Pengecatan Giemsa Pada Preparat Sumsum Tulang

Table of Contents

 Judul : Pengecatan Giemsa Pada Preparat Sumsum Tulang


Tujuan : 

  • Untuk menilai selularitas
  • Untuk menilai banyak atau tidaknya sel dari jajarang megakariositik atau sel trombosit muda
  • Untuk menilai sel dominan pada zona baca hasil


Untuk pengecatan sumsum tulang hanya digunakan preparat jenis spread dengan kriteria harus ada fragmen pada bagian ujungnya tujuannya untuk menilai selularitas dan sel dominan pada zona trail. 

Bahan : 

  • Larutan kerja Giemsa yang sudah jadi dengan perbandingan ; Buffer A & B 7 bagian : 1 bagian Giemsa pekat)
  • Metanol

Prosedur kerja :
  1. Fiksasi preparat dengan metanol sampai memenuhi bidang prepart.
  2. Fiksasi kurang lebih 10 menit / sampai kering.
  3. Rendam dengan cat Giemsa sampai memenuhi bagian preparat selama 25 menit. 
  4. Bilas dengang air mengalir sampai bersih, kemudian keringkan.
  5. Posisikan ekor menghadap ke bawah. 

Interpretasi Hasil : bisa buka tautan berikut Pengamatan Dan Interpretasi Pengecatan Sumsum Tulang

Pengamatan Selularitas


Pengamatan selularitas diamati dibawah mikroskop menggunakan kaca objektif 10x. Selularitas yang diamati adalah berupa fragmen di ujung apusan darah, perhatikan gambar dibawah. 

Sumber : Youtube/Teklabmed Indonesia

Ada tiga kriteria pada pengamatan selularitas, diantaranya adalah Hiposeluler, Hiperseluler, dan Normoseluler. Untuk menilai ke tiga kriteria ini, dapat dilihat presentasi rasio antara sel lemak dan sel hemopoitik. Berikut ini adalah presentasi dari ke tiga kriteria tersebut, adalah :


Bangunan fragmen selularitas dengan kriteria Hiperseluler.

Fragmen sumsum tulang dengan kriteria Hiperseluler. (Sumber : Youtube/Teklabmed Indonesia)

Hiperseluler  : Sel lemak  < 25 %   : sel hemopoitik  > 75%. Dengan tampak warna ungu lebih padat.


Bangunan fragmen selularitas dengan kriteria Hiposeluler

Bangunan fragmen selularitas dengan kriteria Hiposeluler
Fragmen sumsum tulang dengan kriteria Hiposeluler. (Sumber : Youtube/Teklabmed Indonesia)

Hiposeluler  : Sel lemak > 25% sel lemak   :  Sel hempoitik < 75 %. Bangunan bulat berwarna putih adalah sel lemak, dan bangunan berwarna ungu adalah sel hemopoitik. 

 

Bangunan fragmen selularitas dengan kriteria Normoseluler

Fragmen sumsum tulang dengan kriteria Normoseluler. (Sumber : Youtube/Teklabmed Indonesia)

Normoseluler: sel lemak  +- 25 %   : Sel hemapoitik +- 75 %. 


Pengamatan Megakariosit (Trombosit Muda)

Pengamatan megakariosit (trombosit muda) menggunakan lensa objektif 10x dan 100x. 

  • Pengamatan menggunakan lensa objektif 10x = cari adanya megakariosit (trombosit muda) yang ada pada sekitar fragmen dan zona trail. 
  • Pengamatan menggunakan lensa objektif 100x = amati stadium maturasi apa saja yang ada. Dalam keadaan NORMAL, Megakariosit (trombosit muda) ada, namun tidak terlalu banyak. Dengan stadium maturasi lengkap, dan meta megakariosit adalah maturasi terbanyak. 



Pengamatan Megakariositik menggunakan lensa objektif 10x

gambar 4. Tampilan Megakariositik tromnosit muda pada perbesaran 10x
Sel Megakariositik (trombosit muda) pengamatan menggunakan lensa objektif 10x. (Sumber : Youtube/Teklabmed Indonesia)

Ciri-cirinya : 

  • Bentuk bulat
  • Sel berinti berukuran besar


Pengamatan Megakariositik menggunakan lensa objektif 100x 

Tujuan : untuk memperjelas stadium maturasi megakariositik.


Sel Megakariositik

Gambar 5. Sel megakariositik
Sel megakariositik (Sumber : Youtube/Teklabmed Indonesia)

Ciri-ciri sel megakariositik (trombosit muda) :
  • Inti sel multilobuler
  • Sitoplasma terlihat ada trombosit tetapi belum matang
  • Dinding sel kompak
  • Tidak lisis atau belum ada defragmentasi trombosit. 

Sel Metamegakariosit

Sel metamegakariosit. (Sumber : youtube/Teklabmed Indonesia)

Ciri-ciri sel metamegakariosit :

  •  Inti sel multilobular lebih banyak dari megakariosit
  • Dinding sel sudah pecah atau lisis sehingga terjadi defragmentasi trombosit.


Sel Promegakariosit

Sel Promegakariosit. (Sumber : Youtube/Teklabmed Indonesia)

Ciri-ciri sel promegakariosit :

  • Inti berlobus
  • Kromatin inti longgar
  • Anak inti (nukleoli) bisa ada / tidak ada
  • Sitoplasma sedikit lebar
  • Ukuran sel sedikit lebar
  • Sitoplasma berwarna biru
  • Tidak ada trombosit di dalamnya


Sel Megakarioblas

Gambar 8. Sel Megakarioblas
Sel megakarioblas. (Sumber : Youtube/Teklabmed Indonesia)

Ciri-ciri sel megakarioblas :

  • Inti satu tidak berlobus
  • Kromatin inti longgar
  • Ada nukleoli/ inti
  • Sitoplasma sempit
  • Ukuran sel kecil


Pengamatan Sel Dominan Pada Zona Trail 

Pengamatan menggunakan lensa objektif 100x. 

Tujuan pengamatan : 

  • apakah dominan sel blast (muda), 
  • apakah dominan seri limfosit / limfositi
  • apakah dominan seri Myelositik
  • apakah dominan Seri Eritrositik 
  • apakah dominan Sel plasma


Pengamatan Tampak Dominan Sel Blast (muda)

gambar 9. Pengamatan tampak dominansel blast
Sel blast (muda). (Sumber : Youtube/Teklabmed Indonesia)
Ciri-ciri sel blast :
  • ukuran besar
  • ada nukleoli (anak inti)
  • kromatin longgar


Pengamatan Tampak Dominan Sel Myelosit / Granulositik

Sel myelositik / granulositik. (Sumber : Youtube/Teklabmed Indonesia)


Infolabmed
Infolabmed infolabmed.com merupakan kanal informasi tentang Teknologi Laboratorium Medik meliputi Materi Kuliah D3 dan D4, Informasi Seminar ATLM, Lowongan Kerja. Untuk dukung website infolabmed tetap aktif silahkan ikut berdonasi melalui DANA = 085862486502.

Post a Comment