-->
Menu

Perbedaan Anti Anti SARS-CoV-IgG & IgM (RAPID) & Anti-SARS-CoV-2 (Serologi)

Saturday, August 1, 2020

Perbedaan Anti Anti SARS-CoV-IgG & IgM (RAPID) & Anti-SARS-CoV-2 (Serologi). Latar belakang dilakukannya pemeriksaan anti SARS-CoV-2 yaitu untuk memenuhi kebutuhan tes yang meningkat secara pesat, saat ini tidak lagi hanya untuk pasien ODP, PDP dan OTG saja melainkan semakin luas pemanfaatannya sehinga perlu pemeriksaan yang memiliki tarif terjangkau dan memiliki kualitas yang jauh lebih baik. 

Perbedaan Anti Anti SARS-CoV-IgG & IgM (RAPID) & Anti-SARS-CoV-2 (Serologi)


Untuk mengatasi masalah teknis rapid ; 
  1. Tidak hight throughput, jika jumlah pemeriksaan banyak akan sangat merepotkan
  2. Interpretasi hasil positif atau negatif berdasarkan "matameter"
  3. False positif kaena reaksi silang dengan familiki coronavirus yang bukan SARS-CoV-2

Perbedaan Pemeriksaan Anti SARS-CoV-2 IgM&IG dan Anti SARS-CoV-2


Informasi Pemeriksaan 

Antibody mature kemungkinan dapat berperan sebagai neutralizing antibody, sehingga diklaim kemungkinan terdeteksinya antibodi bukan menunjukkan infeksi akut, melainkan ke ara fase proteksi (namun belum pasti 100% melindungi). 

Terjadi reaksi silang dengan famili corona lainnya (uji cross reactivity dan spesifisitas dapat dilihat dari package insert berikut ini), sementara pada tes rapid, reaksi silang dapat mengakibatkan reaksi yang tidak spesifik (false-positif).

Informasi Pasien pada Hasil Pemeriksaan 

Apa yang harus dilakukan jika hasil reaktif antiodi SARS-CoV-2?

  • Kemungkinan tubuh mengandung antibodi terhadap SARS-CoV-2. Antibodi positif bukan selalu berarti virus aktif dalam tubuh. Antibodi juga bisa terjadi jika infeksi terjadi di masa lampau dan saat ini tubuh sudah menghasilkan antibodi. 
  • Segera berkonsultasi ke dokter untuk langkah lanjutan. Tes antibodi bukan diagnosis pasti, segera lakukan pemeriksaan RT-PCR untuk mengetahui apakah saat ini terinfeksi atau tidak. 
  • Isolasi diri dan tidak berkontak dengan orang lain sebelum pemeriksaan RT-PCR dilakukan dan menyatakan hasil negatif. 

Apa yang harus dilakukan jika hasil non-reaktif antibodi SARS-CoV-2?

  • Tubuh belum memiliki antibodi saat ini. Namun, bukan berarti bahwa tubuh tidak terinfeksi. Bisa saja tubuh belum memproduksi antibodi terhadap infeksi SARS-CoV-2.
  • Kunsultasi dengan dokter untuk melihat faktor resiko lain. 
  • Secara umum, Anda sebaiknya menjalani tes antibodi ulang dalam waktu 7-10 hari untuk memastikan. Selain itu, lakukan physical distancing (jaga jarak), terapkan kebiasaan hidup bersih dan sehat, cuci tangan, serta gunakan masker jika keluar ruma. 

Pentingnya Vitamin dan Mineral untuk Daya Tahan Tubuh Terhadap SARS-CoV-2


Tubuh mempunyai sistem di dalam tubuh yang dikenal dengan "Sistem immune/kekebalan tubuh". Tugas sistem immune ini untuk menghalau musuh yang masuk seperti virus, bakteri, kuman dan lainnya. Namun, perlu diketahui agar immune ini bisa berjalan dengan baik, tentunya butuh bahan bakar yang optimal yaitu vitamin dan mineral. 

Manfaat Vitamin dan Mineral Untuk Meningkatkan Daya Tahan Tubuh

  • Besi membantu proses pematangan sel imun
  • Omega profile menurunkan inflamasi
  • Vitamin B12 fungsi normal sistem kekebalan tubuh. 
  • Zinc membantu mengendalikan respon sistem imun. 
  • Selenium dibutuhkan untuk pengaturan sistem imun. 
  • Asam folat untuk perbanyakan sel immune. 
  • Vitamin B1 & B6 untuk membantu proses reaksi biokimia sistem tubuh. 
  • Vitamin D sebagai pengatur (regulator) sistem immune. 
  • Vitamin A & E Antioksidan yang kuat melawan infeksi. 

PENTING : Terimakasih sudah berkunjung ke website infolabmed.com. Jika Anda mengutip dan atau mengambil keseluruhan artikel dalam websit ini, mohon untuk selalu mencantumkan sumber pada tulisan / artikel yang telah Anda buat. Kerjasama/media partner : laboratorium.medik@gmail.com.
Baca juga :
DONASI INFOLABMED Bantu berikan donasi jika artikelnya dirasa bermanfaat. Donasi akan digunakan untuk memperpanjang domain www.infolabmed.com. Terima kasih.

Contact Form

Name

Email *

Message *