Kamar Hitung Leukosit: Fungsi, Prinsip Kerja, dan Cara Penggunaan di Laboratorium

Table of Contents

 

Kamar Hitung Leukosit: Fungsi, Prinsip Kerja, dan Cara Penggunaan di Laboratorium

INFOLABMED.COM - Dalam dunia laboratorium medik, terutama di fasilitas kesehatan dengan sumber daya terbatas atau untuk kalibrasi alat automasi, kamar hitung leukosit masih menjadi alat yang esensial. 

Alat yang juga dikenal sebagai haemocytometer atau counting chamber ini digunakan untuk melakukan perhitungan sel secara manual, tidak hanya leukosit tetapi juga eritrosit dan trombosit. 

Baca Juga: Memahami Kotak Hitung Trombosit: Kunci Akurasi dalam Pemeriksaan Darah

Pemahaman yang benar tentang cara penggunaan alat ini sangat penting untuk memastikan hasil pemeriksaan yang akurat dan reliabel.

Apa Itu Kamar Hitung Leukosit?

Kamar hitung leukosit adalah sebuah alat yang terbuat dari kaca dengan desain khusus di bagian tengahnya yang memiliki grid (garis-garis berpetak) yang sangat presisi. 

Alat ini dirancang untuk memungkinkan penghitungan sel-sel darah di bawah mikroskop dengan metode yang terstandarisasi. 

Meskipun saat ini banyak laboratorium telah menggunakan analyzer hematologi otomatis, kamar hitung tetap menjadi gold standard dan alat validasi yang sangat berharga.

Bagian-Bagian dan Prinsip Kerja Kamar Hitung

Alat ini terdiri dari beberapa bagian utama:

  1. Platform Kaca: Bagian utama tempat terdapat grid penghitungan.
  2. Grid atau Garis Berpetak: Area yang ditandai dengan garis-garis yang membentuk kotak-kotak kecil dengan ukuran yang sudah ditetapkan. Grid yang paling umum digunakan adalah Improved Neubauer.
  3. Cover Glass: Kaca penutup khusus dengan permukaan yang sangat rata dan diketahui ketebalannya (biasanya 0.1 mm). Kaca ini harus digunakan agar kedalaman ruang hitung konsisten.

Prinsip kerjanya didasarkan pada pembuatan ruang dengan volume yang sangat pasti di antara platform kaca dan cover glass. 

Sel-sel yang tersuspensi dalam cairan (diencerkan dengan reagen tertentu) dimasukkan ke dalam ruang ini. 

Dengan menghitung jumlah sel dalam sejumlah kotak tertentu dan mengetahui volume kotak tersebut, jumlah sel per volume darah dapat dihitung.

Prosedur Penggunaan Kamar Hitung Leukosit

Berikut adalah langkah-langkah umum untuk melakukan hitung leukosit manual:

  1. Pengenceran Sampel: Darah diencerkan dengan larutan pengencer khusus (misalnya, Larutan Turk) yang akan melisiskan sel darah merah sehingga hanya leukosit yang tertinggal dan dapat dihitung. Perbandingan pengenceran biasanya 1:20.
  2. Pemasangan Cover Glass: Tempatkan cover glass dengan tepat di atas platform grid. Pastikan sudah terpasang dengan benar sehingga muncul pola Newton's rings (cincin pelangi) yang menandakan kontak yang sempurna.
  3. Pengisian Kamar Hitung: Dengan menggunakan pipet pasteur atau micropipette, tempatkan sedikit cairan yang telah diencerkan pada tepi cover glass. Cairan akan secara kapiler terhisap dan memenuhi ruang hitung. Hati-hati jangan sampai terjadi overflow atau gelembung udara.
  4. Penghitungan Sel: Biarkan sel selama 1-2 menit agar mengendap. Letakkan preparat di bawah mikroskop dan gunakan perbesaran 10x. Hitung jumlah sel leukosit yang berada di dalam kotak-kotak tertentu pada grid (biasanya di empat kotak besar di sudut-sudut grid).
  5. Perhitungan: Jumlah sel yang dihitung dimasukkan ke dalam rumus khusus untuk mendapatkan jumlah leukosit per mikroliter darah.

Rumus Perhitungan

Rumus dasar untuk hitung leukosit adalah: Jumlah Leukosit/μL = (Jumlah sel yang dihitung × Faktor Pengencer) / (Jumlah kotak besar yang dihitung × Volume per kotak besar)

Untuk grid Improved Neubauer, volume 1 kotak besar adalah 0.1 mm³. Dengan pengenceran 1:20 dan menghitung 4 kotak besar, rumusnya disederhanakan menjadi: Jumlah Leukosit/μL = Jumlah sel yang dihitung dalam 4 kotak × 50

Kelebihan dan Kekurangan

Kelebihan:

  • Relatif murah dan tidak memerlukan teknologi canggih.
  • Dapat digunakan sebagai alat validasi untuk mesin analyzer.
  • Berguna untuk menghitung sel-sel dengan konsentrasi sangat rendah atau sampel yang tidak dapat dianalisis oleh mesin.

Kekurangan:

  • Memakan waktu dan bergantung pada keterampilan operator.
  • Rentan terhadap kesalahan manusia (human error) dalam pengenceran, pengisian, dan penghitungan.
  • Memiliki presisi dan akurasi yang lebih rendah dibandingkan alat otomatis.

Kamar hitung leukosit merupakan alat fundamental dalam laboratorium hematologi. 

Baca Juga: Memahami Kotak Eritrosit: Alat Penting dalam Penghitungan Sel Darah Merah

Meskipun bersifat manual, pemahaman yang mendalam tentang prinsip dan prosedur penggunaannya tetap sangat penting bagi setiap analis laboratorium medik. 

Alat ini menjembatani metode tradisional dengan modern dan berperan sebagai penjamin kualitas (quality control) dalam pemeriksaan hematologi sehari-hari.


Follow Media Sosial Infolabmed.com melalui TelegramFacebookTwitter/XBerikan DONASI terbaikmu untuk perkembangan website infolabmed.com melalui Donasi via DANA.



Fitri Aisyah
Fitri Aisyah Selamat datang di my blog! Blog ini membahas dunia laboratorium medik dengan cara yang mudah dipahami. Dari teknik pemeriksaan, interpretasi hasil laboratorium, hingga tips seputar kesehatan, semuanya dikemas simpel, jelas, dan berbasis bukti ilmiah. Yuk, eksplorasi ilmu laboratorium bersama! 🔬🚀

Post a Comment