Syarat Pemeriksaan BTA: Panduan Lengkap Pengambilan Sampel Dahak untuk Diagnosis TB

Table of Contents
Syarat Pemeriksaan BTA: Panduan Lengkap Pengambilan Sampel Dahak untuk Diagnosis TB


INFOLABMED.COM - Pemeriksaan Basil Tahan Asam (BTA) merupakan pemeriksaan mikroskopis yang vital untuk mendiagnosis Tuberkulosis (TB) paru. Keakuratan hasil tes ini sangat bergantung pada kualitas sampel dahak yang diberikan. 

Oleh karena itu, memahami dan mematuhi syarat pemeriksaan BTA dengan benar adalah kunci keberhasilan diagnosis dan penanganan dini.

Baca juga : BSC Tipe 2 untuk BTA: Protokol Standar Emas dalam Pemeriksaan Darah Rutin

Apa Itu Pemeriksaan BTA?

Pemeriksaan BTA adalah metode untuk mendeteksi adanya Mycobacterium tuberculosis, bakteri penyebab TB, dalam sampel dahak di bawah mikroskop. Bakteri ini disebut "tahan asam" karena sifatnya yang tidak mudah diwarnai oleh prosedur pewarnaan biasa, tetapi akan terlihat jelas dengan pewarnaan Ziehl-Neelsen (ZN). Hasil positif BTA menunjukkan adanya bakteri TB yang aktif dan dapat menular.

Syarat Pemeriksaan BTA: Jenis dan Pengambilan Sampel Dahak

Syarat terpenting dalam pemeriksaan ini adalah pengambilan sampel dahak yang benar, bukan ludah atau air liur. Dahak adalah cairan kental yang berasal dari paru-paru atau saluran napas dalam saat batuk.

Biasanya, sampel dikumpulkan dalam 2 hari berturut-turut dengan jenis yang berbeda:

1. Sampel Sewaktu Pagi (SPS)

  • S (Sewaktu): Dahak pertama yang dikeluarkan saat pasien tiba di fasilitas kesehatan.
  • P (Pagi): Dahak yang dikumpulkan di rumah segera setelah bangun tidur di pagi hari.
  • S (Sewaktu): Dahak kedua yang dikeluarkan di fasilitas kesehatan setelah mengumpulkan sampel "Pagi", dengan jarak minimal 1-2 jam.

Panduan Praktis Cara Mengeluarkan Dahak yang Benar

Ikuti langkah-langkah ini untuk memastikan sampel memenuhi syarat pemeriksaan BTA:

  1. Sebelum Pengambilan:

    • Kumur-kumur dengan air bersih (bukan antiseptik) untuk membersihkan sisa makanan dan mengurangi kontaminasi dari mulut.
    • Jika memungkinkan, ambil dahak di ruangan terbuka atau di tempat yang memiliki sirkulasi udara baik untuk mengurangi risiko penularan.
  2. Saat Pengambilan:

    • Tarik napas dalam-dalam 2-3 kali, tahan sebentar, lalu hembuskan perlahan.
    • Pada tarikan napas ketiga, batukkan dengan kuat dan dalam (batuk dada) untuk mengeluarkan dahak dari paru-paru.
    • Keluarkan dahak langsung ke dalam pot sampel steril yang telah disediakan. Pastikan tutupnya rapat.
  3. Yang Harus Dihindari:

    • Jangan memberikan sampel yang berupa air liur atau ludah saja.
    • Jangan menyentuh bagian dalam pot sampel atau bagian dalam tutupnya.
    • Hindari makan atau minum (terutama susu) sesaat sebelum pengambilan sampel karena dapat mengganggu visibilitas di bawah mikroskop.

Syarat Khusus dan Tambahan

  • Volume: Usahakan volume dahak minimal 3-5 ml (sekitar 1 sendok teh).
    • Kualitas: Dahak yang baik biasanya kental, berlendir, dan berwarna kuning kehijauan atau mengandung nanah.
  • Pengemasan dan Pengiriman: Segera bawa sampel ke laboratorium dalam waktu maksimal 24 jam. Jika terjadi penundaan, sampel harus disimpan dalam lemari es pada suhu 2-8°C untuk menjaga kelangsungan hidup basil.

Baca juga : Mengenal Gambar BTA di Mikroskop: Ciri-Ciri dan Teknik Identifikasi Tuberkulosis

Apa yang Dilakukan Laboratorium?

Di laboratorium, sampel dahak akan diproses dengan:

  1. Pembuatan Sediaan: Dahak dioleskan tipis di atas objek glass.
  2. Pewarnaan Ziehl-Neelsen: Proses pewarnaan khusus yang membuat bakteri BTA berwarna merah dan latar belakang biru.
  3. Pembacaan di Bawah Mikroskop: Seorang ahli memeriksa sediaan untuk menemukan basil berwarna merah. Hasil dilaporkan dalam skala 0 sampai 3+ berdasarkan jumlah basil yang terlihat.

Dapatkan informasi kesehatan dan laboratorium lainnya dengan mengikuti update dari Infolabmed.com. Follow kami di TelegramFacebook, dan Twitter/X. Untuk mendukung perkembangan konten edukatif seperti ini, Anda dapat memberikan donasi via DANA.

Rachma Amalia Maharani
Rachma Amalia Maharani Halo saya lulusan Teknologi Laboratorium Medik yang memiliki ketertarikan besar pada dunia kesehatan dan laboratorium klinik. Berpengalaman dalam praktik laboratorium selama masa studi dan magang, terbiasa bekerja secara teliti, disiplin, dan bertanggung jawab. Saya juga aktif mengembangkan diri melalui pembelajaran mandiri. I am looking for opportunities to contribute further to the health industry to be able to apply the knowledge and interests that I have. Let's connect on Linkedin in my Portfolio https://rachma-mlt.framer.website/

Post a Comment