Rubella IgM dan IgG: Panduan Lengkap Interpretasi Hasil untuk Persiapan Kehamilan

Table of Contents

 

Rubella IgM dan IgG: Panduan Lengkap Interpretasi Hasil untuk Persiapan Kehamilan


INFOLABMED.COM - Pemeriksaan antibodi Rubella, sering disebut sebagai Tes TORCH atau Anti-Rubella, adalah tes darah kritis, terutama bagi wanita yang merencanakan kehamilan. 

Tes ini mengukur dua jenis antibodi: IgM dan IgG

Baca Juga: Mengenal Efek Imunisasi Dari Penyakit Campak, Gondongan, dan Rubella serta Vaksinasi MMR

Memahami interpretasi kombinasi hasil Rubella IgM/IgG sangat penting untuk menentukan apakah Anda memiliki kekebalan, sedang mengalami infeksi akut, atau rentan terhadap virus Rubella (Campak Jerman) yang berbahaya bagi janin.

Mengapa Pemeriksaan Rubella IgM/IgG Sangat Penting?

Rubella adalah infeksi virus yang umumnya ringan pada anak dan dewasa. 

Namun, jika seorang wanita tertular Rubella saat hamil, terutama pada trimester pertama, virus dapat menembus plasenta dan menyebabkan Sindrom Rubella Kongenital pada janin. 

Kondisi ini dapat mengakibatkan kebutaan, tuli, kelainan jantung bawaan, dan kerusakan otak. 

Oleh karena itu, mengetahui status kekebalan sebelum hamil adalah langkah pencegahan utama.

Apa Arti IgM dan IgG Rubella?

  • IgM Anti-Rubella: Antibodi yang pertama kali muncul tubuh sebagai respons terhadap infeksi akut. IgM biasanya terdeteksi 1-2 minggu setelah munculnya ruam dan dapat bertahan selama 6-12 minggu, terkadang lebih lama.
  • IgG Anti-Rubella: Antibodi yang muncul lebih lambat, memberikan kekebalan jangka panjang (imunitas). IgG biasanya terdeteksi sekitar 2-3 minggu setelah infeksi awal dan akan menetap seumur hidup. Keberadaan IgG menandakan kekebalan, baik dari infeksi alamiah di masa lalu atau dari vaksinasi MMR (Measles, Mumps, Rubella).

Interpretasi Hasil Rubella IgM dan IgG

Berikut adalah panduan umum untuk membaca hasil kombinasi kedua antibodi tersebut:

1. IgG Positif, IgM Negatif

  • Interpretasi: Memiliki kekebalan terhadap Rubella.
  • Artinya: Anda pernah terinfeksi Rubella di masa lalu atau telah divaksinasi MMR dengan baik. Tubuh telah membentuk perlindungan. Ini adalah hasil yang diharapkan pada pemeriksaan pra-kehamilan. Anda umumnya aman untuk hamil.

2. IgG Negatif, IgM Negatif

  • Interpretasi: Tidak memiliki kekebalan (Rentan / Susceptible).
  • Artinya: Anda belum pernah terpapar virus Rubella atau divaksinasi, dan tubuh tidak membentuk antibodi. Anda berisiko tertular jika terpapar. Rekomendasi utama adalah melakukan vaksinasi MMR sebelum hamil (minimal 1 bulan sebelum konsepsi).

3. IgM Positif (dengan IgG Negatif atau Positif)

  • Interpretasi: Kemungkinan Infeksi Akut atau Baru Terjadi.
  • Artinya: Hasil ini menunjukkan adanya infeksi Rubella yang sedang berlangsung dalam 12 minggu terakhir. Interpretasi harus sangat hati-hati karena:
    • Dapat berupa infeksi primer akut yang benar.
    • Dapat disebabkan oleh reaktivitas silang dengan virus lain.
    • IgM dapat persisten (bertahan lama) pada beberapa individu.
  • Tindakan: Dilarang hamil sampai infeksi benar-benar sembuh dan IgM kembali negatif. Diperlukan konsultasi mendalam dengan dokter dan mungkin pengulangan tes setelah 2-3 minggu untuk melihat peningkatan IgG.

4. IgG Positif, IgM Positif

  • Interpretasi: Kemungkinan Infeksi Recent (baru saja) atau IgM Persisten.
  • Artinya: Ini adalah zona abu-abu. Bisa berarti infeksi yang terjadi beberapa minggu/minggu terakhir (di mana IgG sudah mulai terbentuk), atau infeksi lama di masa lalu tetapi kadar IgM masih terdeteksi.
  • Tindakan: Perlu evaluasi klinis (ada/tidaknya gejala) dan pengulangan tes (paired serum) setelah 2-3 minggu. Jika IgG meningkat signifikan (4 kali lipat), mengonfirmasi infeksi akut. Jika IgG stabil dan IgM menurun, kemungkinan infeksi sedang dalam fase penyembuhan.

Rekomendasi Penting untuk Calon Ibu

  1. Skrining Rutin: Lakukan pemeriksaan status Rubella sebelum menikah atau saat merencanakan kehamilan.
  2. Vaksinasi adalah Kunci: Jika hasilnya IgG Negatif, segera lakukan vaksinasi MMR dan tunda kehamilan minimal 1 bulan setelah vaksinasi.
  3. Jangan Tangani Sendiri: Selalu konsultasikan hasil tes, terutama yang ambigu (IgM positif), dengan dokter kandungan atau spesialis penyakit infeksi. Diagnosis infeksi akut selama kehamilan memerlukan penanganan khusus dan konseling yang komprehensif.
  4. Tes Ulang (Paired Serum): Untuk konfirmasi infeksi akut, diperlukan pengambilan sampel darah dua kali dengan jarak 2-3 minggu untuk melihat dinamika peningkatan titer antibodi.

Baca Juga: Diagnosis Serologis di Indonesia: Bedah Campak, Rubella, dan Demam Berdarah Dengue

Kesimpulannya, pemeriksaan Rubella IgM/IgG adalah investasi kesehatan yang vital untuk mencegah tragedi Sindrom Rubella Kongenital. 

Dengan interpretasi yang tepat dan tindak lanjut yang benar, setiap kehamilan dapat dimulai dengan perlindungan optimal.


Follow Media Sosial Infolabmed.com melalui chanel Telegram Link, Facebook Link, Twitter/X Link. Berikan DONASI terbaikmu untuk perkembangan website infolabmed.com melalui Donasi via DANA Link.


Fitri Aisyah
Fitri Aisyah Selamat datang di my blog! Blog ini membahas dunia laboratorium medik dengan cara yang mudah dipahami. Dari teknik pemeriksaan, interpretasi hasil laboratorium, hingga tips seputar kesehatan, semuanya dikemas simpel, jelas, dan berbasis bukti ilmiah. Yuk, eksplorasi ilmu laboratorium bersama! 🔬🚀

Post a Comment