Prosedur Pemeriksaan Kultur Urine: Panduan Lengkap untuk Diagnosis Infeksi Saluran Kemih
Table of Contents
INFOLABMED.COM - Prosedur Pemeriksaan Kultur Urine merupakan salah satu pemeriksaan laboratorium yang bertujuan untuk mendeteksi keberadaan bakteri penyebab Infeksi Saluran Kemih (ISK).
Pemeriksaan ini sangat penting untuk memastikan jenis bakteri yang menginfeksi sekaligus menentukan antibiotik yang paling efektif digunakan.
Baca juga: Apa Itu Sepsis: Kondisi Darurat Medis yang Sering Terabaikan
Apa Itu Kultur Urine?
Kultur urine adalah pemeriksaan laboratorium dengan cara menumbuhkan sampel urine pada media khusus untuk mengetahui ada atau tidaknya pertumbuhan bakteri. Dari hasil pertumbuhan tersebut, laboratorium dapat melakukan uji sensitivitas antibiotik (antibiogram) untuk menentukan terapi yang tepat.
Tujuan Pemeriksaan Kultur Urine
- Menentukan ada tidaknya infeksi saluran kemih.
- Mengidentifikasi jenis bakteri penyebab infeksi.
- Menentukan antibiotik yang efektif (uji resistensi).
- Membantu dokter dalam merencanakan terapi yang tepat.
Prosedur Pemeriksaan Kultur Urine
1. Persiapan Pasien
- Pasien dianjurkan membersihkan area genital sebelum pengambilan sampel.
- Gunakan urine midstream (urine aliran tengah) untuk mengurangi kontaminasi.
- Sampel dikumpulkan dalam wadah steril.
2. Pengambilan Sampel
- Ambil urine pada pagi hari atau minimal setelah 4 jam tidak berkemih.
- Hindari penggunaan antibiotik sebelum pengambilan sampel (kecuali atas instruksi dokter).
3. Proses di Laboratorium
- Sampel urine ditanam pada media agar (misalnya Blood Agar, MacConkey Agar).
- Inkubasi dilakukan pada suhu 35–37°C selama 18–24 jam.
- Pertumbuhan koloni bakteri diamati dan dihitung jumlah koloni (CFU/mL).
4. Interpretasi Hasil
- Normal (negatif): tidak ada pertumbuhan bakteri.
- Positif ISK: bila pertumbuhan bakteri ≥100.000 CFU/mL.
- Laporan hasil disertai dengan identifikasi jenis bakteri dan uji sensitivitas antibiotik.
Manfaat Kultur Urine
- Memberikan diagnosis akurat pada kasus ISK berulang.
- Membedakan antara kontaminasi dan infeksi nyata.
- Membantu menekan risiko penggunaan antibiotik yang tidak tepat.

Post a Comment