Polyuria: Penyebab, Diagnosis, dan Pemeriksaan yang Diperlukan

Table of Contents

Polyuria Penyebab, Diagnosis, dan Pemeriksaan yang Diperlukan

INFOLABMED.COM – Polyuria adalah kondisi di mana seseorang mengeluarkan urine dalam volume berlebihan (biasanya >3 liter/hari), sering disertai dengan frekuensi buang air kecil yang meningkat dan nokturia (sering bangun malam untuk buang air kecil). 

Kondisi ini harus dibedakan dari gejala saluran kemih akibat penyakit prostat atau infeksi saluran kemih, yang juga menyebabkan sering buang air kecil tetapi dengan volume urine sedikit setiap kali berkemih.

Baca juga : Chemical Examination of Urine: Deteksi Penyakit Melalui Pemeriksaan Kimia Urin

Penyebab Polyuria

1. Diabetes Melitus (DM)

  • Kadar gula darah tinggi menyebabkan glukosuria (gula dalam urine), yang menarik air sehingga volume urine meningkat.

2. Diabetes Insipidus (DI)

  • DI Kranial (Central DI):

    • Gangguan produksi hormon ADH (vasopresin) di hipotalamus/hipofisis.
    • Penyebab:
      • Kelainan genetik (autosomal dominan)
      • Tumor, operasi, metastasis, neurosarkoidosis
  • DI Nefrogenik:

    • Ginjal tidak merespons ADH dengan baik.
    • Penyebab:
      • Kelainan genetik (X-linked recessive)
      • Penyakit ginjal kronis (pielonefritis)
      • Hipokalemia, hiperkalsemia
      • Krisis sel sabit (sickle-cell crisis)
      • Obat (lithium, kolchicine, amphotericin)
      • Obstruksi saluran kemih

3. Polidipsia Primer (Psikogenik)

  • Kebiasaan minum berlebihan karena gangguan psikologis.

Pemeriksaan untuk Diagnosis Polyuria

  1. Volume Urine 24 Jam

    • Memastikan apakah benar terjadi polyuria (>3L/hari).
  2. Gula Darah

    • Untuk menyingkirkan diabetes melitus.
  3. Elektrolit & Fungsi Ginjal (U&E)

    • Mengevaluasi gangguan elektrolit (hipokalemia, hiperkalsemia).
  4. Tes Fungsi Tiroid (TFTs)

    • Hipertiroidisme dapat meningkatkan metabolisme dan produksi urine.
  5. Hormon LH & FSH

    • Menilai kemungkinan panhipopituitarisme.
  6. Kalsium & Hormon Paratiroid (PTH)

    • Hiperkalsemia dapat menyebabkan DI nefrogenik.
  7. Tes Sel Sabit

    • Jika dicurigai sickle-cell disease.
  8. Rontgen Dada (CXR)

    • Menilai limfadenopati mediastinum (TB, sarkoidosis).

Baca juga : Detil Praktikum Pemeriksaan Urin: Panduan Lengkap Uji Protein, Gula, Keton & Lainnya

Penanganan Polyuria

  • Diabetes Melitus → Kontrol gula darah
  • DI Kranial → Terapi pengganti desmopresin (analog ADH)
  • DI Nefrogenik → Diet rendah garam, diuretik tiazid
  • Polidipsia Psikogenik → Konseling psikologis

Artikel ini hanya untuk tujuan informasi. Untuk nasihat atau diagnosis medis, konsultasikan dengan profesional.***

Rachma Amalia Maharani
Rachma Amalia Maharani Halo saya lulusan Teknologi Laboratorium Medik yang memiliki ketertarikan besar pada dunia kesehatan dan laboratorium klinik. Berpengalaman dalam praktik laboratorium selama masa studi dan magang, terbiasa bekerja secara teliti, disiplin, dan bertanggung jawab. Saya juga aktif mengembangkan diri melalui pembelajaran mandiri. I am looking for opportunities to contribute further to the health industry to be able to apply the knowledge and interests that I have. Let's connect on Linkedin in my Portfolio https://rachma-mlt.framer.website/

Post a Comment