-->
Menu

Mengenal Varian Baru Virus Mutasi Corana B117

Monday, March 8, 2021

Setahun pandemi COVID-19 di Indonesia ditandai dengan masuknya varian baru virus COVID-19 yang diberi kode B117. Varian ini pertama kali diumumkan oleh Inggris kepada WHO pada tanggal 14 Desember 2020 hasil penelitian lebih lanjut menunjukkan bahwa varian Ini pertama kali ditemukan di wilayah Kent di Inggris Tenggara sejak September 2020. 


Mengenal Varian Baru Virus Mutasi Corana B117


Virus SARS-CoV-2 dapat bermutasi akibat semacam salah ketik materi genetik dalam proses replikasi virus penelitian menunjukkan laju kesalahan pada kesalahan virus Corona mencapai 2 huruf per 30.000 huruf genetik.  


Kesalahan penulisan materi genetik pada virus ini bisa terjadi karena 3 hal, pertama: masih masifnya penyebaran virus di masyarakat, penyebaran virus di populasi dengan kelainan  imun, serta terapi plasma konvalens pasien dengan imun kompromi. 


Perbedaan varian Virus B117  dengan varian SARS-CoV-2  Lain? 


Varian b117 memiliki 17 hingga 21 mutasi. Hal ini akan berpengaruh terhadap daya ikat virus yang lebih kuat terhadap sel manusia. Sehinga meningkatkan penyebaran sebesar 35 hingga 75% dan meningkat kan laju reinfeksi 10 hingga 13%.  Data WHO menyebut bahwa varian ini sudah terdapat di 31 negara sejak Desember 2020,  dan pada Februari 2021 lalu telah menyebar di 101 negara,  tambahannya pada Maret 2021 ini sudah ada di Indonesia. 


Selain itu, Varian baru ini ini dinilai mampu menghindari ikatan dari beberapa antibodi monoklonal serta menyebabkan salah diagnosa pada beberapa jenis tes. Namun kabar baiknya adalah varian B117 dianggap belum berpengaruh terhadap efektivitas beberapa jenis vaksin seperti MODERNA, dan Oxford astrazeneca. Lalu bagaimana dengan vaksin Sinovac?


Ketua tim uji klinis vaksin Sinovac di Indonesia, Kusnandi Rusmil menyatakan Indonesia dan negara lain yang menggunakan Sinovac sedang menelitinya namun secara umum vaksin masih bisa menangkal varian baru ini.  Virus SARS-CoV-2 menginfeksi manusia melalui protein spike yang berikatan dengan reseptor ACE2 pada sel manusia. Sehingga masuk dan mereplikasi diri.


Vaksinasi akan menciptakan antibodi yang akan menempel pada spike protein virus sehingga menghalangi virus masuk ke dalam sel dan mereplikasi diri dalam jumlah yang banyak.


Varian baru memang memungkinkan hilangnya ikatan dengan beberapa jenis antibodi.  Namun,  Antibodi yang masih eksis akan tetap mampu menangkal protein spike virus berikatan dengan reseptor ACE2.


Selain vaksinasi yang dapat dilakukan untuk menghindari varian baru ini adalah dengan menggunakan masker 2 lapis, lapis pertama adalah masker sekali pakai dan lapis kedua adalah masker kain yang bisa dicuci.  


Selain itu, jangan lupa tetao rajin mencucui tangan, menjaga jarak dengan menjauhi kerumunan dan mengurangi mobilitas. Pemerintah juga harus meningkatkan jumlah test dan rajin mengumpulkan hasil pengurutan keseluruhan genome atau hole genome sequencing untuk mendeteksi varian baru COVID-19 di Indonesia. 


PENTING Terimakasih sudah berkunjung ke website Kami. Untuk yang mengambil artikel dari website Kami, dimohon untuk mencantumkan sumber pada tulisan / artikel yang Anda muat. Terimakasih atas kunjungannya. Kerjasama media pubhlikasi, kirim e mail ke : laboratorium.medik@gmail.com
Baca juga :
DONASI INFOLABMED Bantu berikan donasi jika artikelnya dirasa bermanfaat. Donasi akan digunakan untuk memperpanjang domain www.infolabmed.com. Terima kasih.

Contact Form

Name

Email *

Message *

Protected by Copyscape