Seminogram: Pemeriksaan Penting untuk Menilai Kesuburan Pria

Table of Contents
Seminogram: Pemeriksaan Penting untuk Menilai Kesuburan Pria


INFOLABMED.COM - Seminogram merupakan pemeriksaan laboratorium yang sangat penting dalam mengevaluasi kesuburan (fertilitas) pria. 

Pemeriksaan ini juga dikenal sebagai analisis semen atau analisis sperma. Seminogram bertujuan untuk menganalisis kualitas dan kuantitas sperma yang diproduksi oleh seorang pria, sehingga dapat memberikan gambaran mengenai potensi kesuburannya.

Baca juga : Temporal Outline of Basic Semen Examination: Panduan Lengkap Prosedur dan Interpretasi Hasil

Apa Itu Seminogram?

Seminogram adalah suatu pemeriksaan yang dilakukan pada sampel semen (air mani) untuk menilai berbagai karakteristik sperma, baik secara makroskopis (fisik) maupun mikroskopis. Pemeriksaan ini menjadi langkah awal yang krusial ketika pasangan suami istri mengalami kesulitan dalam memiliki keturunan, karena sekitar 40-50% faktor infertilitas berasal dari pihak pria.

Tujuan Dilakukannya Seminogram

Pemeriksaan seminogram biasanya dilakukan dengan beberapa tujuan, antara lain:

  • Mengevaluasi kesuburan pria dalam investigasi infertilitas pasangan.
  • Memastikan keberhasilan prosedur vasektomi.
  • Memantau kesuburan setelah operasi vasektomi reversal.
  • Sebagai prasyarat sebelum menjalani program bayi tabung (IVF, ICSI).

Persiapan Sebelum Pemeriksaan

Agar hasil seminogram akurat, terdapat beberapa persiapan yang perlu diperhatikan:

  • Masa Abstinensi: Disarankan untuk tidak melakukan ejakulasi selama 2-5 hari sebelum pengambilan sampel. Abstinensi yang terlalu pendek atau terlalu panjang dapat mempengaruhi hasil.
  • Hindari Alkohol dan Obat-Obatan Tertentu: Konsumsi alkohol dan obat-obatan tertentu dapat mempengaruhi kualitas sperma.
  • Kondisi Kesehatan: Jika sedang demam atau sakit dalam 3 bulan terakhir, informasikan kepada dokter karena dapat mempengaruhi hasil sementara.

Parameter yang Dinilai dalam Seminogram

Berdasarkan standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), berikut parameter utama yang dinilai dalam seminogram:

1. Analisis Makroskopis:

  • Volume: Jumlah semen (normal: ≥ 1.5 mL).
  • pH: Tingkat keasaman (normal: ≥ 7.2).
  • Viskositas: Kekentalan semen.
  • Waktu Likuefaksi: Waktu perubahan semen dari gel menjadi cair (normal: < 60 menit).

2. Analisis Mikroskopis:

  • Konsentrasi Sperma: Jumlah sperma per mililiter (normal: ≥ 15 juta/mL).
  • Total Jumlah Sperma: Konsentrasi dikali volume (normal: ≥ 39 juta per ejakulat).
  • Pergerakan (Motilitas): Persentase sperma yang bergerak.
    • Motilitas progresif (bergerak maju): ≥ 32%
    • Total motilitas (progresif + non-progresif): ≥ 40%
  • Morfologi: Bentuk dan struktur sperma (normal: ≥ 4% bentuk normal menurut kriteria WHO terbaru).
  • Vitalitas: Persentase sperma yang hidup (normal: ≥ 58%).

Interpretasi Hasil Seminogram

Penting untuk dipahami bahwa hasil seminogram yang berada di bawah nilai normal tidak serta merta berarti seorang pria tidak subur, tetapi menunjukkan adanya penurunan kesuburan (subfertilitas). Diagnosis infertilitas harus ditegakkan oleh dokter berdasarkan hasil yang komprehensif, yang mungkin perlu diulang, serta pemeriksaan penunjang lainnya. Hasil yang abnormal dapat menjadi petunjuk untuk mencari penyebab lebih lanjut, seperti varikokel, infeksi, atau gangguan hormonal.

Baca juga : Pemeriksaan Analisis Semen (Seminogram): Prosedur dan Interpretasi Hasil

Apa yang Harus Dilakukan Jika Hasilnya Abnormal?

Jika hasil seminogram menunjukkan kelainan, langkah selanjutnya adalah berkonsultasi dengan dokter spesialis andrologi atau urologi. Dokter akan merekomendasikan:

  • Pemeriksaan Ulang: Seminogram mungkin perlu diulang setelah beberapa minggu untuk memastikan konsistensi hasil.
  • Pemeriksaan Penunjang Lainnya: Seperti pemeriksaan hormon, USG skrotum, atau tes DNA fragmentasi sperma.
  • Perubahan Gaya Hidup: Pola hidup sehat seperti olahraga teratur, diet bergizi, menghindari rokok dan alkohol, dapat membantu meningkatkan kualitas sperma.
  • Terapi Medis: Tergantung pada penyebabnya, dokter dapat memberikan terapi obat-obatan atau menyarankan tindakan operasi.

Dapatkan informasi terbaru seputar kesehatan dan laboratorium dengan mengikuti media sosial Infolabmed.com di TelegramFacebook, dan Twitter/X. Bantu kami terus berkembang dengan memberikan dukungan melalui donasi terbaik via DANA. Terima kasih.

Rachma Amalia Maharani
Rachma Amalia Maharani Halo saya lulusan Teknologi Laboratorium Medik yang memiliki ketertarikan besar pada dunia kesehatan dan laboratorium klinik. Berpengalaman dalam praktik laboratorium selama masa studi dan magang, terbiasa bekerja secara teliti, disiplin, dan bertanggung jawab. Saya juga aktif mengembangkan diri melalui pembelajaran mandiri. I am looking for opportunities to contribute further to the health industry to be able to apply the knowledge and interests that I have. Let's connect on Linkedin in my Portfolio https://rachma-mlt.framer.website/

Post a Comment