibu

2. Sifilis Kongenital Kemungkinan

  • Bayi dengan tes treponemal positif namun asimtomatik
  • Titer nontreponemal sama atau <4x lipat titer ibu
  • Tanpa konfirmasi pemeriksaan lebih lanjut

3. Infeksi Kongenital Tidak Terbukti

  • Bayi asimtomatik dengan titer nontreponemal ≤2x lipat titer ibu
  • Titer menurun sesuai perkiraan waktu paruh antibodi ibu

Algoritma Diagnosis Terkini

Update diagnosis sifilis kongenital merekomendasikan pendekatan bertahap:

1. Skrining Ibu Hamil

  • Tes nontreponemal (RPR/VDRL) pada kunjungan prenatal pertama
  • Retesting pada trimester ketiga dan saat persalinan untuk kelompok risiko tinggi

2. Evaluasi Bayi dari Ibu dengan Sifilis

  • Pemeriksaan fisik lengkap untuk tanda sifilis kongenital
  • Tes nontreponemal kuantitatif pada serum bayi (bukan darah tali pusat)
  • Pemeriksaan CSF, hitung darah lengkap, dan tes fungsi hati
  • Radiologi tulang panjang bila indicated
  • Tes treponemal konfirmatori (TPPA/FTA-ABS)

3. Pendekatan Berbasis Risiko

Bayi memerlukan evaluasi lengkap dan pengobatan jika:

  • Ibu tidak diobati atau diobati tidak adequate
  • Pengobatan ibu <4 minggu sebelum persalinan
  • Bukti infeksi aktif ibu (peningkatan titer ≥4x lipat)
  • Ibu diobati dengan regimen non-penisilin

Pemeriksaan Penunjang dalam Update Diagnosis

Update diagnosis sifilis kongenital menekankan pentingnya:

1. Tes PCR Treponema pallidum

  • Deteksi DNA treponema dalam spesimen klinis
  • Sangat berguna untuk konfirmasi diagnosis dini
  • Dapat digunakan pada darah, CSF, atau lesi

2. Pemeriksaan Cairan Serebrospinal (CSF)

  • VDRL-CSF untuk neurosifilis kongenital
  • Hitung sel dan protein CSF
  • PCR CSF pada kasus meragukan

3. IgM Immunoblot

  • Deteksi antibodi IgM spesifik
  • Berguna untuk membedakan infeksi aktif dari antibodi maternal

Penatalaksanaan Berbasis Bukti Terkini

Update diagnosis sifilis kongenital merekomendasikan:

  • Penisilin G kristalin intravena selama 10 hari untuk sifilis kongenital terbukti
  • Profilaksis penisilin untuk bayi berisiko dengan evaluasi tidak lengkap
  • Pemantauan titer nontreponemal serial setiap 2-3 bulan hingga nonreaktif
  • Evaluasi jangka panjang untuk komplikasi tersier

Baca juga : Pemeriksaan Titer Sifilis: Pentingnya, Prosedur, dan Makna di Indonesia

Pencegahan dan Strategi Ke Depan

Pencegahan tetap menjadi kunci dalam update diagnosis sifilis kongenital:

  • Skrining universal ibu hamil
  • Pengobatan adequate ibu sebelum kehamilan 16-18 minggu
  • Partner notification dan treatment
  • Pendidikan kesehatan reproduksi

Dengan menerapkan update diagnosis sifilis kongenital ini, diharapkan dapat menurunkan angka kejadian dan komplikasi jangka panjang dari infeksi yang sebenarnya dapat dicegah ini.

Dapatkan informasi kesehatan dan laboratorium terkini dengan mengikuti media sosial Infolabmed.com. Bergabunglah di channel Telegram, like halaman Facebook kami, dan ikuti update di Twitter/X. Jika artikel ini bermanfaat, dukung perkembangan website infolabmed.com melalui Donasi via DANA.

Rachma Amalia Maharani
Rachma Amalia Maharani Halo saya lulusan Teknologi Laboratorium Medik yang memiliki ketertarikan besar pada dunia kesehatan dan laboratorium klinik. Berpengalaman dalam praktik laboratorium selama masa studi dan magang, terbiasa bekerja secara teliti, disiplin, dan bertanggung jawab. Saya juga aktif mengembangkan diri melalui pembelajaran mandiri. I am looking for opportunities to contribute further to the health industry to be able to apply the knowledge and interests that I have. Let's connect on Linkedin in my Portfolio https://rachma-mlt.framer.website/

Post a Comment