10 Cara Mencegah Penularan Cacing Gelang dari Hewan Peliharaan
INFOLABMED.COM - Memiliki hewan peliharaan seperti anjing dan kucing membawa banyak kebahagiaan.
Namun, sebagai pemilik yang bertanggung jawab, kita harus aware terhadap risiko kesehatan, salah satunya adalah infeksi cacing gelang (Toxocara canis pada anjing dan Toxocara cati pada kucing).
Baca juga : Bahaya Cacing Gelang dalam Tubuh Manusia Jika Tidak Diobati: Komplikasi dan Dampak Jangka Panjang
Cacing ini dapat menular kepada manusia, terutama anak-anak, dan menyebabkan masalah kesehatan yang serius. Untungnya, penularan ini sangat bisa dicegah.
Berikut adalah 10 cara efektif untuk mencegah penularan cacing gelang dari hewan peliharaan ke manusia.
1. Lakukan Deworming (Pemberian Obat Cacing) Secara Rutin
Langkah paling fundamental dalam pencegahan adalah program deworming yang teratur. Anak anjing dan kucing sangat rentan terhadap cacingan karena bisa tertular dari induknya melalui air susu.
Konsultasikan dengan dokter hewan untuk jadwal dan jenis obat cacing yang tepat. Biasanya, deworming dimulai sejak hewan berusia 2 minggu dan diulang setiap bulan hingga usia 6 bulan.
Untuk hewan dewasa, pemberian obat cacing dianjurkan setiap 3-6 bulan sekali, tergantung gaya hidup dan risiko paparannya. Jangan pernah mengabaikan jadwal ini karena ini adalah garis pertahanan pertama.
2. Jaga Kebersihan Lingkungan dan Buang Kotoran dengan Tepat
Lingkungan yang kotor adalah sarang perkembangan telur cacing gelang. Telur-telur ini dikeluarkan melalui kotoran hewan dan dapat bertahan di tanah selama berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun sebelum menjadi infektif.
- Buang Kotoran Segera: Segera bersihkan kotoran anjing di halaman atau saat sedang jalan-jalan. Untuk kucing, bersihkan kotak pasir (litter box) setiap hari dan ganti seluruh pasirnya secara berkala.
- Buang dengan Aman: Masukkan kotoran ke dalam kantong plastik yang tertutup rapat sebelum membuangnya ke tempat sampah.
- Bersihkan Kandung dan Area Bermain: Secara rutin cuci tempat tidur hewan, mainan, dan lantai kandang dengan disinfektan yang aman untuk hewan.
3. Terapkan Pola Hidup Bersih untuk Seluruh Keluarga
Kebiasaan hidup bersih adalah kunci memutus mata rantai penularan. Telur cacing yang menempel di bulu hewan atau tersebar di lingkungan dapat secara tidak sengaja tertelan oleh manusia.
- Cuci Tangan!: Ini adalah ritual yang mutlak. Selalu cuci tangan dengan sabun dan air mengalir setelah bermain dengan hewan, membersihkan kotorannya, berkebun, atau sebelum makan.
- Jauhkan Wajah dari Hewan: Hindari mencium hewan peliharaan secara langsung di mulut atau membiarkan mereka menjilat area wajah Anda.
- Bersihkan Sayuran dan Buah: Telur cacing bisa ada di tanah. Pastikan untuk mencuci semua sayuran dan buah-buahan hingga bersih sebelum dikonsumsi.
4. Waspadai Gejala dan Lakukan Pemeriksaan Rutin ke Dokter
Pencegahan juga melibatkan kewaspadaan dan deteksi dini.
- Pada Hewan: Waspadai gejala cacingan pada hewan seperti perut buncit, diare, muntah, lesu, bulu kusam, dan adanya cacing pada kotoran atau muntahannya. Jika melihat tanda-tanda ini, segera bawa ke dokter hewan meskipun belum jadwal deworming.
- Pada Manusia: Pada manusia, infeksi cacing gelang (Larva Migrans) bisa tidak bergejala atau menunjukkan gejala seperti demam, batuk, sakit perut, atau bahkan gangguan penglihatan jika larva sampai ke mata. Jika ada anggota keluarga, terutama anak-anak, yang mengalami gejala tersebut dan memiliki riwayat kontak dengan hewan, konsultasikan kepada dokter.
Dengan menerapkan cara mencegah penularan cacing gelang ini secara disiplin, Anda dapat meminimalisir risiko secara signifikan.
Baca juga : Pemeriksaan Feses: Gold Standard untuk Deteksi Infeksi Cacing di Tubuh Anda
Ingat, pencegahan selalu lebih baik daripada mengobati. Dengan menjaga kesehatan hewan peliharaan, Anda juga turut melindungi kesehatan seluruh keluarga.
Jadilah pemilik yang cerdas dan penuh kasih dengan melakukan langkah-langkah praktis ini.
Follow Media Sosial Infolabmed.com melalui Telegram, Facebook, dan Twitter/X. Berikan DONASI terbaikmu untuk perkembangan website infolabmed.com melalui Donasi via DANA***
Post a Comment