Toxoplasma gondii: Parasit Zoonosis yang Mengancam Ibu Hamil dan Imunokompromais
Table of Contents
INFOLABMED.COM – Toxoplasma gondii merupakan parasit protozoa intraseluler obligat yang dapat menginfeksi manusia dan hewan berdarah panas.
Infeksi ini sangat berbahaya bagi ibu hamil dan individu dengan imunitas rendah, karena dapat menyebabkan komplikasi serius termasuk kerusakan neurologis dan abortus.
Baca juga : Toxoplasma gondii; Morfologi, Siklus Hidup, dan Manifestasi Klinis
Apa Itu Toxoplasma gondii?
Toxoplasma gondii adalah:
- Parasit apicomplexan dengan siklus hidup kompleks
- Host definitif: Felidae (kucing domestik dan liar)
- Host perantara: Manusia, hewan ternak, burung
- Prevalensi global: 30-50% populasi dunia terinfeksi
Siklus Hidup dan Cara Penularan
1. Siklus Enteroepithelial (pada kucing)
- Oocyst dikeluarkan melalui feses kucing
- Sporulasi dalam 1-5 hari di tanah/lingkungan
- Tahan hingga 18 bulan di lingkungan yang sesuai
2. Siklus Ekstraintestinal (pada host perantara)
- Konsumsi daging mengandung tissue cysts (daging mentah/setengah matang)
- Konsumsi makanan/air terkontaminasi oocyst
- Transplasental (dari ibu ke janin)
Stadium Infektif
1. Takizoit (trophozoit)
- Stadium proliferatif cepat
- Menyerang sel inang dan menyebar sistemik
- Ditemukan selama infeksi akut
2. Bradizoit
- Dalam tissue cysts (otak, otot)
- Persisten seumur hidup
- Reaktivasi jika imunosupresi
3. Oocyst
- Dihasilkan di usus kucing
- Tahan lingkungan
- Sporozoit infektif setelah sporulasi
Manifestasi Klinis
1. Immunocompetent Host
- 80-90% asimtomatik
- Mononucleosis-like syndrome
- Limfadenopati, fatigue, fever
2. Immunocompromised Host
- Ensefalitis toxoplasma
- Nekrosis otak multifokal
- Pneumonitis, chorioretinitis
3. Kongenital
- Trias klasik: chorioretinitis, hidrosefalus, intracranial calcification
- Abortus atau stillbirth
- Gejala terlambat: gangguan penglihatan, mental retardation
Diagnosis Laboratorium
1. Serologi
- IgG positif: infeksi lampau/kronis
- IgM positif: infeksi akut/recent
- IgG avidity: membedakan infeksi recent vs lampau
2. PCR
- Deteksi DNA toxoplasma dalam darah, CSF, cairan amnion
- Sensitif untuk diagnosis kongenital
3. Histopatologi
- Deteksi takizoit dalam jaringan
- Pewarnaan Giemsa atau immunohistochemistry
4. Isolasi Parasit
- Inokulasi mencit atau cell culture
- Gold standard tetapi jarang dilakukan
Interpretasi Hasil Serologi
| IgG | IgM | Interpretasi |
|---|---|---|
| Negatif | Negatif | Rentan infeksi |
| Positif | Negatif | Infeksi lampau (imun) |
| Positif | Positif | Infeksi recent/akut |
| Negatif | Positif | Infeksi sangat awal atau false positif |
Pencegahan dan Pengendalian
1. Untuk Ibu Hamil
- Hindari kontak dengan kucing/kotoran kucing
- Masak daging hingga matang (>67°C)
- Cuci tangan dan peralatan masak setelah handling daging mentah
- Hindari konsumsi sayuran mentah yang tidak dicuci
2. Untuk Populasi Risiko
- Screen rutin pada imunokompromais
- Profilaksis kotrimoksazol untuk HIV dengan CD4 <100 sel/μL
Penatalaksanaan
1. Immunocompetent
- Biasanya tidak perlu terapi
- Pengobatan simtomatik jika gejala berat
2. Immunocompromised
- Pyrimethamine + sulfadiazine + folinic acid
- Alternatif: clindamycin, azithromycin
3. Kongenital
- Pyrimethamine + sulfadiazine selama 1 tahun
- Steroid untuk chorioretinitis aktif
Baca juga : Toxoplasmosis: Penyebab, Gejala, dan Bahaya bagi Ibu Hamil yang Perlu Diwaspadai
Risiko Transmisi Kongenital
Berdasarkan Trimester
- Trimester 1: 15% (berat tetapi jarang)
- Trimester 2: 30% (keparahan sedang)
- Trimester 3: 60% (ringan tetapi sering)
Follow Media Sosial Infolabmed.com melalui Telegram, Facebook, Twitter/X. Dukung pengembangan konten kesehatan via Donasi DANA.
.png)
Post a Comment