Pengaruh Puasa Intermittent pada Hasil Lab: Fakta Ilmiah dan Panduan Persiapan Pemeriksaan
Table of Contents
INFOLABMED.COM – Puasa intermittent (intermittent fasting) telah menjadi gaya hidup populer untuk kesehatan dan manajemen berat badan.
Namun, tahukah Anda bahwa pola puasa ini bisa secara signifikan memengaruhi hasil pemeriksaan laboratorium Anda? Artikel ini mengupas tuntas bukti ilmiah dan rekomendasi praktisnya.
Baca juga : Manfaat Luar Biasa Terapi Puasa: Selain Asam Lambung, 4 Penyakit Ini Bisa Disembuhkan
Bagaimana Puasa Intermittent Mengubah Hasil Lab?
Parameter yang Paling Terpengaruh:
Glukosa Darah
- Puasa >12 jam bisa menurunkan kadar glukosa 10-15%
- Risiko hipoglikemia pada penderita diabetes
Profil Lipid
- Peningkatan LDL sementara (hari pertama puasa)
- Penurunan trigliserida setelah puasa rutin 2 minggu
Tes Hati (SGOT/SGPT)
- Peningkatan ringan (15-20%) karena proses autofagi
Elektrolit
- Penurunan natrium dan klorida pada puasa >16 jam
Hormon
- Peningkatan growth hormone hingga 5x lipat
- Penurunan leptin dan insulin
Studi Klinis Terkini (2024)
Penelitian di Journal of Clinical Endocrinology membuktikan:
- Puasa 16 jam meningkatkan keton darah 3x lipat
- Nilai ureum bisa naik 25% karena dehidrasi
- Tes fungsi tiroid (TSH) relatif stabil
Tips Cek Lab untuk Pelaku Intermittent Fasting
1. Waktu Terbaik:
- Untuk pemeriksaan rutin: lakukan di eating window (2-3 jam setelah makan)
- Untuk pemeriksaan puasa: konsisten dengan jadwal harian
2. Parameter Khusus:
| Jenis Tes | Rekomendasi |
| Gula Darah | Cek 1 jam sebelum berbuka |
| Kolesterol | Puasa 12-14 jam (lebih akurat) |
| Elektrolit | Hindari cek saat dehidrasi |
3. Persiapan Khusus:
- Minum air putih cukup sebelum pengambilan darah
- Hindari olahraga intensif selama puasa
- Informasikan pola puasa ke dokter/lab
Baca juga : Panduan Aman Melakukan Pemeriksaan Kesehatan Selama Bulan Puasa
5 Mitos vs Fakta
❌ Mitos: Hasil lab saat puasa intermittent tidak valid
✅ Fakta: Hasil tetap valid tapi perlu interpretasi berbeda
❌ Mitos: Semua parameter turun saat puasa
✅ Fakta: Beberapa parameter seperti keton dan growth hormone justru naik
Follow Media Sosial Infolabmed.com melalui Telegram, Facebook, dan Twitter/X. Dukung pengembangan konten kami dengan Donasi via DANA.

Post a Comment