Mengapa Darah Sulit Diambil Saat Trombosit Rendah? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Table of Contents

Mengapa Darah Sulit Diambil Saat Trombosit Rendah? Ini Penjelasan Ilmiahnya

INFOLABMED.COM - Bagi para analis laboratorium atau petugas medis yang sering mengambil sampel darah, situasi dimana darah sulit diambil pada pasien dengan trombosit rendah adalah hal yang sering dijumpai. 

Lalu, apa yang mengakibatkan saat trombosit rendah darah sulit diambil? Fenomena ini bukanlah sekadar kebetulan, melainkan memiliki penjelasan medis yang berkaitan langsung dengan fungsi vital trombosit dalam sistem peredaran darah.

Baca juga : Transfusi Trombosit: Penanganan Vital untuk Mengatasi dan Mencegah Perdarahan

Memahami Peran Krusial Trombosit

Sebelum menjawab apa yang mengakibatkan saat trombosit rendah darah sulit diambil, kita perlu memahami fungsi trombosit. 

Trombosit (keping darah) adalah sel kecil dalam darah yang berperan utama dalam proses hemostasis, yaitu menghentikan perdarahan dengan membentuk sumbatan pada pembuluh darah yang terluka.

Penyebab Darah Sulit Diambil pada Kondisi Trombosit Rendah

Berikut adalah penjelasan detail mengenai apa yang mengakibatkan saat trombosit rendah darah sulit diambil:

1. Gangguan Pembentukan Sumbatan Trombosit di Sekitar Luka Jarum Proses pengambilan darah (venipuncture) secara teknis melukai pembuluh darah vena. Pada orang dengan jumlah trombosit normal, saat jarum menusuk vena, trombosit akan langsung berkerumun di lokasi tusukan untuk membentuk sumbatan sementara dan mencegah perdarahan berlebihan. Sumbatan ini memungkinkan darah mengalir lancar ke dalam jarum.

Namun, ketika jumlah trombosit rendah (trombositopenia), proses pembentukan sumbatan ini terganggu. Darah mungkin tidak "mengalir dengan kooperatif" ke dalam jarum karena tubuh gagal menciptakan lingkungan yang stabil di sekitar titik tusukan. Inilah salah satu alasan utama apa yang mengakibatkan saat trombosit rendah darah sulit diambil.

2. Pembentukan Hematoma yang Cepat Apa yang mengakibatkan saat trombosit rendah darah sulit diambil juga terkait dengan hematoma (memar). Tanpa cukup trombosit untuk menutupi "kebocoran" kecil di sekitar tusukan, darah dapat merembes keluar dari pembuluh darah dan masuk ke jaringan sekitarnya, membentuk hematoma.

Hematoma ini kemudian menekan pembuluh darah vena, membuatnya kempis (collapsed) atau sulit untuk ditusuk ulang. Aliran darah yang seharusnya masuk ke jarum justru terhalang oleh memar yang terbentuk dengan cepat.

3. Peningkatan Kepekaan dan Kerapuhan Pembuluh Darah Kondisi medis yang mendasari trombositopenia (seperti Demam Berdarah Dengue/DBD atau Leukemia) seringkali juga membuat dinding pembuluh darah menjadi lebih rapuh. Akibatnya, saat jarum menusuk, pembuluh darah cenderung lebih mudah "menciut" atau bahkan robek kecil, alih-alih membuka dan mengizinkan aliran darah yang baik. Ini memperjelas apa yang mengakibatkan saat trombosit rendah darah sulit diambil.

4. Teknik Pengambilan yang Harus Lebih Hati-Hati Faktor teknis juga menjawab apa yang mengakibatkan saat trombosit rendah darah sulit diambil. Petugas phlebotomy, yang mengetahui kondisi pasien, mungkin secara tidak sadar menjadi lebih berhati-hati. Tekanan tourniquet yang terlalu lemah atau penempatan jarum yang kurang optimal karena takut menyebabkan perdarahan, justru dapat menghambat aliran darah.

Baca juga : Mengapa Belum Ada Obat Khusus untuk Trombosit Turun? Ini Penjelasan Medisnya!

Tips Pengambilan Darah pada Pasien Trombositopenia

Mengetahui apa yang mengakibatkan saat trombosit rendah darah sulit diambil, berikut beberapa strategi yang dapat dilakukan:

  • Gunakan Jarum yang Lebih Kecil: Menggunakan butterfly needle (jarum kupu-kupu) berukuran kecil (misal 23G) dapat mengurangi trauma pada pembuluh darah.
  • Pilih Vena yang Baik: Pilih vena yang lurus, jelas, dan mudah dijangkau untuk meminimalkan risiko kegagalan.
  • Hindari Tourniquet yang Terlalu Kencang atau Lama: Tourniquet yang terlalu ketat dapat meningkatkan tekanan dan risiko perdarahan mikro.
  • Tekan yang Cukup Lama Setelah Pengambilan: Berikan tekanan yang cukup dan lama (minimal 5-10 menit) pada bekas tusukan untuk memastikan perdarahan benar-benar berhenti.
  • Komunikasi dengan Pasien: Tenangkan pasien karena kecemasan dapat mempersulit proses pengambilan darah.

Dapatkan informasi dan tips seputar teknik laboratorium medis lainnya dengan mengikuti Media Sosial Infolabmed.com. Ikuti update kami di TelegramFacebook, dan Twitter/X. Bantu kami terus berkontribusi dengan memberikan DONASI terbaikmu via DANA. Dukungan Anda sangat berarti untuk kelangsungan website edukasi ini.

Rachma Amalia Maharani
Rachma Amalia Maharani Halo saya lulusan Teknologi Laboratorium Medik yang memiliki ketertarikan besar pada dunia kesehatan dan laboratorium klinik. Berpengalaman dalam praktik laboratorium selama masa studi dan magang, terbiasa bekerja secara teliti, disiplin, dan bertanggung jawab. Saya juga aktif mengembangkan diri melalui pembelajaran mandiri. I am looking for opportunities to contribute further to the health industry to be able to apply the knowledge and interests that I have. Let's connect on Linkedin in my Portfolio https://rachma-mlt.framer.website/

Post a Comment