Prokalsitonin (PCT): Penanda Andalan untuk Diagnosis Sepsis dan Infeksi Bakteri Berat
INFOLABMED.COM - Prokalsitonin (PCT) telah merevolusi pendekatan diagnosis dan tata laksana infeksi berat dalam dekade terakhir.
Berbeda dengan penanda inflamasi lain seperti CRP, PCT memiliki spesifisitas yang lebih tinggi untuk infeksi bakteri sistemik, terutama sepsis.
Baca Juga: Pentingnya Pemeriksaan Laboratorium untuk Monitoring Flu Berat di Indonesia
Artikel ini membahas secara mendalam tentang PCT, dari pengertian hingga interpretasi klinisnya.
Apa Itu Prokalsitonin (PCT)?
Prokalsitonin adalah prekursor (bahan baku) dari hormon kalsitonin, yang biasanya diproduksi oleh sel C kelenjar tiroid.
Dalam keadaan sehat, kadar PCT dalam darah sangat rendah (<0,05 ng/mL).
Namun, dalam kondisi infeksi bakteri sistemik yang parah, terutama yang dipicu oleh endotoksin bakteri, berbagai jaringan di seluruh tubuh (hati, paru, usus, sel imun) akan memproduksi PCT dalam jumlah besar.
Peningkatannya sangat cepat, yaitu dalam waktu 2-4 jam setelah infeksi, dan mencapai puncak dalam 12-24 jam.
Mengapa PCT Lebih Spesifik untuk Infeksi Bakteri?
Respons PCT yang kuat terutama dipicu oleh infeksi bakteri.
Infeksi virus, penyakit autoimun, atau inflamasi non-infeksi umumnya hanya menyebabkan peningkatan PCT yang minimal atau tidak signifikan. Inilah yang membuatnya menjadi alat pembeda yang berharga.
Indikasi Pemeriksaan Prokalsitonin (PCT)
Pemeriksaan PCT sangat dianjurkan dalam skenario klinis berikut:
- Diagnosis dan Evaluasi Sepsis: PCT adalah penanda laboratorium kunci dalam kriteria diagnosis sepsis. Kadar yang tinggi sangat mendukung diagnosis sepsis atau syok septik.
- Membedakan Infeksi Bakteri vs Non-Bakteri: Pada kasus seperti pneumonia, meningitis, atau pankreatitis akut, PCT membantu menentukan apakah penyebabnya bakteri (yang memerlukan antibiotik) atau virus/inflamasi steril.
- Memandu Terapi Antibiotik: Dinamika kadar PCT dapat digunakan untuk mengoptimalkan penggunaan antibiotik. Penurunan PCT yang signifikan menunjukkan respons yang baik dan dapat menjadi pertimbangan untuk menghentikan antibiotik, mengurangi risiko resistensi.
- Memantau Respons Pengobatan dan Prognosis: Kadar PCT yang menurun menunjukkan respons terapi yang efektif. Kadar yang tetap tinggi atau meningkat dapat mengindikasikan kegagalan pengobatan atau komplikasi.
Interpretasi Kadar Prokalsitonin (PCT)
Interpretasi harus selalu dalam konteks klinis.
Berikut panduan umum:
| Kadar PCT (ng/mL) | Interpretasi Klinis |
|---|---|
| < 0.05 | Normal. Kemungkinan infeksi bakteri sistemik sangat rendah. |
| 0.05 - 0.10 | Risiko rendah infeksi bakteri/sepsis. |
| 0.10 - 0.25 | Risiko ringan. Mungkin infeksi lokal atau awal. |
| 0.25 - 0.50 | Risiko moderat. Kemungkinan infeksi bakteri atau sepsis perlu dipertimbangkan. |
| 0.50 - 2.00 | Risiko tinggi. Sangat sugestif infeksi bakteri sistemik (sepsis). |
| > 2.00 | Sangat tinggi. Sangat sugestif sepsis berat atau syok septik. |
| > 10.00 | Sering dikaitkan dengan sepsis berat, syok septik, atau infeksi multisistem. |
Keunggulan PCT dibandingkan CRP
- Waktu Respons Lebih Cepat: PCT naik lebih awal (2-4 jam vs 6-12 jam pada CRP).
- Spesifisitas Lebih Tinggi: PCT lebih khusus untuk infeksi bakteri sistemik, sementara CRP naik pada hampir semua jenis inflamasi.
- Korelasi dengan Keparahan: Kadar PCT memiliki korelasi yang lebih baik dengan tingkat keparahan sepsis.
- Panduan Antibiotik: Dinamika PCT lebih dapat diandalkan untuk memandu durasi pemberian antibiotik.
Faktor yang Dapat Meningkatkan PCT Selain Infeksi Bakteri
Meski spesifik, beberapa kondisi non-infeksi dapat meningkatkan PCT, meski biasanya tidak setinggi pada sepsis, seperti:
- Luka bakar luas
- Trauma mayor atau pembedahan besar
- Syok kardiogenik
- Gagal ginjal stadium akhir
- Karsinoma meduler tiroid (sumber produksi normal PCT)
Prokalsitonin (PCT) merupakan terobosan penting dalam bidang diagnostik infeksi.
Baca Juga: Pentingnya Pemeriksaan Inflammatory Markers: CRP, ESR, dan Lainnya untuk Deteksi Peradangan
Dengan spesifisitas dan kinetiknya yang unik, PCT menjadi penanda andalan untuk mendiagnosis sepsis, membedakan etiologi infeksi, dan memandu terapi antibiotik secara rasional.
Pemeriksaan ini memungkinkan intervensi yang lebih cepat dan tepat pada pasien infeksi berat, yang pada akhirnya dapat meningkatkan luaran klinis.
Follow Media Sosial Infolabmed.com melalui chanel Telegram Link, Facebook Link, Twitter/X Link. Berikan DONASI terbaikmu untuk perkembangan website infolabmed.com melalui Donasi via DANA Link.

Post a Comment