Kesalahan Hasil Pemeriksaan Laboratorium: Dari Pra-Analitik Hingga Pasca-Analitik, Apa Penyebab dan Solusinya?

Table of Contents

 

Kesalahan Hasil Pemeriksaan Laboratorium: Dari Pra-Analitik Hingga Pasca-Analitik, Apa Penyebab dan Solusinya?

INFOLABMED.COM - Hasil pemeriksaan laboratorium yang akurat merupakan landasan penting bagi diagnosis dan terapi. 

Namun, kesalahan hasil pemeriksaan laboratorium tetap dapat terjadi dan berpotensi menyebabkan misdiagnosis, keterlambatan penanganan, atau terapi yang tidak tepat. 

Baca Juga: Perbandingan Aturan Westgard Multi-Rule vs. Aturan Tunggal di Laboratorium: Analisis Mendalam

Memahami bahwa kesalahan ini tidak hanya terjadi di dalam ruang laboratorium, tetapi juga di fase sebelum dan sesudahnya, adalah kunci untuk pencegahan. 

Secara umum, kesalahan terbagi dalam tiga tahap utama: Pra-Analitik, Analitik, dan Pasca-Analitik.

1. Fase Pra-Analitik (Sebelum Pengujian) - Fase Terbesar Sumber Kesalahan (>60%) Ini adalah tahapan sebelum sampel dianalisis oleh alat. Kesalahan meliputi:

  • Penyiapan Pasien: Pasien tidak puasa sesuai instruksi, minum obat tertentu, atau melakukan aktivitas berat sebelum pengambilan sampel.
  • Pengambilan Sampel: Penggunaan tabung yang salah (misal: tabung EDTA untuk kimia darah), pengisian volume tidak tepat, teknik pengambilan darah yang buruk menyebabkan hemolisis, atau kontaminasi.
  • Labeling & Identifikasi: Kesalahan label, pertukaran label antar pasien (patient misidentification), atau data tidak lengkap.
  • Transportasi & Penyimpanan: Penundaan pengiriman, suhu transportasi yang tidak sesuai (sampel beku atau terlalu panas), atau paparan cahaya untuk sampel tertentu.

2. Fase Analitik (Selama Pengujian) Kesalahan yang terjadi selama proses analisis di laboratorium:

  • Masalah Alat/Reagen: Kalibrasi alat yang tidak tepat, reagen kadaluarsa, atau lot reagen yang berbeda kinerjanya.
  • Kontrol Kualitas: Pelaksanaan kontrol kualitas (IQC) yang tidak benar atau kegagalan dalam mengikuti program uji profisiensi (EQA).
  • Interferensi Sampel: Adanya lipemia (lemak tinggi), ikterus (bilirubin tinggi), atau hemolisis yang mengganggu pengukuran fotometrik.
  • Kesalahan Teknis: Penghitungan manual yang salah, pengenceran yang tidak tepat, atau kontaminasi silang antar sampel.

3. Fase Pasca-Analitik (Setelah Pengujian) Kesalahan yang terjadi setelah hasil keluar dari alat hingga sampai ke dokter dan pasien:

  • Transkripsi & Entri Data: Salah ketik saat memasukkan hasil dari alat ke LIS (Laboratory Information System) atau ke laporan manual.
  • Interpretasi & Pelaporan: Satuan yang salah, nilai rujukan yang tidak sesuai, atau tidak adanya komentar/flag untuk hasil yang kritis (critical value) atau tidak masuk akal.
  • Distribusi Hasil: Hasil yang dilaporkan ke dokter yang salah, tertukar, atau tertunda.

Upaya Pencegahan dan Solusi: Pendekatan sistematis melalui penerapan sistem manajemen mutu (ISO 15189) sangat efektif. Langkah-langkahnya meliputi:

Baca Juga; Akar Masalah Hasil Lab: Mengenal dan Mencegah Kesalahan Pra Analitik di Laboratorium Kesehatan

  • Standarisasi SOP yang ketat di setiap tahap.
  • Otomatisasi proses untuk mengurangi kesalahan manual.
  • Pelatihan berkelanjutan untuk semua staf, termasuk petugas pengambil sampel (phlebotomist).
  • Penerapan teknologi barcode untuk identifikasi pasien dan sampel.
  • Validasi dan verifikasi hasil oleh analis sebelum dilaporkan.
  • Komunikasi efektif antara laboratorium dan klinisi untuk membahas hasil yang meragukan.

Dengan memahami mata rantai proses laboratorium dan titik-titik rawan kesalahan, seluruh pihak yang terlibat dapat bekerja sama untuk meminimalkan risiko, sehingga keandalan hasil laboratorium sebagai penunjang keputusan klinis dapat terjaga dengan optimal.


Follow Media Sosial Infolabmed.com melalui chanel Telegram Link, Facebook Link, Twitter/X Link. Berikan DONASI terbaikmu untuk perkembangan website infolabmed.com melalui Donasi via DANA Link.



Fitri Aisyah
Fitri Aisyah Selamat datang di my blog! Blog ini membahas dunia laboratorium medik dengan cara yang mudah dipahami. Dari teknik pemeriksaan, interpretasi hasil laboratorium, hingga tips seputar kesehatan, semuanya dikemas simpel, jelas, dan berbasis bukti ilmiah. Yuk, eksplorasi ilmu laboratorium bersama! 🔬🚀

Post a Comment