Apa Saja PPE di Laboratorium? Panduan Lengkap Alat Pelindung Diri untuk Keselamatan Kerja
INFOLABMED.COM - Bekerja di laboratorium melibatkan paparan terhadap berbagai bahan kimia, sampel biologis, dan peralatan yang berpotensi berbahaya. Oleh karena itu, pertanyaan "what PPE do use in the lab?" bukan sekadar formalitas, melainkan pondasi utama dari keselamatan kerja.
PPE (Personal Protective Equipment) atau Alat Pelindung Diri adalah barrier antara personel laboratorium dengan berbagai risiko. Artikel ini akan menguraikan secara lengkap jenis-jenis PPE yang wajib digunakan di laboratorium.
Baca juga : Biological Hazards Dalam Laboratorium Klinik
Pengertian Dasar: Apa itu PPE?
Sebelum menjawab what PPE do use in the lab, mari pahami definisinya. PPE adalah segala peralatan yang dipakai untuk memberikan perlindungan terhadap bahaya yang mengancam keselamatan dan kesehatan saat bekerja. Di laboratorium, penggunaan PPE adalah kewajiban, bukan pilihan, dan diatur dalam prosedur keselamatan dan kesehatan kerja (K3).
Daftar Lengkap: What PPE Do Use in The Lab?
Berikut adalah daftar PPE wajib yang harus digunakan oleh setiap orang yang memasuki dan bekerja di dalam laboratorium:
1. Jas Laboratorium (Lab Coat)
- Fungsi: Melindungi kulit dan pakaian dari tumpahan bahan kimia, percikan api kecil, dan kontaminasi biologis.
- Kriteria: Harus terbuat dari bahan yang tahan api dan cairan (misalnya, katun atau spun polyester). Harus dikancingkan dengan rapat selama bekerja.
2. Sarung Tangan (Gloves)
- Fungsi: Melindungi tangan dari kontak langsung dengan bahan kimia, agen biologis, dan bahan berbahaya lainnya.
- Kriteria: Jenis sarung tangan harus disesuaikan dengan pekerjaan:
- Lateks/Nitrile: Untuk pekerjaan mikrobiologi dan umum.
- Vinyl: Untuk pekerjaan ringan dengan durasi singkat.
- Neoprene/Butyl: Tahan terhadap bahan kimia organik pelarut.
- Penting: Ganti sarung tangan jika terkontaminasi, robek, atau sebelum menyentuh benda bersih (seperti telepon atau komputer).
3. Pelindung Mata (Eye Protection)
- Fungsi: Melindungi mata dari percikan bahan kimia, partikel debu, dan uap.
- Kriteria:
- Kacamata Keselamatan (Safety Glasses): Melindungi dari benturan partikel.
- Goggles: Memberikan perlindungan tertutup yang lebih baik dari percikan cairan dan uap. Ini adalah pilihan yang lebih aman untuk kebanyakan pekerjaan kimia dan biologis.
4. Masker (Respirator)
- Fungsi: Melindungi sistem pernapasan dari menghirup aerosol, debu, uap, dan mikroorganisme.
- Kriteria: Penggunaannya disesuaikan dengan tingkat risiko. Mulai dari masker bedah (untuk mencegah kontaminasi dari pengguna ke sampel) hingga masker respirator N95 (untuk melindungi dari partikel kecil di udara seperti dalam pemeriksaan TB).
5. Pelindung Wajah (Face Shield)
- Fungsi: Melindungi seluruh wajah (terutama bagian depan dan dagu) dari percikan bahan kimia yang besar atau risiko ledakan kecil.
- Kriteria: Digunakan sebagai pelindung tambahan di atas kacamata/goggles, bukan pengganti.
6. Sepatu Tertutup (Closed Shoes)
- Fungsi: Melindungi kaki dari tumpahan bahan kimia korosif, benda tajam, atau benda berat yang jatuh.
- Kriteria: Sepatu harus menutupi seluruh kaki (tidak diperbolehkan memakai sandal atau sepatu terbuka). Sepatu boots karet mungkin diperlukan di area dengan risiko tumpahan tinggi.
Baca juga : Perbedaan BSL dan BSC pada Laboratorium Biologi Molekuler
Prinsip Penggunaan PPE yang Benar
Mengetahui what PPE do use in the lab tidak cukup tanpa memahami prinsip penggunaannya:
- Kenakan dengan Benar dan Lengkap: Pastikan semua PPE dipakai dengan tepat sebelum memulai pekerjaan.
- Lakukan Dekontaminasi dan Lepaskan dengan Urutan yang Tepat: Lepaskan PPE yang terkontaminasi dengan urutan untuk mencegah kontaminasi silang (biasanya sarung tangan terlebih dahulu, diikuti jas lab, dll.).
- Ganti jika Rusak atau Terkontaminasi: Segera ganti PPE yang sudah rusak, sobek, atau basah karena tumpahan.
- Cuci Tangan: Selalu cuci tangan dengan sabun dan air mengalir setelah melepas semua PPE.
Dapatkan informasi dan tips K3 laboratorium lainnya dengan mengikuti Media Sosial Infolabmed.com. Ikuti update kami di Telegram, Facebook, dan Twitter/X. Bantu kami terus berkontribusi dengan memberikan DONASI terbaikmu via DANA. Dukungan Anda sangat berarti untuk kelangsungan website edukasi ini.

Post a Comment