Flebotomi : Pengertian Flebotomi

 


Infolabmed.com - Ahli Teknologi Laboratorium Medik (ATLM) adalah setiap orang yang telah lulus menempuh pendidikan Teknologi Laboratorium Medik atau Analis Kesehatan/Medis dan memiliki kopetensi melakukan analisis terhadap cairan dan jaringan tubuh manusia untuk menghasilkan informasi tentang kesehatan perseorangan dan masyarakat sesuai dengan ketentuan peraturan perundang undangan.

Profesi ATLM sering dijumpai, contohnya di sebuah laboratorium rumah sakit atau klinik kesehatan. Biasanya seorang ATLM akan mengambil sebuah sample untuk pemeriksaan, penentuan kondisi kesehatan, jenis dan penyebab penyakit, atau faktor-faktor yang mempengaruhi kesehatan. Salah satu sample ujinya yaitu dengan pengambilan specimen darah atau biasa disebut dengan Flebotomi.

Menurut Permenkes No.42 Tahun 2015, Seorang ATLM diberikan kewenangan untuk mempersiapkan pasien untuk pemeriksaan di laboratorium dan melakukan penanganan dan pengambilan specimen darah serta penanganan cairan dan jaringan tubuh lainnya.

Flebotomi (bahasa inggris: phlebotomy) berasal dari kata Yunani phleb dan tomia. Phleb berarti pembuluh darah vena dan tomia berarti mengiris/memotong (“cutting”). Dulu dikenal istilah vena sectie (Bld), venesection atau veni section(Ing). Flebotomi dilakukan menggunakan disposable syringe dan jarum suntik. Umumnya pengambilan darah dilakukan melalui pembuluh darah vena di lipatan siku bagian dalam. Ukuran vena bagian ini cukup besar, sehingga memudahkan proses flebotomi

Proses flebotomi membutuhkan pengetahuan yang kompleks, dan keterampilan karena kesalahan dalam flebotomi dapat berdampak serius. Flebotomist adalah seorang tenaga medik yang telah mendapat latihan untuk mengeluarkan dan menampung specimen darah dari pembuluh darah vena, arteri atau kapiler.

Flebotomist setidaknya menguasai pengetahuan anatomi tubuh manusia dan sistem sirkulasi darah manusia untuk meminimalisir kesalahan serta resiko saat pengambilan darah, bagaimana cara mengkondisikan pasien dan berkomunikasi secara efektif saat proses flebotomi berlangsung agar pasien merasa nyaman, juga mengetahui biosafety dan biorisk agar tidak terjadi kontaminasi, infeksi, serta menciptakan kesehatan dan keselamatan dalam bekerja.

Secara umum flebotomi hanya menyebabkan efek samping ringan berupa nyeri, memar, maupun kemerahan di area jarum disuntikkan. Namun jika ada kesalahan dalam penusukan jarum yang dimasukan sebagian akan menyebabkan hematoma, yakni kerusakan pembuluh darah sehingga menyebabkan darah keluar ke jaringan (perdarahan).

Baca juga : "Hematoma Pasca Pengambilan Darah"

Spesimen darah yang telah diambil harus segera diolah untuk menghindari kerusakan. Penyimpanan sampel darah dapat dilakukan bila darah sudah diolah menjadi serum atau plasma. Sebelum darah dikirim harus dilihat kondisi sampel darah untuk menghindari adanya kondisi hemolisis, bekuan, atau lipemik. Pengiriman darah harus sesuai dengan prosedur pemeriksaan yang akan dilakukan, masing – masing jenis pemeriksaan memerlukan kondisi suhu pengiriman yang berbeda – beda. Kualitas sampel yang diambil, diolah dan dikirim dengan baik akan menghasilkan hasil pemeriksaan yang baik pula.

 

Referensi :

Arfan, A. www.academia.edu/35649352/MAKALAH_FLEBOTOMI. Diakses 5 Januari 2023.

Prasandra,A.2021.https://www.klikdokter.com/info-sehat/darah/mengenal-prosedur-flebotomi-untuk-pengambilan-darah. Diakses 5 Januari 2023.

Dimas.2022. Prosiding dari Webinar DPC Tasik . ATLM&FLEBOTOMI, Tasik : 31 Des 2022.

Meri.2022. Prosiding dari Webinar DPC Tasik . PENTINGNYA PERAN ATLM YANG KOMPETEN DALAM PLEBOTOMI, Tasik : 31 Des 2022.

Kathryn A. Booth, Lillian Mundt, 5ed, 2018

Lynn B Hoeltke, 2018

 


Post a Comment

0 Comments