Pungsi Arteri: Prosedur, Indikasi, dan Risiko yang Perlu Diketahui

Table of Contents

 

Pungsi Arteri: Prosedur, Indikasi, dan Risiko yang Perlu Diketahui


INFOLABMED.COM – Pungsi arteri adalah tindakan medis invasif yang dilakukan untuk mengambil sampel darah dari pembuluh arteri, biasanya untuk analisis gas darah (AGD). 

Prosedur ini memberikan informasi penting tentang kadar oksigen, karbon dioksida, dan keseimbangan asam-basa dalam darah. 

Baca Juga: Teknik Pengambilan Sampel Darah Arteri: Prosedur, Teknik, dan Komplikasi

Kapan prosedur ini diperlukan dan bagaimana cara melakukannya dengan aman? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini!

Apa Itu Pungsi Arteri?

Pungsi arteri adalah teknik pengambilan darah langsung dari pembuluh arteri (biasanya arteri radialis di pergelangan tangan atau arteri femoralis di selangkangan) untuk:

  • Mengukur tekanan parsial oksigen (PaO₂) dan karbon dioksida (PaCO₂)
  • Menilai pH darah dan kadar bikarbonat (HCO₃)
  • Memantau efektivitas terapi oksigen pada pasien kritis

Indikasi Pungsi Arteri

Prosedur ini umumnya dilakukan pada kondisi:
✔ Gangguan pernapasan berat (ARDS, PPOK, asma)
✔ Syok atau kegagalan sirkulasi
✔ Pemantauan pasien ventilator
✔ Keracunan obat atau zat tertentu
✔ Evaluasi keseimbangan asam-basa

Prosedur Pungsi Arteri

  1. Persiapan Alat

    • Jarum khusus 22-25G
    • Spuit heparin
    • Kapas alkohol 70%
    • Perban steril
  2. Langkah-Langkah:

    • Lakukan tes Allen untuk memastikan sirkulasi kolateral
    • Desinfeksi area dengan alkohol
    • Tusuk arteri dengan sudut 45° (arteri radialis) atau 90° (arteri femoralis)
    • Ambil 1-3 mL darah secara perlahan
    • Berikan tekanan selama 5-10 menit pasca-prosedur

Tempat Pungsi Arteri yang Umum

LokasiKelebihanKekurangan
Arteri radialis        Risiko rendah, mudah diakses          Sakit lebih terasa
Arteri femoralis        Pembuluh lebih besar      Risiko perdarahan lebih tinggi
Arteri brachialis        Alternatif jika radialis tidak memungkinkan      Risiko kompresi saraf

Risiko dan Komplikasi

◉ Hematoma (30% kasus)
◉ Spasme arteri
◉ Infeksi lokal
◉ Trombosis arteri (jarang)
◉ Kerusakan saraf (jika teknik tidak tepat)

Interpretasi Hasil Analisis Gas Darah

ParameterNilai NormalAbnormal (Contoh Kondisi)
pH        7.35-7.45        <7.35 (asidosis), >7.45 (alkalosis)
PaO₂        80-100 mmHg        <60 mmHg (hipoksemia)
PaCO₂            35-45 mmHg        >45 mmHg (retensi CO₂)
HCO₃        22-26 mEq/L        Rendah (asidosis metabolik)

Perawatan Pasca Pungsi Arteri

  • Tekan area tusukan selama minimal 5 menit
  • Pantau tanda perdarahan atau hematoma
  • Periksa denyut nadi distal secara berkala

Kapan Harus Menghindari Pungsi Arteri?

✖ Gangguan pembekuan darah berat
✖ Infeksi di area tusukan
✖ Hasil tes Allen abnormal

Alternatif Pungsi Arteri

Baca Juga: Uji Gas Darah Arteri / Arterial Blood Gas (ABG)

Untuk pasien dengan risiko tinggi, dapat dipertimbangkan:
• Pemeriksaan gas darah vena sentral
• Pulse oximetry kontinyu
• Kapnografi

Follow Media Sosial Infolabmed.com melalui TelegramFacebook, atau Twitter/X. Dukung pengembangan konten kesehatan kami via Donasi DANA.



Fitri Aisyah
Fitri Aisyah Selamat datang di my blog! Blog ini membahas dunia laboratorium medik dengan cara yang mudah dipahami. Dari teknik pemeriksaan, interpretasi hasil laboratorium, hingga tips seputar kesehatan, semuanya dikemas simpel, jelas, dan berbasis bukti ilmiah. Yuk, eksplorasi ilmu laboratorium bersama! 🔬🚀

Post a Comment