Keamanan Maksimal: Protokol & Desain Biosafety Lab Khusus M.TBC untuk Penanganan yang Aman

Table of Contents

 

Keamanan Maksimal: Protokol & Desain Biosafety Lab Khusus M.TBC untuk Penanganan yang Aman

INFOLABMED.COM - Penanganan Mycobacterium tuberculosis (M.TBC) di laboratorium memerlukan tingkat keamanan biologis (biosafety) yang sangat tinggi karena risiko infeksi melalui aerosol. 

Oleh karena itu, diperlukan biosafety lab khusus M.TBC yang dirancang dan dioperasikan sesuai standar internasional untuk melindungi petugas, komunitas, dan lingkungan.

Baca Juga: Evaluasi Kepatuhan terhadap Standar Biosafety di Laboratorium Medik

Level Biosafety yang Diwajibkan: BSL-3 M.TBC dikategorikan sebagai agen patogen Risk Group 3. 

Semua prosedur yang dapat menghasilkan aerosol (seperti homogenisasi sputum, pembuatan sediaan apus, kultur, dan identifikasi molekuler) harus dilakukan di dalam biosafety lab khusus M.TBC dengan tingkat Biosafety Level 3 (BSL-3). 

Level ini merupakan persyaratan mutlak, bukan pilihan.

Fitur Kritis Desain dan Fasilitas Biosafety Lab Khusus M.TBC Sebuah laboratorium BSL-3 untuk TB memiliki karakteristik khusus:

  1. Kontainmen Fisik: Ruangan terisolasi dengan akses terkontrol (pintu ganda, interlock system).
  2. Pengaturan Tekanan Udara Negatif: Tekanan udara di dalam lab lebih rendah daripada koridor luar, sehingga udara hanya mengalir ke dalam jika pintu terbuka, mencegah kabut aerosol keluar.
  3. Sistem Ventilasi dan Filtrasi HEPA: Semua udara yang keluar dari ruangan lab harus disaring melalui filter HEPA (High Efficiency Particulate Air) ganda untuk menangkap partikel bakteri sebelum dibuang ke lingkungan.
  4. Biosafety Cabinet (BSC) Tipe II atau III: Semua pekerjaan dengan spesimen atau kultur harus dilakukan di dalam BSC. BSC harus disertifikasi secara berkala.
  5. Fasilitas Dekontaminasi: Tersedia autoklaf (sterilisator uap) in-site atau double-ended pass-through autoclave untuk mendekontaminasi semua limbah dan peralatan sebelum keluar dari area BSL-3.

Prosedur Kerja dan Protokol Keamanan Selain fasilitas, protokol kerja di biosafety lab khusus M.TBC sangat ketat:

  • Pelatihan Khusus: Semua personel harus menjalani pelatihan BSL-3 dan vaksinasi BCG (jika sesuai kebijakan).
  • Alat Pelindung Diri (APD) Lengkap: Menggunakan pakaian pelindung sekali pakai (coverall), respirator (masker N95 atau higher), sarung tangan dobel, pelindung mata/muka, dan sepatu khusus.
  • Pembatasan Akses: Hanya personel terlatih yang boleh masuk. Aktivitas dan log masuk/log keluar dicatat.
  • Dekontaminasi Rutin: Permukaan kerja didesinfeksi dengan disinfektan tuberkulosidal (misal, larutan hipoklorit 5-10%) sebelum dan sesudah pekerjaan.
  • Pengelolaan Limbah Berbahaya: Semua limbah padat dan cair harus diotoklaf sebelum dibuang sebagai limbah medis.

Pemantauan Kesehatan Petugas Laboratorium harus memiliki program surveilans kesehatan bagi petugas, termasuk uji tuberkulin (Mantoux test) atau IGRA (Interferon-Gamma Release Assay) secara berkala untuk mendeteksi paparan dini.

Tantangan dan Komitmen Membangun dan merawat biosafety lab khusus M.TBC memerlukan investasi besar dan komitmen berkelanjutan. 

Baca Juga: Alat Biosafety Cabinet (BSC): Pilar Keamanan dalam Laboratorium Biologi

Namun, ini adalah fondasi non-negosiasi untuk diagnosis TBC yang akurat, pengujian sensitivitas obat (DST), dan penelitian, tanpa mengorbankan keselamatan.

Dengan menerapkan prinsip biosafety lab khusus M.TBC secara disiplin, kita dapat memastikan bahwa perang melawan tuberkulosis dilakukan dengan cara yang aman, bertanggung jawab, dan berkelanjutan.

Untuk informasi lebih mendalam tentang standar laboratorium dan biosafety, kunjungi terus Infolabmed.com. Follow Media Sosial Infolabmed.com melalui TelegramFacebook, dan Twitter/X. Dukung kami menyediakan konten edukasi kritikal. Berikan DONASI terbaikmu untuk perkembangan website infolabmed.com melalui Donasi via DANA.



Fitri Aisyah
Fitri Aisyah Selamat datang di my blog! Blog ini membahas dunia laboratorium medik dengan cara yang mudah dipahami. Dari teknik pemeriksaan, interpretasi hasil laboratorium, hingga tips seputar kesehatan, semuanya dikemas simpel, jelas, dan berbasis bukti ilmiah. Yuk, eksplorasi ilmu laboratorium bersama! 🔬🚀

Post a Comment