Leukosit Tinggi: 10 Kemungkinan Penyebab dan Tanda Bahaya yang Perlu Diwaspadai

Table of Contents

 

Leukosit Tinggi: 10 Kemungkinan Penyebab dan Tanda Bahaya yang Perlu Diwaspadai

INFOLABMED.COM - Hasil pemeriksaan darah menunjukkan leukosit tinggi? Kondisi ini dalam dunia medis disebut leukositosis, di mana jumlah sel darah putih (leukosit) melebihi batas normal (>11.000 sel/µL). 

Leukosit adalah bagian vital dari sistem imun yang melawan infeksi. Peningkatannya seringkali merupakan respons alami tubuh terhadap suatu ancaman. 

Baca Juga: Kamar Hitung Leukosit: Fungsi, Prinsip Kerja, dan Cara Penggunaan di Laboratorium

Namun, leukosit tinggi tanda apa sebenarnya? Artikel ini akan mengulas berbagai kemungkinan penyebabnya, dari yang umum hingga yang memerlukan perhatian serius.

Apa Saja Kemungkinan Penyebab Leukosit Tinggi?

Leukositosis bukanlah diagnosis, melainkan sebuah gejala atau penanda. Penyebabnya sangat beragam:

  1. Infeksi Bakteri Akut: Ini adalah penyebab paling umum. Tubuh memproduksi lebih banyak neutrofil (jenis leukosit) untuk melawan bakteri, seperti pada radang tenggorokan bakteri, pneumonia, infeksi saluran kemih, atau sepsis. Tanda yang menyertai: demam, nyeri, kemerahan, atau pembengkakan di area infeksi.
  2. Peradangan (Inflamasi) Non-Infeksi: Kondisi yang menyebabkan peradangan kronis juga dapat memicu leukositosis. Contohnya: rheumatoid arthritis, penyakit inflamasi usus (seperti Crohn's disease), vaskulitis, atau alergi berat.
  3. Stres Fisik atau Emosional: Stres berat, kecemasan ekstrem, pembedahan, trauma fisik, luka bakar, atau olahraga sangat intens dapat menyebabkan peningkatan singkat hormon kortisol dan adrenalin, yang memicu pelepasan leukosit dari sumsum tulang.
  4. Pengobatan Tertentu: Beberapa obat seperti kortikosteroid (misalnya prednison), litium, atau obat agonis beta-adrenergik (pada asma) dapat menyebabkan peningkatan jumlah leukosit sebagai efek samping.
  5. Reaksi Alergi Parah: Respon imun terhadap alergen (makanan, obat, sengatan serangga) yang signifikan dapat menyebabkan peningkatan eosinofil atau basofil, jenis leukosit tertentu.
  6. Gangguan Sumsum Tulang (Proliferatif): Ini adalah penyebab yang lebih serius. Sumsum tulang mungkin memproduksi sel darah putih secara berlebihan dan abnormal.
    • Leukemia: Kanker sel darah putih di mana sumsum tulang memproduksi sel leukosit yang belum matang (blast) dalam jumlah sangat tinggi.
    • Polisitemia Vera atau Myelofibrosis: Gangguan sumsum tulang lainnya yang dapat disertai leukositosis.
  7. Jaringan Rusak atau Nekrosis: Ketika jaringan tubuh mati, misalnya akibat serangan jantung, luka bakar luas, atau pankreatitis, tubuh merespons dengan peningkatan leukosit.
  8. Merokok: Kebiasaan merokok kronis dapat menyebabkan peningkatan kadar leukosit secara persisten akibat iritasi dan peradangan pada saluran pernapasan.
  9. Kondisi Autoimun: Penyakit di mana sistem imun menyerang tubuh sendiri, seperti lupus, dapat menunjukkan peningkatan leukosit sebagai bagian dari aktivitas imun yang tidak terkendali.
  10. Kehamilan dan Persalinan: Pada kehamilan, terutama trimester terakhir dan selama persalinan, peningkatan leukosit ringan hingga sedang dapat terjadi sebagai respons fisiologis normal tubuh.

Gejala yang Sering Menyertai Leukosit Tinggi

Gejala sangat bergantung pada penyebab dasarnya. Selain gejala spesifik dari penyakit pemicu (seperti demam untuk infeksi), leukositosis sendiri mungkin tidak bergejala atau menunjukkan tanda seperti:

  • Kelelahan
  • Demam atau keringat malam
  • Mudah memar atau perdarahan
  • Penurunan berat badan tanpa sebab jelas
  • Nyeri atau rasa penuh di perut kiri atas (akibat pembesaran limpa)

Kapan Harus Waspada dan Konsultasi ke Dokter?

Temui dokter segera jika leukosit tinggi disertai dengan:

  • Demam tinggi yang tidak kunjung turun.
  • Gejala infeksi berat (menggigil, denyut nadi cepat).
  • Penurunan kesadaran.
  • Perdarahan abnormal atau memar mudah.
  • Pembengkakan kelenjar getah bening yang menetap.
  • Hasil hitung leukosit sangat tinggi (misalnya, >50.000 sel/µL) atau ditemukan sel abnormal dalam laporan darah tepi.

Langkah Diagnostik Selanjutnya

Dokter tidak akan berhenti pada angka leukosit tinggi. Untuk menemukan akar masalah, biasanya akan dilakukan:

  • Hitungan Jenis Leukosit (Differential Count): Memeriksa jenis sel mana (neutrofil, limfosit, eosinofil, dll) yang meningkat.
  • Pemeriksaan Fisik dan Wawancara Mendalam: Mencari sumber infeksi atau tanda penyakit lain.
  • Tes Tambahan: Seperti apusan darah tepi, kultur darah, atau biopsi sumsum tulang jika dicurigai gangguan hematologi.

Leukosit tinggi bisa menjadi tanda dari berbagai kondisi, mulai dari infeksi ringan hingga penyakit serius seperti leukemia. 

Baca Juga: Leukosit Tinggi vs Rendah: Arti, Penyebab, dan Kapan Harus Waspada?

Interpretasi hasil harus selalu dilakukan oleh dokter dengan melihat gambaran klinis lengkap dan hasil pemeriksaan penunjang lainnya. Jangan panik, tetapi juga jangan abaikan. 

Konsultasikan hasil lab Anda untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.


Follow Media Sosial Infolabmed.com melalui chanel Telegram Link, Facebook Link, Twitter/X Link. Berikan DONASI terbaikmu untuk perkembangan website infolabmed.com melalui Donasi via DANA Link.


Fitri Aisyah
Fitri Aisyah Selamat datang di my blog! Blog ini membahas dunia laboratorium medik dengan cara yang mudah dipahami. Dari teknik pemeriksaan, interpretasi hasil laboratorium, hingga tips seputar kesehatan, semuanya dikemas simpel, jelas, dan berbasis bukti ilmiah. Yuk, eksplorasi ilmu laboratorium bersama! 🔬🚀

Post a Comment