DBD (Demam Berdarah Dengue): Gejala, Tahapan, dan Pemeriksaan Lab yang Penting

Table of Contents
DBD (Demam Berdarah Dengue): Gejala, Tahapan, dan Pemeriksaan Lab yang Penting

INFOLABMED.COM - DBD atau Demam Berdarah Dengue adalah penyakit infeksi virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus

Penyakit ini merupakan masalah kesehatan masyarakat di Indonesia dengan potensi menjadi kejadian luar biasa (KLB) terutama pada musim penghujan. 

Baca Juga: NS1 Antigen Test: Diagnosis Dini Demam Berdarah Dengue yang Revolusioner

Penting untuk mengenali gejala, tahapan, dan pemeriksaan penunjang agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat untuk mencegah komplikasi yang fatal.

Gejala dan Fase Perjalanan Penyakit DBD 

Gejala DBD dapat bervariasi, mulai dari ringan hingga berat. 

Gejala klasik biasanya muncul 4-10 hari setelah gigitan nyamuk dan meliputi:

  • Demam tinggi mendadak (bisa mencapai 40°C) selama 2-7 hari.
  • Nyeri kepala berat, terutama di belakang mata.
  • Nyeri otot, sendi, dan tulang.
  • Mual, muntah, dan nyeri perut.
  • Ruam kemerahan pada kulit.
  • Tanda perdarahan spontan ringan seperti mimisan, gusi berdarah, atau bintik merah di kulit (petechiae).

Perjalanan penyakit DBD terbagi dalam tiga fase yang harus diwaspadai:

  1. Fase Demam: Hari ke 1-3. Ditandai dengan gejala demam tinggi mendadak.
  2. Fase Kritis: Hari ke 3-7. Demam mungkin turun, namun fase ini justru paling berbahaya. Kebocoran plasma pembuluh darah dapat menyebabkan syok (Dengue Shock Syndrome). Pemantauan ketat sangat diperlukan.
  3. Fase Penyembuhan: Setelah hari ke-7. Kondisi mulai membaik, cairan kembali diserap, dan nafsu makan pulih.

Pemeriksaan Laboratorium untuk Diagnosis dan Pemantauan DBD 

Pemeriksaan laboratorium berperan krusial dalam menegakkan diagnosis dan memantau perjalanan penyakit. 

Pemeriksaan utama meliputi:

  1. Uji NS1 Antigen: Bertujuan mendeteksi keberadaan antigen virus dengue di dalam darah. Pemeriksaan ini efektif dilakukan pada 1-3 hari pertama demam (fase akut) karena kadar antigen masih tinggi.
  2. Pemeriksaan Hematologi Lengkap (DHF): Ini adalah pemeriksaan andalan untuk pemantauan.
    • Trombosit (Platelet): Jumlah trombosit akan terus menurun (trombositopenia), seringkali di bawah 100.000/µL, dan mencapai titik terendah pada fase kritis.
    • Hematokrit (HCT): Nilai hematokrit meningkat (hemokonsentrasi) karena terjadi kebocoran plasma. Kenaikan hematokrit >20% dari nilai dasar pasien merupakan tanda bahaya.
  3. Uji Serologi IgG dan IgM Anti-Dengue: Pemeriksaan ini mendeteksi antibodi yang terbentuk sebagai respons tubuh terhadap infeksi virus. IgM biasanya muncul pada hari ke-3-5 dan menandai infeksi akut/primer, sedangkan IgG muncul lebih lambat dan dapat menandai infeksi sekunder.

Penanganan dan Pencegahan 

Tidak ada obat spesifik untuk membunuh virus dengue. Penanganan utama adalah terapi suportif:

  • Istirahat total dan asupan cairan yang cukup (air putih, oralit, jus) untuk mencegah dehidrasi.
  • Obat pereda demam (hanya paracetamol, hindari ibuprofen atau aspirin karena berisiko perdarahan).
  • Pemantauan ketat tanda bahaya dan nilai laboratorium, terutama pada fase kritis.
  • Rawat inap diperlukan jika terdapat tanda syok, perdarahan spontan, atau penurunan kondisi yang cepat.

Pencegahan terbaik adalah memberantas sarang nyamuk dengan 3M Plus: Menguras, Menutup, Mendaur ulang tempat penampungan air, plus menggunakan kelambu, losion anti nyamuk, dan menghindari gigitan nyamuk.

Baca Juga: Trombosit Turun Drastis? Ini Hubungan Trombosit dengan DBD yang Wajib Dipahami

Kapan Harus ke Dokter?

 Segera ke fasilitas kesehatan jika demam tinggi mendadak lebih dari 2 hari disertai gejala seperti muntah terus-menerus, nyeri perut hebat, perdarahan, gelisah, tangan/kaki dingin, atau jika demam turun namun kondisi tubuh justru melemah.


Follow Media Sosial Infolabmed.com melalui chanel Telegram Link, Facebook Link, Twitter/X Link. Berikan DONASI terbaikmu untuk perkembangan website infolabmed.com melalui Donasi via DANA Link.



Fitri Aisyah
Fitri Aisyah Selamat datang di my blog! Blog ini membahas dunia laboratorium medik dengan cara yang mudah dipahami. Dari teknik pemeriksaan, interpretasi hasil laboratorium, hingga tips seputar kesehatan, semuanya dikemas simpel, jelas, dan berbasis bukti ilmiah. Yuk, eksplorasi ilmu laboratorium bersama! 🔬🚀

Post a Comment