Delta Check Laboratorium: Sang Penjaga Akurasi Hasil Tes Pasien
INFOLABMED.COM - Dalam sistem jaminan mutu laboratorium yang ketat, delta check laboratorium berperan sebagai "sistem alarm" atau "benteng pertahanan" terakhir sebelum hasil pemeriksaan dikeluarkan kepada klinisi.
Prosedur ini dirancang untuk mendeteksi kesalahan atau perubahan yang tidak biasa dengan cara membandingkan hasil tes saat ini dengan hasil tes sebelumnya dari pasien yang sama dalam periode waktu tertentu.
Baca Juga: Accuracy in Laboratory Science: Kunci Kepercayaan Hasil Pemeriksaan Medis
Apa Itu Delta Check?
Secara sederhana, delta check adalah perbandingan otomatis antara hasil laboratorium terbaru dengan hasil sebelumnya milik pasien yang sama.
Jika selisih atau "delta" antara kedua nilai tersebut melebihi batas yang telah ditetapkan (batas delta), sistem akan memberikan flag atau peringatan.
Peringatan ini memicu analis atau validator untuk melakukan investigasi lebih lanjut sebelum memvalidasi dan melaporkan hasil.
Tujuan dan Manfaat Utama Delta Check
Penerapan delta check bukan untuk menggantikan pengawasan klinis, melainkan sebagai alat bantu yang sangat kuat dengan manfaat:
- Mendeteksi Kesalahan Pra-Analitik dan Analitik: Misalnya, salah spesimen (mis-sampling atau mislabeling), kesalahan identifikasi pasien, atau gangguan pada alat analizer.
- Mengidentifikasi Perubahan Klinis yang Nyata: Membantu menarik perhatian pada perubahan drastis yang mungkin signifikan secara medis, seperti penurunan hemoglobin yang cepat atau peningkatan kreatinin yang tajam.
- Meningkatkan Keamanan Pasien: Dengan mencegah dilaporkannya hasil yang salah, delta check secara langsung berkontribusi pada keselamatan pasien dan menghindari kesalahan diagnosis atau terapi.
- Dokumentasi Jaminan Mutu: Merupakan komponen penting dalam standar akreditasi laboratorium (seperti SNI ISO 15189) yang menunjukkan komitmen laboratorium terhadap kualitas.
Parameter dan Penerapan Delta Check
Tidak semua parameter pemeriksaan cocok untuk delta check.
Parameter yang ideal adalah yang relatif stabil dalam tubuh dan memiliki variasi biologis individu yang tidak terlalu besar.
Contoh yang umum adalah:
- Hematologi: Hemoglobin (Hb), Hematokrit (Hct), Mean Corpuscular Volume (MCV).
- Kimia Klinik: Natrium (Na), Kalium (K), Kreatinin, Ureum, Kalsium (Ca).
- Lainnya: Total Protein, Albumin.
Laboratorium menetapkan batas delta berdasarkan bukti ilmiah, seperti variasi biologis individu (CVi) dan variasi analitik (CVa).
Batas dapat dinyatakan dalam nilai absolut (misal, perubahan Hb > 2 g/dL) atau persentase (misal, perubahan kreatinin > 50%).
Tindak Lanjut dari Peringatan Delta Check
Ketika alarm delta check muncul, analis atau validator wajib melakukan penyelidikan.
Langkah-langkahnya meliputi:
Baca Juga: Pengaruh Kritis Waktu Pengambilan Sampel pada Akurasi Tes Norovirus
- Memeriksa ulang data pasien dan sampel.
- Memastikan tidak ada kesalahan teknis (gelembung, bekuan, lipemia).
- Melakukan pengulangan pemeriksaan (re-run) jika sampel masih memungkinkan.
- Berkoordinasi dengan petugas pengambil sampel atau ruang perawatan untuk memverifikasi.
- Mencatat semua investigasi yang dilakukan.
Dengan demikian, delta check laboratorium bukan sekadar prosedur teknis, tetapi merupakan wujud dari sikap skeptisisme profesional yang sangat diperlukan untuk memastikan setiap hasil yang dikeluarkan adalah yang terbaik dan paling akurat bagi pasien.
Dapatkan informasi terkini dan mendalam seputar dunia laboratorium medis dengan Follow Media Sosial Infolabmed.com melalui chanel Telegram di sini, Facebook di sini, dan Twitter/X di sini. Bantu kami terus berkembang dalam menyediakan konten edukasi berkualitas dengan memberikan Donasi terbaikmu melalui Donasi via DANA ini.

Post a Comment