Jantung Rematik: Penyakit Katup Jantung yang Bermula dari Radang Tenggorokan
INFOLABMED.COM - Jantung rematik, atau dalam istilah medis disebut Penyakit Jantung Rematik (PJR), adalah suatu kondisi kerusakan permanen pada katup jantung yang disebabkan oleh komplikasi dari Demam Rematik. Demam rematik sendiri adalah penyakit peradangan sistemik yang dapat terjadi setelah infeksi tenggorokan oleh bakteri Streptococcus beta-hemolyticus grup A yang tidak diobati dengan tuntas.
Penyakit ini adalah contoh tragis bagaimana sebuah infeksi tenggorokan yang tampaknya sepele dapat berubah menjadi ancaman seumur hidup bagi jantung, terutama menyerang anak-anak dan dewasa muda.
Bagaimana Radang Tenggorokan Bisa Merusak Jantung?
Prosesnya dimulai dari infeksi tenggorokan yang tidak ditangani dengan antibiotik yang tepat. Berikut tahapan yang terjadi:
Infeksi Tenggorokan Streptokokus:
Bakteri streptokokus menginfeksi tenggorokan.
Reaksi Autoimun (Demam Rematik): Sistem kekebalan tubuh menghasilkan antibodi untuk melawan bakteri. Namun, pada sebagian orang, antibodi ini keliru dan justru menyerang jaringan tubuh sendiri—khususnya jaringan sendi, kulit, otak, dan yang paling berbahaya, jaringan katup jantung—karena kemiripannya dengan protein pada bakteri.
Peradangan dan Luka pada Katup Jantung: Peradangan berulang akibat demam rematik menyebabkan katup jantung (biasanya katup mitral) menebal, memendek, dan mengalami penyempitan (stenosis) atau kebocoran (regurgitasi). Kerusakan inilah yang disebut penyakit jantung rematik.
Gejala dan Tanda-Tanda Jantung Rematik
Gejala dapat dibagi menjadi dua fase:
A. Gejala Demam Rematik Awal (Sebelum Kerusakan Jantung):
Demam.
Nyeri dan pembengkakan sendi yang berpindah-pindah (artritis migratori).
Ruam kulit.
Benjolan kecil di bawah kulit (nodul).
Gerakan tubuh yang tidak terkendali (korea Sydenham).
B. Gejala Penyakit Jantung Rematik (Setelah Kerusakan Katup):
Sesak napas, awalnya saat beraktivitas, lalu bisa terjadi saat istirahat.
Mudah lelah dan lemas.
Jantung berdebar-debar (palpitasi).
Dada terasa nyeri.
Pembengkakan (edema) pada kaki dan pergelangan kaki.
Dokter mungkin mendengar bunyi murmur (bunyi jantung tambahan) saat pemeriksaan dengan stetoskop.
Diagnosis dan Pemeriksaan
Diagnosis penyakit jantung rematik ditegakkan berdasarkan kombinasi dari:
Riwayat kesehatan tentang demam rematik atau radang tenggorokan berulang.
Pemeriksaan Fisik: Mendeteksi murmur jantung dan tanda gagal jantung.
Elektrokardiogram (EKG): Untuk mendeteksi gangguan irama jantung.
Ekokardiografi (USG Jantung): Ini adalah pemeriksaan paling penting untuk melihat struktur dan fungsi katup jantung, serta mengkonfirmasi adanya stenosis atau regurgitasi.
Penanganan dan Pencegahan
Penanganan penyakit jantung rematik difokuskan pada dua hal:
Mengelola Kerusakan Katup yang Sudah Terjadi:
Obat-obatan: Untuk mengatasi gagal jantung (diuretik, ACE inhibitor) atau mengontrol irama jantung.
Prosedur Bedah: Pada kasus yang parah, diperlukan perbaikan katup (valvuloplasti) atau penggantian katup jantung dengan katup mekanis atau biologis.
Related: Tertawa & Jantung: Benarkah Tawa Bisa Menyehatkan Jantung? Penjelasan Dokter
Pencegahan (Yang Paling Utama!):
Pencegahan Primer
Mengobati infeksi tenggorokan streptokokus dengan antibiotik (biasanya penisilin) hingga tuntas untuk mencegah terjadinya demam rematik.
Pencegahan Sekunder
Bagi yang sudah pernah mengalami demam rematik atau memiliki PJR, pemberian antibiotik (suntik penisilin jangka panjang setiap bulan/triwulan) secara rutin sangat penting untuk mencegah kekambuhan dan kerusakan jantung lebih lanjut.
Kesadaran akan bahaya radang tenggorokan dan penanganannya yang tepat adalah kunci untuk memutus mata rantai penyakit jantung rematik.

Post a Comment