Pungsi Dermal: Teknik, Indikasi, dan Perawatan Pasca Prosedur yang Wajib Diketahui
INFOLABMED.COM – Pungsi dermal merupakan salah satu prosedur diagnostik penting dalam bidang dermatologi dan patologi.
Teknik ini memungkinkan dokter untuk mengambil sampel jaringan kulit guna mendiagnosis berbagai kondisi medis, mulai dari infeksi hingga keganasan.
Baca Juga: Metode Pengambilan Darah: Venipunktur sebagai Metode Utama
Bagaimana prosedur ini dilakukan dan apa saja yang perlu diperhatikan? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini!
Apa Itu Pungsi Dermal?
Pungsi dermal adalah tindakan medis yang melibatkan pengambilan sampel jaringan kulit menggunakan jarum khusus atau alat biopsy kecil.
Prosedur ini umumnya dilakukan untuk:
- Diagnosis penyakit kulit (eksim, psoriasis, infeksi jamur/bakteri)
- Identifikasi tumor/kanker kulit (melanoma, karsinoma)
- Evaluasi reaksi alergi
- Pemeriksaan jaringan parut atau keloid
Jenis-Jenis Pungsi Dermal
Biopsi Punch
- Menggunakan alat berbentuk pena dengan ujung melingkar tajam
- Mengambil sampel kecil berbentuk silinder (2-6 mm)
Biopsi Shave
- Menggunakan pisau bedah kecil
- Hanya mengambil lapisan epidermis dan sebagian dermis
Biopsi Eksisional
- Mengangkat seluruh lesi kulit
- Dilakukan untuk tumor yang dicurigai ganas
Biopsi Insisional
- Mengambil sebagian jaringan dari lesi besar
- Untuk diagnosis awal sebelum penanganan lengkap
Prosedur Pungsi Dermal
Persiapan Pasien
- Pembersihan area kulit dengan antiseptik
- Anestesi lokal (lidokain) untuk mengurangi nyeri
Teknik Pengambilan Sampel
- Penentuan lokasi tepat lesi
- Pengambilan sampel dengan alat steril
- Penekanan untuk menghentikan perdarahan
Penanganan Sampel
- Dimasukkan ke dalam formalin untuk pemeriksaan patologi
- Bisa juga dikultur untuk pemeriksaan mikrobiologi
Perawatan Pasca Prosedur
Perawatan Luka:
- Jaga area tetap kering 24 jam pertama
- Ganti perban secara rutin
- Oleskan salep antibiotik jika diperlukan
Yang Harus Diwaspadai:
- Tanda infeksi (kemerahan, bengkak, nanah)
- Perdarahan yang tidak berhenti
- Nyeri hebat yang tidak membaik
Risiko dan Komplikasi
✓ Perdarahan minor (umum terjadi)
✓ Infeksi (risiko <1% jika steril)
✓ Bekas luka (terutama pada biopsi besar)
✓ Reaksi alergi anestesi (jarang)
Hasil Pemeriksaan
- Hasil histopatologi: 3-7 hari kerja
- Hasil kultur: 2-6 minggu tergantung mikroorganisme
Keunggulan Pungsi Dermal
Baca Juga: Prosedur Flebotomi pada Bayi: Pedoman Lengkap untuk Keamanan dan Efektivitas
◈ Prosedur cepat (10-30 menit)
◈ Dapat dilakukan rawat jalan
◈ Akurasi diagnosis tinggi (>95%)
Follow Media Sosial Infolabmed.com melalui Telegram, Facebook, atau Twitter/X. Dukung perkembangan konten kesehatan kami via Donasi DANA.

Post a Comment