Trombosit Turun Drastis? Ini Hubungan Trombosit dengan DBD yang Wajib Dipahami
INFOLABMED.COM - Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit infeksi yang ditakuti, dan salah satu penanda laboratorium yang paling sering diperbincangkan adalah jumlah trombosit.
Hubungan trombosit dengan DBD sangat erat dan menjadi parameter kunci dalam menentukan diagnosis, fase penyakit, dan tindakan medis.
Baca Juga: Memahami Trombosit: Pengertian, Fungsi, dan Pemeriksaan Mikroskopis di Indonesia
Pemahaman yang tepat tentang hubungan ini dapat membantu keluarga pasien lebih waspada dan kooperatif dalam pemantauan.
Mengapa Trombosit Turun Drastis pada DBD?
Hubungan trombosit dengan DBD bersifat kausal dan kompleks.
Penurunan jumlah trombosit (trombositopenia) bukanlah tanpa sebab. Berikut mekanisme utamanya:
- Supresi Sumsum Tulang: Virus dengue secara langsung menekan fungsi sumsum tulang, yang merupakan pabrik pembuat sel darah, termasuk trombosit. Produksi trombosit baru pun terhambat.
- Peripheral Destruction (Penghancuran di Pinggir): Sistem kekebalan tubuh yang berusaha melawan virus dengue dapat secara tidak sengaja menghancurkan trombosit. Selain itu, virus juga menyebabkan kerusakan pada dinding pembuluh darah kapiler. Trombosit kemudian dikonsumsi secara masif untuk mencoba memperbaiki kebocoran pembuluh darah ini.
- Peningkatan Konsumsi: Seperti disebutkan, respons peradangan dan kerusakan endotel pembuluh darah memicu aktivasi dan penggumpalan trombosit (aggregasi) di pembuluh darah kecil. Trombosit yang terpakai ini kemudian dikeluarkan dari sirkulasi, sehingga jumlahnya menurun.
Pola dan Fase Penurunan Trombosit pada DBD
Hubungan trombosit dengan DBD memiliki pola yang khas dan terkait erat dengan fase klinis penyakit:
- Fase Demam (Hari 1-3): Jumlah trombosit biasanya mulai menurun secara bertahap.
- Fase Kritis (Hari 4-6): Ini adalah fase paling berbahaya. Demam mungkin turun, tetapi justru di sinilah trombosit sering mencapai titik terendah (bisa di bawah 100.000/µL, bahkan hingga di bawah 20.000/µL). Kebocoran plasma juga terjadi. Kombinasi trombositopenia dan kebocoran plasma inilah yang memicu syok dan perdarahan.
- Fase Penyembuhan (Hari 7 dan seterusnya): Setelah melewati fase kritis, tubuh mulai membaik. Produksi trombosit di sumsum tulang kembali aktif, dan jumlah trombosit akan naik secara bertahap menuju nilai normal.
Pemantauan Trombosit: Kunci Penanganan DBD
Karena hubungan trombosit dengan DBD sangat menentukan, pemantauan jumlah trombosit melalui pemeriksaan darah berkala adalah hal yang mutlak. Pemantauan ini membantu dokter untuk:
- Memastikan diagnosis DBD.
- Mengidentifikasi pasien yang memasuki fase kritis.
- Memutuskan kebutuhan rawat inap, pemberian cairan infus, atau transfusi trombosit.
- Memantau respons terapi dan proses penyembuhan.
Kapan Transfusi Trombosit Diperlukan?
Perlu dicatat bahwa transfusi trombosit tidak selalu diberikan hanya karena angkanya rendah.
Indikasi utamanya adalah jika terdapat tanda perdarahan aktif (mimisan hebat, perdarahan gusi, muntah darah, BAB hitam) atau sebelum dilakukan prosedur invasif.
Keputusan transfusi sepenuhnya berada di tangan dokter berdasarkan kondisi klinis pasien secara menyeluruh.
Hubungan trombosit dengan DBD adalah hubungan sebab-akibat yang menjadi inti patofisiologi penyakit.
Penurunan trombosit adalah alarm alami tubuh yang menandakan fase kritis DBD.
Baca Juga: Trombosit: Pahlawan Kecil Pembeku Darah yang Wajib Anda Kenali
Masyarakat diimbau untuk tidak panik melihat angka trombosit yang rendah, tetapi harus sangat waspada dan patuh terhadap anjuran pemantauan dari tenaga kesehatan.
Penanganan DBD yang tepat dan cepat sangat bergantung pada pemahaman akan hubungan penting ini.
Follow Media Sosial Infolabmed.com melalui chanel Telegram [Link: https://t.me/infolabmedcom], Facebook [Link: https://www.facebook.com/infolabmed/], Twitter/X [Link: https://x.com/infolabmed]. Berikan DONASI terbaikmu untuk perkembangan website infolabmed.com melalui Donasi via DANA [Link: https://link.dana.id/minta?full_url=https://qr.dana.id/v1/281012012020092524655592].

Post a Comment